
Agatha duduk dikursi paling pojok memandang lurus kedepan tapi pandangannya kosong, Pagi ini Agatha berangkat pagi sekali suasana sekolah juga masih sepi hanya ada berapa siswa yang sedang piket.
Ting
Ting
pesan masuk di ponsel Agatha mengalihkan pandangan Agatha. Dia mengambil ponselnya disaku roknya melihat pesan dari siapa.
Kutub👻
..."Ada aku"...
"Jangan sedih"
Agatha tersenyum membaca pesan itu saat mau membalas terdengar teriakan seseorang
"Gathaaaaaaaa"
Agatha menatap tajam sahabatnya yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Ck,ngeri sekali tatapanmu itu ta" ucap Dea terkekeh kecil
"Gimana ta kabar loe" Tanya Dea
Agatha mendesak kesal mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
"Loe liat sendiri Gue baik kan de"Jawab Agatha
"Ta gue tau loe lagi gak baik baik aja loe gak bisa nyembunyiin kesedihan loe itu dari gue, Gue kenal loe dari kecil ta Gue hafal ekspresi loe itu. Loe gak mau cerita ke gue ta?" Ucap Dea menatap Agatha tajam
"Bukan Gue gak mau cerita de Gue cuman takut loe sama rara bosen dengerin cerita Gue yang selalu sama masalahnya."Sahut Agatha lirih.
"Ta kenapa loe bisa berfikir kaya gitu kita semua bakal selalu ada buat loe"Sahut Rara yang baru datang dan mendengar omongan Agatha dan Dea.
"Tuh ta dengerin,kita semua gak bakal bosen atau apa lah yang ada dipikiran loe itu."ujar Dea memeluk Agatha
"Thanks gaes kalian sudah seperti saudara buat gue."
perbincangan mereka terhenti saat bel masuk berbunyi.
"Ck"Dea mendecak kesal
"kapan sih sekolah libur pusing kepala Gue belajar Mulu" sungut Dea sambil berdiri untuk duduk di depan Agatha.
"Gak usah ngedumel deh Loe de pak Mamat denger mampus loe" Ucap Rara
"Eh ini pelajaran pak Mamat guru menyembalkan itu, Ya ampun mending tadi Gue bolos aja" ujar Dea
"Udah diem tu pak Mamat udah masuk" Ucap Agatha menyela perdebatan sahabatnya.
...****************...
Jam istirahat Agatha dan kedua sahabatnya sedang berada di kantin, Mereke sedang menikmati makannya.
"Ta liat deh si Ros ganjen banget deh nempelin Revan Mulu." ucap Dea
Agatha yang sedang makan akhirnya menoleh ke arah dimana Revan dan para sahabatnya sedang duduk, disana terlihat kalau Rosa sedang mencoba mendekati Revan tapi seperti biasa Revan hanya diam tak menanggapinya.
Agatha hanya tersenyum melihatnya.
"Biarin aja sih de kenapa loe sewot banget deh" bukan Agatha yang menyahut tapi Rara
"Iya lah Gedeg banget gue sama noh cewek kaya gak punya malu udah tahu Revan gak suka masih aja Deket Deket." Ujar Dea mendengus kesal.
Agatha dan Rara hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Udah yuk cabut, bentar lagi bel masuk" Ucap Agatha seraya berdiri melangkah meninggalkan kantin.
Mereka semua berjalan menuju kelas.
Ting
Ting
Pesan masuk di ponsel Agatha menghentikan langkah Agatha, Melihat Agatha berhenti Dea dan Rara juga ikut berhenti. Agatha mengambil hp disaku roknya melihat siapa yang mengirimi pesan.
...kak Dio...
"Dek"
"gue minta tolong nanti kalau loe udah pulang sekalian mampir ke rumah cewek gue ya Sifa dan bawa kerumah gue gak bisa jemput dia soalnya
...Agatha...
" Tapi aku kan gak tahu rumahnya kak?"
...Kak Dio...
"Nanti Sifa bakal hubungin loe"
...Agatha...
"ya" balas Agatha singkat. Dia rasanya malas sekali harus kerumah orang yang belum dia kenal.
"Kenapa ta? Terus pesan dari siapa?kok muka loe langsung bete gitu." Tanya Dea
"Kak Dio,Minta gue jemput ceweknya dirumah dan disuruh bawa kerumah." jawab Agatha dengan lesu.
" Lah emang kakak loe kemana? kenapa gak dia aja yang jemput?"tanyanya lagi
"katanya gak bisa jemput ada urusan" jawab Agatha setelah duduk di bangkunya.
"Ok" jawab Agatha singkat.
...----------------...
Setelah bel berbunyi tanda pulang,Agatha dan kedua sahabatnya berjalan ke arah parkir.
"Ayo ta cepetan panas ini gue mau cepet cepet nyampe rumah gue pengin rebahan, Astagfirullah kenapa hari ini panas banget dah."Ajak Dea ke Agatha sambil menarik tangan Agatha.
"Sabar Napa de."Ucap Agatha terkekeh
"Kalau gak pengin kepanasan naik mobil noh."Ujar Rara sinis
"Ntar gue minta ke bokap buat beliin mobil."Jawab Dea sambil tertawa.
"Ya udah gue duluan yah"kata Rara sambil menjalankan motornya.
"Ok hati hati ya" teriak Dea karena melihat Rara sudah menjalankan motornya.
Rara hanya mengacungkan jempolnya. Setelahnya Agatha dan Dea juga meninggalkan area parkir menuju ke komplek perumahan Dea karena Sifa pacar sang kakak juga satu komplek dengan Dea.
"Nih rumahnya ta, Tapi gue gak bisa nemenin ya ta gue langsung pulang." kata Dea
"Iya de gak papa thanks ya udah ngasih tahu rumahnya."jawab Agatha
"Sama sama,kalau gitu gue cabut..Daaahhh" Pamit Dea seraya meninggalkan Agatha didepan rumah Sifa.
"Ck" Agatha mendecak kesal,Dia bingung harus apa sekarang. dia akhirnya mengambil ponselnya buat ngabarin ke kakaknya kalau dia sudah sampai di rumah Sifa.
Tapi dia melihat ada nomer baru yang mengirimi pesan,Agatha membukanya dan membaca pesan yang ternyata itu dari Sifa yang memberi tahu lokasi rumahya.
__ADS_1
Agatha membalas pesannya dan mengatakan kalau dia sudah sampai.
beberapa menit akhirnya ada yang keluar dari rumah yang bisa Sifa tebak dia Sifa.
" Udah lama ya nungguin ya maaf ya." Kata kak Sifa lembut
"Ah gak papa kok kak, Aku juga baru nyampe kok " Jawab Agatha
"Ya udah langsung jalan aja yuk tadi kakak kamu udah ngabarin kalau dia udah dijalan mau pulang." Ucap Kak Sifa seraya menaiki motor Agatha
"Eh ini gak papa kak Sifa yang bawa?"Tanya kak Sifa.
"Gak papa " jawab Agatha singkat.Agatha mendecih kecil udah naik baru nanya batin Agatha
selama diperjalanan Agatha hanya diam dia akan menjawab pertanyaan Sifa saja kalau ditanya.
setelah 20 menit akhirnya mereka berdua sampai dirumah Agatha.
"Assalamualaikum" salam Agatha seraya membuka pintu rumah
"Ayo masuk kak."Agatha mempersilahkan Sifa masuk ke dalam
"silahkan duduk dulu kak,Kayanya kak Dio belum nyampe."kata Agatha
"iya makasih ya, kalau bunda kemana"tanya Sifa tanpa rasa canggung sedikit pun
"Emm mungkin lagi keluar,Kalau gitu aku masuk kekamar dulu kak mau ganti baju,mungkin kak Dio bentar lagi sampe."Pamit Agatha
"iya udah ta,Nanti kamu turun lagi kan nemenin kakak" jawab Sifa
"iya kak"jawab Agatha seraya meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamar, Udah berasa jadi istri aja ya manggil Bunda Agatha membatin.
setelah sampai dikamar Agatha langsung ganti baju dan berbaring ditempat tidur rasanya malas sekali mau turun dan nemuin Sifa. Tapi karena tadi dia sudah mengatakan iya akhirnya Agatha turun kebawah untuk menemui Sifa tapi saat sudah sampai ditangga terakhir terdengar gelak tawa dari ruang tamu.
Agatha melangkah pelan menuju ruang tamu dia berdiri dibalik tembok yang menghubungkan ruang tamu dan ruang untuk bersantai. Agatha melihat kehangatan Bunda ke Sifa, padahal mereka baru bertemu, tatapan cinta sang kakak juga sangat terlihat, sedangkan ke Agatha hanya tatapan benci.Dia hanya tersenyum miris kenapa saat bersamanya kehangatan itu gak ada.
Mereka semua tertawa lepas tanpa mereka tahu ada sosok yang terluka melihat kebersamaan mereka.
Agatha berbalik meninggalkan ruang santai menuju kamarnya dia gak sanggup harus melihat kebersamaan mereka.
Agatha masuk kekamar dan mengunci pintu kamarnya, lebih baik dia mengurung di kamar dari pada harus ikut berkumpul tapi tidak dianggap
Agatha menangis pilu ditempat tidur dia merasakan sesak mengingat bunda dan kakaknya yang membencinya.
Agatha tertidur setelah menangis,melupakan sejenak kejadian yang dia liat tadi,melupakan orang orang dibawah yang terlihat bahagia tertawa bersama.
sedangkan diruang tamu mereka asyik bercengkrama sampai sore.
"Bunda masuk kekamar dulu ya mau mandi"kata bunda
"iya Bun terus istirahat ya jangan capek capek Bun"Sahut Dio menatap bundanya penuh kasih sayang
"iya sayang,nanti kalau Sifa mau pulang anterin aja gak usah pamit sama bunda ya Sif, Bunda mau istirahat."jawab bunda seraya berdiri dan pergi kekamar.
"Iya Bun,selamat istirahat Bun" ujar Sifa tersenyum
"Kok aku gak liat Agatha ya Yo dari tadi." tanya Sifa ke Dio sambil melihat ke arah lantai dua.
"Mungkin ketiduran kali dia." jawab Dio cuek
"iya kali yah."
"Anterin aku pulang yuk yank."
"ya udah ayo"jawab Dio berdiri dan mengenggam tangan sifa.mereka keluar bersama dan masuk ke mobil Dio.
__ADS_1
dari arah balkon Agatha melihat kemesraan mereka hanya tersenyum lalu masuk kedalam kamar.