
"Fyuuh... Akhirnya aku telah selesai menerobos, dan kali ini aku berhasil menerobos sampai lapisan keempat karena pohon ini...!" gumamnya.
'Aku merasa bahwa semua inderaku semakin tajam... Bahkan aku bisa merasakan keberadaan seseorang dalam jarak 4 mil!' gumamnya. Nampak kebahagiaan di wajah Xian Ji dan bahkan senyuman yang manis.
"Sekarang, aku butuh penjelasan darimu, pohon kultivasi!" kata Xian Ji dengan nada yang tinggi.
Pada saat dia bertanya sambil melihat ke arah pohon, pohon itu tidak merespon. Xian Ji lalu memikirkan sesuatu yang tidak masuk akal, yaitu mengubah penyebutannya menjadi Buxiu Shu(Pohon Abadi).
"Hah... Buxiu... Kau mendengarkanku, kan?" kata Xian Ji dengan nada yang rendah.
'Buxiu...? Bagaimana mungkin...' pikir Pohon itu.
Xian Ji kemudian menyentuh pohon itu lalu berkata, "Jelaskan padaku, kenapa kau membantuku? Xiu Shu?" dengan dingin.
"...Itu karena kau, mirip seperti masterku" kata Bixiu.
Xian Ji yang mendengar hal itu langsung terkejut. Dia lalu bertanya, "Aku mirip mastermu? Memangnya dia siapa?" sambil menunjuk dirinya.
"...Masterku adalah orang yang sangat hebat, dulunya dia di kenal sebagai "Sword Emperor", karena dia bisa membelah langit serta lautan hanya dengan 1 gerakan. Dia juga disebut sebagai "God Of Lower-realm", itu karena kekuatannya melampaui semua kultivator yang berada di alam bawah dan juga dia sangat mendominasi, bahkan mungkin immortal yang baru naik tidak bisa melawannya..." jawab Bixiu.
"...Lalu siapa nama mastermu? Dan apakah ia sudah mati?" tanya Xian Ji sambil merenung.
"...Mungkin namanya adalah Yang Ji, dan mungkin saja ia sudah pergi ke atas dan menjadi immortal..." dia menjawab seperti sedang berpikir.
'Mungkin... Ya?' pikir Xian Ji.
Xian Ji lalu menghela nafas, dia lalu pergi dari pohon itu sambil merenungkan dirinya. Saat mendengar cerita yang di ceritakan dia merasa sedikit sedih mendengarnya.
Waktu berlalu, hari telah menjadi malam, terlihat Xian Ji saat ini sedang berkultivasi di ruangannya. Dan kali ini dia mencoba untuk meningkatkan kekuatan dari Flame Serpent. Dia berpikir jika dia meningkatkan kekuatan Flame Serpent miliknya, dia akan bisa melawan orang yang menindasnya.
"Flame Serpentku saat ini mungkin masih berada di Tahap ke-1, karena ranahku telah meningkat, maka aku harus bisa membuat Flame Serpent ini menjadi Tahap ke-2" gumamnya.
Xian Ji lalu duduk dan menarik napas dalam-dalam, dan menutup matanya. Setelah itu mencoba untuk mengkosongkan pikirannya dan berkultivasi. Dia merasa bahwa aliran energi spiritualnya tidak stabil, dia pun terkejut dan berpikir bahwa itu ulah dari Pohon Abadi. Tapi tidak ada kerutan ada kedengkian di wajah Xian Ji, dia malah tersenyum dan lanjut berkultivasi. Itu dikarenakan Pohon Abadi telah membantunya untuk mencapai Lapisan keempat dari Realm Qi Condensation.
__ADS_1
Waktu berlalu, dan pagi hari telah tiba, akhirnya aliran energi spiritual di dalam tubuhnya telah menjadi stabil. Xian Ji kemudian menghela nafas dan membuka matanya.
"Aliran energi spiritualku akhirnya menjadi stabil, dan... Aku tidak menyangka bahwa hari telah berganti" gumam nya sambil melihat ke jendela.
Xian Ji kemudian berdiri dan memegang pinggangnya. Dia lalu menyipitkan matanya.
"Bukankah ini adalah awal dari bulan November? Aku mendengar bahwa besok akan diadakan pembagian pil di pusat" gumam Xian Ji.
Xian Ji lalu keluar dari tempatnya, seperti hari-hari biasanya, dia menghirup udara yang segar. Setelah Xian Ji menjadi ketua dari murid pelantaran luar, jarang sekali ada perkelahian. Malahan murid pelantaran luar kali ini lebih fokus berkultivasi daripada memulai perkelahian.
Saat Xian Ji keluar, dia di sapa oleh beberapa murid pelantaran luar.,Namun ada beberapa yang tidak menyapanya. Walaupun begitu, Xian Ji tetap tersenyum dan menyapa murid pelantaran lainnya, dia pun pergi mengunjungi Zhang Du.
Sesampainya di tempat Zhang Du, Xian Ji mengetok pintu masuk tempatnya. Zhang Du yang mendengarnya kemudian membukakan pintunya, di dalamnya sangat bersih. Lebih bersih daripada tempat milik Xian Ji. Dia yang melihatnya kemudian terkejut dan tidak menyangka bahwa Zhang Du adalah orang yang rajin. Xian Ji lalu tersenyum tipis.
"Tunggu sebentar, ketua. Saya akan membuatkan anda teh" katanya sambil tersenyum.
"Hmm... Baiklah" kata Xian Ji.
Zhang Du kemudian pergi ke dapur untuk membuat teh.
***
Xian Ji dengan santainya mengambil teh itu lalu meminumnya. Zhang Du yang melihat Xian Ji meminum teh buatannya dengan santai kemudian terkejut, itu karena Xian Ji tidak bertanya seperti "Apa ada racun di teh ini?" atau "Tidak ada racun kan di teh ini?".
Glup!... Glup!... Glup!...
"Phew! Tehmu rasanya sangat enak, bagaimana kau bisa membuat teh seperti ini, Zhang?" katanya sambil tersenyum.
"Emm... Saat saya masih kecil, saya di ajari oleh kakek saya untuk membuat teh yang manis dan enak untuk di minum.." katanya sambil merasa malu.
"Ooh! Kakekmu pasti adalah seorang dewa!" katanya dengan nada yang tinggi.
Zhang Du merasa sangat malu mendengarnya. Xian Ji kemudian lanjut meminum tehnya sampai habis, begitu juga dengan Zhang Du.
__ADS_1
"Jadi... Apa yang membuatmu kesini, ketua?" tanya Zhang Du.
"...Bukankah besok akan ada pembagian pil di pusat?" dia menjawab dengan dingin.
"I-Itu benar.." Zhang Du merasa gugup.
"Maka dari itu, siapapun yang telah berada di lapisan ketiga maupun keempat dan sebentar lagi menerobos, maka mereka harus bisa menyisihkan 1 Pil untuk dibagikan ke yang lain yang berada di tingkat kesatu atau kedua, bagaimana menurutmu?" tanya Xian Ji.
"Kita tidak bisa langsung membuat keputusan seperti ini, kita harus bicara kepada yang lainnya, untuk memutuskan tentang hal ini" dia menjawab sambil bersikap serius.
"Baiklah, kalau begitu mari kita temui yang lainnya dan bicarakan hal ini" kata Xian Ji.
"Ya" katanya.
Mereka berdua kemudian pergi dan mengunjungi lainnya. Mereka berjalan santai, dan menikmatinya.
Waktu berlalu, Xian Ji dan Zhang Du akhirnya sampai ketempat dimana yang lainnya berkumpul. Para murid pelantaran luar yang melihat bahwa Xian Ji dan Zhang Du berjalan bersama kemudian terkejut, karena mereka tidak menyangka bahwa Zhang Du yang mereka kira bisa berjalan bersama dengan Xian Ji yang baru saja jadi ketua.
"Ke-ketua..?" mereka merasa gugup.
"Hm? Apa ada yang salah?" tanya Xian Ji.
"Ti-Tidak..." mereka menjawab dengan takut.
"Kalau begitu... Aku akan langsung ke intinya, ada yang ingin kubicarakan dengan kalian semua" katanya dengan dingin.
Xian Ji kemudian membicarakan tentang hal-hal yang penting yang ingin disampaikan olehnya. Seperti pembagian pil, pengaturan tugas, dan sebagainya. Mereka mendengarkan dengan baik, bisa di bilang itu benar-benar baik. Ada yang mengeluh, Xian Ji lalu membalasnya, jika ada yang tidak setuju tentang masalah pembagian pil, Xian Ji akan menanyakan alasan kenapa dia tidak setuju dengan hal itu.
'Xian- tidak, ketua yang aku lihat kali ini, dia benar-benar memiliki kebajikan dan kebijaksaan di dalam dirinya' pikir Zhang Du sambil tersenyum.
'Aku harap kami akan bisa seperti ini... Sampai kami menyaksikan Ketua naik..' pikir Zhang Du.
***
__ADS_1
Pengenalan: Zhang Du, merupakan murid pelantaran luar yang terkuat diantara yang lain. Ranahnya telah mencapai puncak dari Kondensasi Qi lapisan keempat, hanya sedikit lagi baginya untuk bisa di promosikan menjadi murid pelantaran dalam. Dia memakai baju berwarna biru dan mempunyai luka seperti tebasan di wajahnya.