Aku Membenci Kakak Iparku

Aku Membenci Kakak Iparku
BAB 4


__ADS_3

Agatha berjalan menuruni tangga melangkah ke ruang makan karena semua sudah berkumpul di meja makan.


"malam yah"


CUP


sapa Agatha ke Ayah dan mencium pipi sang ayah. hanya ayah yang disapa karena Agatha tahu bunda dan kakaknya gak akan peduli dengan sapaan Agatha, itu sudah bertahun tahun Agatha alami sekarang dia sudah merasa lelah.


"malam sayang,ayo kita makan" jawab ayah menyuruh Agatha duduk disamping sang ayah.


"yah nanti setelah makan Dio mau bicara." kata Dio membuka suara


"ya udah setelah ini kita ke ruang keluarga" jawab ayah


setelah semua selesai makan mereka berjalan ke ruang keluarga.


"kamu mau bicara apa Yo" Ucap ayah Tama setelah duduk


"Begini yah Dio berencana mau melanjutkan hubungan Dio sama Sifa ke jenjang yang lebih serius yah."kata Dio menatap ayah Tama


"Apa kamu sudah yakin sama pilihanmu itu? Apa kamu sudah kenal dengan baik wanita seperti apa dia Yo?tanya ayah serius,karena ayah tama sudah tahu seperti apa wanita itu


Dio menghela napas gusar dia gak mungkin mengatakan keluarga Sifa yang berantakan kan? Bundanya pasti bakal menolak mentah mentah.

__ADS_1


"Dia baik kok yah dia hanya tinggal dengan ibu dan adiknya saja"jawab Dio setengah ragu dia pun tak terlalu tahu sifat Sifa seperti apa tapi karena desakan keluarga Sifa yang menyuruhnya untuk cepat cepat menikahi Sifa dia pun akhirnya berani mengambil keputusan yang mungkin terlalu terburu buru.


"Kenapa gak cari yang lain aja Yo"ujar Ayah Tama


"kenapa sih yah kamu kayak gak setuju gitu sama pilihan Dio,"Ucap bunda Rima yang sedari tadi hanya mendengarkan.


"bukan begitu Bun tapi ini pernikahan loh.kita harus tahu sifatnya dia seperti apa,pernikahan bukan hanya menyatukan Dio dan wanita itu saja tapi juga menyatukan dua keluarga Bun"


"kan Dio udah bilang dia baik yah yang menafkahi keluarganya yah."kata bunda tak mau kalah,bunda memang selalu menuruti apa saja kemauan kak Dio.


Agatha hanya mendengarkan perdebatan itu saja tanpa mau ikut campur. walaupun dia juga mengetahui latar belakang keluarga Sifa dari Dea, Dea sudah menceritakan semuanya tapi pendapat Agatha tidak akan berguna


Ayah mendengus kesal karena dia lagi lagi kalah kalau sudah berdebat dengan istrinya.


"terserah kalian saja"ucap ayah tersirat kecewa diwajahnya,menahan emosi karena pendaptnya tak didengar dia berdiri meninggalkan ruang keluarga


"semoga kelak kalian gak akan menyesal" ucap Agatha dalam hati.


Agatha melihat ayah yang sedang duduk di bangku taman belakang lalu dia melangkah menghampiri sang ayah


duduk disebelah ayahnya yang tengah melamun tanpa tahu ada Agatha yang memperhatikan.


Pelukan hangat menyadarkan Ayah Tama dari lamunannya dia melihat kesamping ternyata sang putri.

__ADS_1


"Udah yah jangan sedih ok"Ucap Agatha mengeratkan pelukannya


"Ta kamu tahu kan kalian sangat berharga buat ayah, kakak kamu terlalu terburu buru ta mengambil keputusan besar ini"ujarnya mengelus rambut panjang Agatha


"Agatha tahu yah tapi mau gimana lagi percuma berdebat sama bunda yah"Ucap Agatha membenarkan duduknya setelah melepas pelukannya.


"Ayah gak usah difikirin ya kak Dio sudah dewasa yah dia tahu mana yang baik dan gak.kalau suatu saat keputusannya salah kita hanya perlu menyemangatinya yah."kata Agatha menatap wajah ayahnya yang sudah mulai keriput dia mengenggam tangan keriput itu dengan lembut


"Sudah malam yah angin malam gak baik buat kesehatan ayah, Ayo masuk terus istirahat."Agatha berdiri dan menggandeng tangan sang ayah untuk masuk ke dalam.


tanpa mereka sadari ada yang mendengar pembicaraan mereka,melihat bagaimana hangatnya hubungan ayah dan anak.


Dia hanya melihat dengan sendu punggung Mereka yang sudah mulai menghilang,Menghela nafas sesak dia juga lelah ingin mengubur masa lalu yang menyakitkan itu.Tapi belum bisa entah sampai kapan kelurganya begini setelah kepergian seseorang.


Dia melangkah pergi masuk ke kamar melihat sang suami sudah tertidur dia masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


setelah selesai dia duduk disamping ranjang melihat ke arah sang suami yang tertidur dengan pulas, ikut berbaring disampingnya mendekatkan tubuhnya dan memeluk tubuh sang suami dengan erat,Menahan Isak tangisnya agar tak terdengar sang suami.


Agatha sedang berdiri di balkon memandang ke arah langit.Dia tersenyum melihat keindahan malam banyak bintang bintang.


Dia masih memikirkan Masalah sang kakak yang ingin menikahi Sifa, perempuan yang dia baru kenal tadi siang dia ingin mengatakan kepada kakaknya tapi pasti akan sia sia


dia sedih melihat kekecewaan diwajah Ayahnya.

__ADS_1


malam semakin larut Agatha masih belum bisa tidur,dia berbaring menghadap jendela


"Ayo tidur besok sekolah kalau kesiangan nanti bunda ngomel"ucap Agatha sambil memejamkan matanya.


__ADS_2