Aku Harus Menjadi Abadi

Aku Harus Menjadi Abadi
Bab 5: Kondensasi Qi lapisan ke-4


__ADS_3

Setelah Xian Ji memunculkan ular api itu, dia kemudian kembali memadamkannya lalu tidur. Sampai pagi hari tiba.


Waktu berlalu, terlihat Xian Ji yang sedang berkultivasi di bawah pohon berdaun hitam. Pohon itu sangat tinggi dan hampir mencapai langit, dikatakan pohon itu merupakan pohon kultivasi yang telah hidup selama ribuan tahun, dan konon katanya pohon itu dirawat oleh patriak Hao. Pohon itu sekarang jarang dikunjungi, murid-murid dari pelantaran dalam bilang bahwa pohon itu sudah tidak berguna lagi, bisa di bilang pohon itu diasingkan oleh sekte itu sendiri. Bahkan tetua dari sekte itu jarang sekali berkunjung, kecuali murid pelantaran dalam, Xu Xin.


Alasan mengapa Xian Ji berkultivasi di bawah pohon itu karena dia merasa nyaman, dia merasa bebas, dan merasa tentram.


'Berkultivasi di bawah pohon ini, itu benar-benar nyaman, udara yang berada di sini juga sejuk dan tidak berdebu. Kenapa pohon ini diasingkan...? Para murid dan tetua itu pasti bodoh' pikir Xian Ji sambil tersenyum tipis.


Waktu berlalu, Xian Ji akhirnya selesai berkultivasi di bawah pohon itu.


"Fyuuh... Aku telah selesai berkultivasi di bawah pohon ini, dan aku mendapat sedikit kemajuan saat berkultivasi di bawah pohon ini" gumamnya.


"Karena aku telah selesai berkultivasi, aku harus membuat pohon ini kembali segar. Siapa tahu pohon ini bisa menjadi pohon yang sama yang di ceritakan dalam legenda" gumamnya sambil memegang pohon. Xian Ji lalu pergi mencari Zhang.


Xian Ji tidak ingin berteriak keras untuk memanggilnya, itu karena dia ingin berjalan dengan santai dan merasakan angin yang sejuk.


Waktu berlalu, akhirnya Xian Ji sampai ke tempat dimana Zhang dan yang lainnya berkumpul.


Tap... Tap... Tap...


"Siapa disana!? Tunjukkan dirimu!" teriak Zhang.


"Ini aku" kata Xian Ji dengan nada yang rendah.


"Ke-ketua...?" dia terkejut, dia lalu menoleh ke belakang dan menganggukan kepalanya.


"Salam, ketua!!" hormat Zhang kepada Xian Ji sambil menuduk.


"Berdirilah" kata Xian Ji sambil melambaikan tangannya ke atas.


"Baik!" teriak Zhang dan yang lainnya, mereka kemudian berdiri.


"Ada yang ingin kutanyakan kepada kalian, kenapa pohon yang sangat besar dan tinggi itu seperti tidak ada yang mengunjunginya?" tanya Xian Ji.


"Umm... Itu karena..." Zhang ragu-ragu untuk menjawab.


"Kenapa kau ragu-ragu? Katakanlah" kata Xian Ji.


"Ya..." dia kemudian menceritakan tentang pohon itu.

__ADS_1


***


Waktu berlalu, akhirnya Zhang selesai menceritakannya.


Berdasarkan apa yang di ceritakan olehnya, pohon itu dinamakan pohon kutukan. Karena pernah ada murid yang berkultivasi di pohon itu dan secara tiba-tiba dantiannya pecah. Hal itulah yang membuat pohon itu disebut sebagai pohon kutukan, pohon itu dikatakan hanya akan membawa kutukan kepada murid yang berkultivasi di bawah pohon itu.


Xian Ji yang mendengarnya cukup heran, karena pada saat dia berkultivasi dia merasa nyaman, dan tidak merasakan hawa yang mengerikan di balik pohon itu. Xian Ji kemudian mengucapkan terima kasih kepada mereka dan pergi dari sana. Dia kemudian memutuskan untuk memastikan bahwa yang di dengarnya itu merupakan hal yang salah.


Dia tidak menanyakan kepada murid pelantaran yang lain, yang sibuk berkultivasi. Ataupun murid dalam yang sering menindas, dia menanyakan hal itu kepada pohon itu sendiri.


Waktu berlalu, akhirnya Xian Ji sampai ke tempat dimana pohon itu berada. Dia lalu menyentuh pohon itu, dan bertanya.


"Kau... Kenapa kau diasingkan?" kata Xian Ji sambil menyentuh pohon itu.


Xian Ji kemudian menunggu jawabannya,namun pohon itu tidak menjawabnya, Xian Ji kemudian menghela nafas dan pergi. Dia pergi mengambil buku teknik kultivasinya, dia lalu duduk bersandar di bawah pohon itu. Sambil membaca buku teknik kultivasinya, dia terus-terusan bergumam, "Kenapa pohon ini tidak menjawabku? Apa dia malu? Mungkinkah dia bodoh dan tidak mempunyai kesadaran?". Xian Ji yang merasa bosan kemudian duduk dan berkultivasi di bawah pohon itu.


Waktu berlalu, hari mulai malam, dan Xian Ji akhirnya selesai berkultivasi. Dia lalu berdiri, dia lalu berbalik dan menyentuh pohon itu, dia lalu menghela nafas dan pergi ke tempatnya. Dia lalu tidur.


Keesokan paginya...


Xian Ji bangun dari tidurnya, setelah itu dia membaca buku kultivasinya dan berkultivasi di ruangannya, kali ini dia bertujuan untuk menerobos.


Dia pergi ke pohon kutukan, dan duduk bersandar dibawahnya. Para murid pelantaran luar yang melihatnya kemudian terkejut melihat bahwa Xian Ji sedang duduk bersandar di bawah pohon itu. Xian Ji yang melihatnya kemudian menyuruh salah satu murid untuk pergi ke pohon itu, lalu duduk bersamanya. Murid itu gemetaran, Xian Ji kemudian menghela nafas dan dia bilang, "Jika kau takut, maka pergilah, aku akan tidur dibawah pohon ini" sambil tersenyum tipis.


Murid itu merasa bahwa jika ia pergi ke pohon itu, ia akan mati. Namun dia tetap berani untuk pergi ke pohon itu dengan kakinya yang gemetaran. Xian Ji yang melihatnya kemudian tersenyum.


'Oh... Dia adalah orang yang takut, namun berani... Jika dia bisa kesini... Aku akan membolehkannya pergi, hehe~' pikir Xian Ji.


Tapi yang ada dipikiran murid itu berbeda.


'A-aku takut, bagaimana jika aku mendekat dan aku mati? Tidak... Jika aku tidak kesana, murid-murid lain pasti akan meremehkanku dan pergi dariku!' pikirnya sambil merasa cemas. Dia kemudian menelan ludahnya dan menutup matanya, lalu berjalan dan secara tidak sadar dia sampai ke pohon itu.


Tap!


. . .


'Dia... Berhasil!' pikir semua murid yang melihatnya.


"Bukalah matamu" kata Xian Ji.

__ADS_1


"A-Apakah aku sudah mati...?" katanya sambil gemetaran.


"Kau tidak mati, bukalah matamu!" kata Xian Ji dengan nada yang tinggi.


"Tidak akan!!" teriaknya.


"Jika kau tidak membuka matamu, kubunuh kau!" ancam Xian Ji.


"Baik,baik!" dia kemudian membuka matanya.


Saat dia membuka matanya, dia terpesona dengan wajah Xian Ji.


'Melihatnya dari dekat begini... dia sangat tampan, bahkan aku yang biasanya cuek terhadap orang lain saja... Bisa mengakui ketampanannya!' pikirnya sambil memerah.


"Huh...? Kenapa kau menatapku!? Apa kau sudah gila?" kata Xian Ji sambil terkejut.


"A-Ah.. Ti-tidak, a-aku hanya terpesona dengan wajah anda.." wajahnya memerah.


Xian Ji yang mendengar apa yang dikatakannya membuatnya terkejut.


'Hah? Terpesona..? Dengan wajahku...? Memang benar bahwa aku itu tampan, tapi... Mendengar dia berkata bahwa dia terpesona oleh wajahku... Apakah aku sebegitu tampannya?' pikirnya sambil menggertakan gigi.


"Terima kasih atas pujiannya, kalau begitu... Pergilah" kata Xian Ji sambil menatap


Murid itu terkejut mendengar Xian Ji berkata seperti itu, dia menahan tangisannya dan pergi dengan rasa kecewa. Xian Ji yang melihat dia pergi dengan murid lainnya kemudian menghela nafas.


"Hah... Dia benar-benar malu saat melihatku dengan dekat, dan pada saat aku menyuruhnya pergi, dia menahan tangisannya dan kekecewaan nya lalu pergi" gumam Xian Ji.


Setelah kejadian itu, Xian Ji lalu mencoba untuk berkultivasi. Tidak lama setelah dia mencoba untuk berkultivasi, dia merasa bahwa ada energi spiritual yang berbeda yang masuk ke dalam tubuhnya. Dia yang merasakan hal itu kemudian kaget, dia menebak bahwa yang melakukan itu tidak lain adalah Pohon Kutukan.


"Kau... Kenapa kau membantuku..?" Xian Ji bertanya sambil menggertakan gigi. Namun tidak ada jawaban dari pohon itu.


'Cih, tidak ada jawaban ya..? Tapi dengan dia yang mengirimkan energinya kepadaku, itu akan membantu diriku untuk menerobos!'


Swoosh!!


Xian Ji kemudian menerobos ke Kondensasi Qi lapisan keempat.


Note:Tingkat di ganti menjadi Lapisan.

__ADS_1


__ADS_2