Aku Harus Menjadi Abadi

Aku Harus Menjadi Abadi
Bab 3: Dipromosikan!


__ADS_3

Tampak kegembiraan serta keagungan di wajah Xian Ji setelah menerobos ke Kondensasi Qi tingkat pertama. Xian Ji kemudian keluar dari ruangannya, dia menghirup udara segar, walaupun tidak terlalu segar seperti biasanya.


Saat dia keluar, dia melihat ada beberapa orang yang berkelahi, nampak kecemasan di wajah Xian Ji. Namun, dia tetap keluar dan ingin bertemu dengan pria berjubah hijau yang memberi Xian Ji sebuah token sebelumnnya.


Tidak lama setelah itu, dia menyenggol seseorang. Untung nya Xian Ji meminta maaf dan lanjut berjalan. Pada saat dia lanjut berjalan, seseorang yang menyenggol nya tadi kemudian berbalik dan meninjunya. Itu sangat sakit, walaupun begitu, Xian Ji tetap meminta maaf. Itu karena ketidakmampunannya.


"Hah! Dasar lemah! Rasakan akibatnya jika menjadi seseorang yang lemah! Jika kau terus menjadi lemah, kau akan mati, anak baru yang idi*t! Keke~" Ejeknya.


Xian Ji hanya bisa menahan rasa malu di depan orang-orang yang melihatnya. Dia hanya bisa bersabar, dia sama sekali tidak menaruh dendam. Dia kemudian lanjut berjalan.


Dia melewati pepohonan dan batu-batu, dia berjalan sambil merenungkan dirinya.


'Perkataan senior itu... Jika aku menjadi lemah, maka hidupku akan lenyap, ya..? Kalau begitu, aku akan menjadi lebih kuat! Dan mencapi puncak, kali ini aku telah menetapkan tujuanku! Aku akan berkultivasi sampai puncak!' pikir Xian Ji.


***


Waktu berlalu, akhirnya Xian Ji telah sampai ke tempat dimana murid akan dipromosikan. Tempat itu sangat kecil, tempat itu dinamakan "Tempat Promosi Murid", nama tempat yang sederhana dan juga jelas. Di tempat itu, ketika murid telah menembus ranah yang mencukupi, maka akan di promosikan ke pelantaran dalam atau inti. Hanya ada sedikit murid inti di dalam sekte White Cloud, murid inti setara dengan tetua. Jadi mereka bisa bebas keluar maupun masuk, bisa di bilang mereka bisa keluar kapan saja dari sekte dan masuk ke sekte lain, lalu kembali masuk ke sekte White Cloud. Itu benar-benar melukai harga diri sekte White Cloud.


Kembali ke Xian Ji, dia kali ini bertemu dengan pria berjubah hijau itu.


Tap... Tap... Tap...


"Hmm? Ada apa? Apa kau di tindas?" tanya pria berjubah hijau itu.


"... Saya ingin dipromosikan ke pelantaran luar, apakah bisa?" dia menjawab.


"Hmm... Coba tunjukkan jika kau telah mencapai ranah Kondensasi Qi" katanya dengan dingin.


"Baiklah" kata Xian Ji sambil tersenyum tipis.


Xian Ji kemudian meminjam belati pria berjubah hijau itu. Setelah di pinjamkan, Xian Ji kemudian menerbangkan belati itu. Walaupun belum sepenuhnya bisa menerbangkan belati itu, tapi itu sudah merupakan kehebatan. Pria berjubah itu yang melihatnya kemudian terkejut dengan apa yang dilihatnya kali ini, dan dia berpikir bahwa itu adalah tanda dimana sekte White Cloud akan bangkit.

__ADS_1


"Bagus! Ini, token murid pelantaran luar" katanya sambil memberikan token.


"Mulai sekarang, kau resmi menjadi murid pelantaran luar!" katanya sambil tersenyum senang.


"Umm... Senior, apakah anda tahu dimana tempat murid pelantaran luar?" tanya Xian Ji sambil mengusap kepalanya.


"Hmm..." pria itu kemudian menunjukkan arahnya dengan tangannya. Setelah Xian Ji tahu, dia kemudian pergi dari tempat itu.


"Terima kasih, senior! Kalau begitu, saya akan pergi dulu!" Ucap Xian Ji sambil menunjukkan rasa hormat dengan menepuk tangannya.


"Baiklah, kalau begitu hati-hati" katanya sambil melambaikan tangan.


Xian Ji berjalan dengan santai, tempat murid pelantaran luar tidak jauh dari tempat dimana murid pelantaran dalam tinggal. Sangat berbahaya bagi pelayan yang dipromosikan menjadi murid pelantaran luar, karena sering kali terjadi perkelahian disana. Itu dikarenakan sering kali ada banyak murid yang saling bertarung karena sumber daya.


Namun, hal itu tidak membuat Xian Ji takut, dia malah bersemangat karena berpikir bahwa energi spiritual di sana sangat banyak, dan kultivasinya akan semakin cepat.


Waktu berlalu, dia akhirnya sampai ke tempat dimana murid pelantaran luar berada. Tempat itu lebih baik dari pada tempat para pelayan tinggal, di tempat itu, ada sebuah pohon persik yang tinggi, dan hampir mencapai langit. Ada juga beberapa pohon yang sangat terurus, dan batu yang mempunyai ukiran. Itu sudah seperti taman. Tapi itu hanya pusatnya saja, bukan dalamnya.


Di dalam tempat dimana murid pelantaran luar tinggal, banyak sekali murid yang berkelahi. Bahkan sampai ada murid yang terbunuh. Sekte itu seperti tidak mempunyai hukum, itu dikarenakan sekte itu tidak mempunyai patriak. Hanya mempunyai beberapa tetua saja.


"Anak baru, serahkan semua yang kau miliki! Jika kau menyerahkan semua yang kau miliki, kami tidak akan membunuhmu!" teriak murid yang bernama Du Feng.


"...Tidak akan. Lagipula, kenapa aku harus menyerahkan yang kumiliki kepadamu?" katanya dengan dingin.


"Cih, hanya anak baru, berani bersikap angkuh dan arogan!" kata Du Feng dengan marah.


'Jika aku memulai pertarungan disini... Itu pasti akan menjadi masalah, tapi, sepertinya sekte ini tidak memiliki "Hukum", jadi jika seseorang akan berkelahi akan di biarkan. Kenapa sekte ini tidak ganti nama saja menjadi Dark Cloud?' pikir Xian Ji.


Bum!...


Dia dengan cepat melesat ke arah Xian Ji yang sedang teralihkan oleh pikirannya.

__ADS_1


"Heh, kau terlalu banyak berpikir! Bersiaplah, aku akan meninjumu, bocah!" teriak Du Feng.


Woosh!...


'Aneh sekali... Dia terasa lambat, bukankah dia telah mencapai Realm Condensation Qi tingkat kedua..?' pikir Xian Ji sambil melihat tinju Du Feng yang lambat.


'Kalau begitu... Aku hanya harus menghindarinya dan menendang lehernya!' pikir Xian Ji.


Xian Ji dengan cepat menghindari tinjunya dan menendang leher Du Feng dengan keras.


'Salurkan Qi ke ujung kaki, dan... Tendang lehernya!' pikir Xian Ji.


'Gerakan ini di alam manusia di sebut sebagai... Neck Kick!' .


Syuut!... Dhuak!!...


'Dia... Menendangku...?" pikir Du Feng.


Bruk...


Du Feng kemudian terjatuh dan pingsan, para murid di sekitar yang melihatnya kemudian terkejut. Karena tendangan Xian Ji tidak bisa mereka lihat, bisa di bilang itu sangat cepat.


"Fyuuh... Karena aku sudah selesai mengurusnya, saatnya pergi..." gumamnya sambil menghela nafas. Dia kemudian pergi dari sana dan lanjut pergi ke tempatnya.


Saat Xian Ji pergi setelah membuat Du Feng pingsan, mereka semua yang berada disana kemudian membawa Du Feng ke tempatnya dan mengobatinya.


Kembali ke Xuan Ji, dia kali ini sampai ke tempatnya. Itu tidak begitu buruk, malahan lebih bagus dari sebelumnya. Dia kemudian masuk dan melihat bahwa kasurnya berbeda dengan kasur yang di miliki dirinya saat menjadi pelayan.


Karena Xuan Ji lelah, dia memutuskan untuk tidur.


Kembali Ke Du Feng. Du Feng terbangun dari pingsannya, terlihat bahwa dia sedang memegang kepalanya seperti sedang berpikir keras.

__ADS_1


"Dia bukan manusia... Dia pasti bukan manusia..." pikir Du Feng.


Pengenalan: Du Feng adalah murid pelantaran luar yang dihormati karena dia cukup hebat disitu, dia memiliki beberapa koneksi dengan murid pelantaran dalam. Maka dari itu mereka semua yang berada di pelantaran luar menghormatinya.


__ADS_2