Aku Membenci Kakak Iparku

Aku Membenci Kakak Iparku
Bab 2


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Diruang makan semua sudah berkumpul untuk menikmati makan malam,


suasana diruang makan hening hanya terdengar dentingan sendok.Agatha yang moodnya gak bagus karena kejadian tadi sore hanya diam dengan pandangan sendu


"Ta kamu kenapa kok lesu gitu,Ada masalah?" Tanya Ayah Agatha yang sejak tadi memperhatikan Agatha.


" Eh,Gatha gak papa kok yah,lagi banyak tugas sekolah aja" Jawab Agatha menunduk karena gak mau kelihatan sedang berbohong.


"Beneran gak ada masalah yang lain ta"Tanyanya lagi masih tak percaya dengan jawaban sang anak.


"Beneran yah,Gatha gak bohong"jawab Gatha sambil tersenyum tulus ke Ayah.


"Ya sudah lanjutin makannya"


"iya yah".


"Gak usah ngedrama deh ta"ucap Dio berbisik ke telinga Agatha.


Agatha hanya diam tanpa mau menjawab omongan sang kakak,Dia hanya ingin cepat menyelesaikan makannya.


"Gatha udah selesai Yah Bun,Gatha masuk dulu kekamar mau ngerjain tugas" Pamit Gatha.


"Ya udah jangan begadang yah ta"Ujar sang ayah memperingati Agatha.


"Iya yah" Sahut Agatha,Sebelum melangkah meninggalkan ruang makan dan melangkah ke lantai atas masuk kekamar.


Agatha hanya berdiam diri didepan jendela, Dia berbohong kepada sang Ayah hanya untuk menghindari tatapan sang Bunda yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.


Entah Agatha harus bagaimana? Apa salah dirinya sehingga Bunda gak terlalu menyukainya. Apakah dirinya bukan Anaknya? Makanya sikap bunda Kaya gitu sama Agatha, itu yang selalu ada dibenak Agatha karena Bunda begitu lembut saat bersama Dio sang kakak.

__ADS_1


tok......


tok.....


tok....


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Agatha.


"Ta Ayah boleh masuk?"Terdengar Suara Ayah dibalik pintu.


"Masuk aja yah gak dikunci kok" Sahut Agatha.


"Kamu kenapa hem?" Tanya Ayah menepuk puncak kepala Agatha pelan.


"Gatha gak papa kok yah"Sahut Gatha lirih.


"Ta Ayah tahu kamu bohong,Kamu paling gak bisa berbohong sama Ayah ta. kamu gak mau cerita sama ayah hem? Apa ini masalah Bunda lagi?" Tanya sang Ayah, karena dia tahu pasti bermasalah lagi dengan sang istri.


Agatha memandang sang Ayah sendu, Dia selalu berfikiran kalau dia bukan anak kandung Ayah dan Bundanya tapi kadang juga selalu menampik fikiran itu.


"Yah kenapa Bunda gak pernah suka sama Gatha yah, ke..na..pa Yah? Kenapa sikap Bunda beda kalau lagi sama kak Dio yah, Apa Aku bukan anak kandung kalian.


Kenapa yah,dari kecil sampai sekarang Bunda masih kayak gitu? Kenapa bunda selalu marah sama Gatha tanpa tau apa salah Gatha yah...?" Tanya Gatha terisak dipelukan sang Ayah.begitu terdengar memilukan.


Dielusnya rambut panjang sang putri. memeluknya dengan penuh kehangatan dan menenangkan.Dia mendengarkan segala unek unek sang putri yang dia tahu selalu dipendam selama ini sendirian.


"Dengerin Ayah ta,kamu Putri Ayah dan bunda .Maafin semua sikap bunda kamu ta,tapi percaya lah ta bunda pasti sayang sama kamu gak ada seorang ibu Yang gak sayang sama anaknya,begitu pula dengan bunda ta, bunda hanya..."


" Hanya apa yah kenapa gak dilanjutin" Tanya Agatha yang melihat sang Ayah diam tidak melanjutkan ceritanya.


Ayah masih diam menghela napas pendek, berfikir apa harus melanjutkan ceritanya atau tidak.

__ADS_1


"Sudah malam ta,kamu istirahat ya besok sekolah" jawab Ayah mengalihkan karena belum siap untuk menceritakan semuanya kepada Agatha.


" Tapi yah..."


"Ta.." sebelum Agatha mau memprotes dengan tegas Ayah menyela.Agtha hanya diam tanpa berani melihat wajah sang Ayah.


"have a nice dream sayang."


Cup


Mencium puncak kepala Agatha dan berlalu meninggalkan Agatha yang masih ingin meminta penjelasan,meninggalkan Agatha dengan begitu banyak pertanyaan yang gak tahu harus bertanya kepada siapa lagi.


Agatha hanya memandang punggung sang Ayah yang mulai menjauh sebelum benar benar tidak terlihat setelah pintu tertutup.


sebenarnya di masa lalu ada apa sampai bunda begitu membenci dirinya.


Apakah begitu fatal kesalahannya? banyak pertanyaan yang muncul di benak Agatha tapi dia tak tau harus bertanya ke siapa?


Ayah? tadi saja gak mau melanjutkan ceritanya


Kak Dio? hahh apa lagi kak Dio,dia akan langsung pergi tanpa mau menjawab.


Bunda? tersenyum miris membayangkan apa yang terjadi jika dia bertanya kepada Bundanya.


Malam semakin larut tapi Agatha masih saja terjaga tidak bisa memejamkan matanya, Dia masih penasaran kenapa Bundanya sangat membencinya. Tapi dia tak tahu harus bagaimana, Gatha yang sedari kecil gak pernah merasakan kasih sayang sang Bunda, Kelembutan Bunda hanya untuk sang kakak


Gatha selalu iri saat melihat kehangatan sang Bunda saat sedang bersama Kakaknya, Bicaranya yang penuh kelembutan, Sikap kasih sayangnya.


Tapi saat bersamanya tak ada kelembutan dan kehangatan. Yang ada hanya tatapan kebencian, Berbicara dengan nada keras.


Agatha juga ingin merasakan pelukan penuh kehangatan sang Bunda tapi...

__ADS_1


Entah lah Agatha tak tahu sampai kapan dia harus bersabar menanti semua itu.


Disetiap do'anya dia selalu memohon agar tatapan kebencian sang Bunda menjadi tatapan penuh kasih sayang..


__ADS_2