
Agatha terbangun saat matahari akan terbenam melirik ke arah jam ternyata sudah mau Maghrib Agatha lalu bangun langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih dan melaksanakan sholat.setelah 20 menit Agatha selesai dan memulai sholat.
Setelah selesai sholat Agatha duduk dikursi belajar setelah melepas mukenahnya dan menaruh di tempatnya.
Agatha membuka buku memulai belajar sambil menunggu waktu makan malam.
tok
tok
tok
"Iya bentar" sahut Agatha yang mendengar ketukan pintu dari luar
Ceklek
Agatha membuka pintu dan melihat bibi yang berdiri didepan pintu kamar.
" Ada ada bi?" tanya Agatha
"Non disuruh turun sama tuan buat makan malam" Jawab bibi
" Iya bi ini Agatha mau turun, ya udah kita turun sekarang bi" menggandeng tangan bibi dan mengajak turun bersama.
Agatha memang selalu baik dengan para pekerja dirumahnya dia tak membedakan antara majikan dan pembantu.
Agatha melihat di ruang makan hanya ada Bunda Rima dan Ayah tama tidak ada kak Dio.
"ya udah bibi ke dapur dulu ya non" kata bibi pamit ke Agatha
"iya bi" jawab Agatha sambil berjalan ke arah ruang makan duduk didepan ayah Tama
"Ayo ta kita makan dulu" kata ayah
"iya yah"
__ADS_1
seperti biasa Agatha melihat perhatian bunda ke ayah mengambilkan makanan untuk ayah tama. Agatha tersenyum bahagia melihat keharmonisan orang tuanya walaupun kadang mereka berbeda pendapat tapi mereka selalu menyelesaikan masalah mereka dengan baik baik.
Kak Dio mungkin lagi pergi kerumah pacarnya karena tumben gak ikut makan bersama.
setelah selesai mereka menuju ruang keluarga hanya untuk bersantai bersama sekedar mengobrol walaupun sikap Bunda ke Agatha belum berubah tapi Ayah Tama selalu membuat suasana tetap nyaman.
"Gimana sekolah kamu ta" tanya Ayah Tama yang duduk disamping Agatha
"Baik baik aja kok yah" Sahut Agatha
"Syukur kalau gitu" Ucap ayah Tama, menoleh ke arah sang istri yang sedari tadi hanya melamun dia tahu pasti istrinya sedang memikirkan Dio gimana kecewanya seorang ibu yang tahu kalau anaknya sudah melakukan di luar batas.
terdengar helaan nafas ayah Tama, Agatha yang duduk disamping Ayahnya menoleh menatap sang ayah yang sedang memperhatikan bundanya. Agatha sedari tadi fokus menonton tv makanya tidak tahu kalau Bunda Rima sedang melamun.
"Bun...Bun...Bunda"
panggil Agatha beberapa kali, panggilan Agatha membuat bunda tersadar dari lamunannya, Bunda Rima lalu menoleh ke arah Agatha dengan tatapan datar
"Hemm" jawab bunda
Agatha mengelus punggung telapak tangan Ayahnya menatap wajah ayahnya dengan senyuman mengisyaratkan bahwa gak apa apa.
"Bunda kenapa" tanya Agatha dengan lembut
Bunda hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
lagi lagi Ayah Tama menghela napas menahan emosinya agar tak terjadi keributan
Agatha menenangkan ayahnya agar tidak emosi dia tahu keadaan bundanya kalau Ayahnya menegur sikap bunda pasti akan terjadi keributan lagi Agatha tidak mau membuat bundanya lebih sedih lagi.
jadi lebih baik Agatha tidak bertanya lagi dia mengalihkan pandangannya kedepan tv lagi.
"Assalamualaikum" suara Dio terdengar membuat mereka menoleh
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka
__ADS_1
Dio melangkah menghampiri keluarganya mencium telapak tangan ayah Tama dan bunda Rima setelah itu dia duduk disamping bunda Rima.
"Dari mana Yo" tanya Ayah Tama
"Dari rumah Sifa yah buat kasih tahu kalau Dio siap buat nikahin Sifa" jawab Dio lirih
"Terus tanggapan keluarganya bagaimana?"
"Mereka semua menyerahkannya ke kita yah" sahut Dio dengan menundukkan kepalanya
Bunda hanya diam tanpa berkomentar apa pun, Bunda mengalihkan pandangannya kesamping Bunda tidak mau menatap wajah kak Dio dia masih kecewa atas sikap Dio.
"Ya sudah nanti Ayah akan tanya Kakek dan nenek dulu untuk menentukan tanggal pernikahan kalian" Jawab Ayah pasrah
"Iya yah" sahut Dio, Dia melihat sang bunda yang masih tak mau menatapnya dia merasa sesak didadanya sudah menyakiti orang yang paling disayanginya..
Suasana diruang keluarga terasa dingin tidak seperti biasanya hangat walaupun Bunda dan kak Dio bersikap kurang hangat pada Agatha tapi suasana kemarin masih hangat tidak seperti ini.
tak terasa sudah jam 21.00 malam suasana yang biasanya masih diisi dengan obrolan ini hanya keheningan.
"Ta kamu tidur gih udah malam besok sekolahkan" kata ayah melihat suasana yang sudah tidak enak.
"Iya yah,kalau gitu Gatha ke kamar dulu yah" pamit Agatha dan berlalu meninggalkan ruang keluarga
Setelah itu ayah dan bunda juga meninggalkan ruang keluarga hanya tinggal Dio yang masih duduk menundukkan kepalanya mengusap kasar wajahnya
"Maafin Dio Bun yah" gumam lirih Dio lalu berdiri dari tempatnya dan pergi ke kamar.
Sebelum Dio masuk ke kamar dia berhenti, melirik ke arah pintu kamar yang tertutup di sebelah kamarnya, Dia melangkah ke kamar sebelah membuka dengan pelan agar tak mengganggu pemilik kamar. Membuka sedikit agar dia bisa melihat sedang apa pemilik kamar tersebut.
Di dalam kamar Agatha sudah tertidur nyenyak. melihat Agatha sudah tertidur Dio masuk dan membenarkan selimut Agatha. Dio duduk disamping Agatha tidur memandang wajah sang adik yang selalu dia tak pedulikan. bukan...bukan tidak perduli dia hanya berusaha menghindar entah sampai kapan.
Mengecup kening Agatha lama menyalurkan rasa sayangnya yang tak bisa dia berikan saat Agatha bangun Dia hanya akan melakukan seperti ini saat Agatha sudah tidur
"Selamat malam dek, mimpi indah sayang maafin kakak yang selalu acuh sama kamu. tapi kakak selalu jaga kamu dari jauh." gumam lirih Dio lalu beranjak dari tempatnya dan pergi menutup pintu sepelan mungkin.
__ADS_1