
Pagi ini semua keluarga berkumpul di ruang keluarga karena hari ini hari libur.
Semalam Ayah Tama sudah menghubungi semua keluarga Agar bisa berkumpul.
Hanya keluarga dari pihak bunda saja yang berkumpul karena ayah Tama tidak memiliki saudara.
"Dio gak mau kenal lebih dekat dulu,ini terlalu terburu buru loh."Kata Nenek membuka suara dia sudah dengar cerita dari ayah.
"Gak nek,Dio udah serius"jawab Dio tak berani menatap wajah nenek.
"Apa kamu gak akan nyesel nantinya?sedangkan Ayahnya dia saja tidak tahu siapa yo.jadi kamu sudah tahu kan keluarga seperti apa."geram nenek melihat cucunya yang susah untuk di kasih tahu.
"Tapi gimana nek Dio udah di desak sama keluarganya untuk menikahi Sifa."ujar Dio menatap wajah neneknya.
"Memang apa yang sudah kamu lakuin sama wanita itu sampai kamu di desak untuk menikahinya,heuh"Menatap tajam Dio.
Dio menundukkan kepalanya lagi tak berani melihat wajah sang nenek yang terlihat marah.
"Jawab!!! apa yang sudah kamu lakuin hah!"sentak nenek habis sudah kesabarannya.Nenek memang orang yang paling ditakuti di keluarganya.
kakek yang melihat sang istri mulai kehilangan kesabarannya mulai menenangkan mengelus punggung sang istri agar bisa mengontrol emosinya.
"Jangan terlalu keras"ujar kakek lirih kepada sang istri.
nenek hanya menoleh sekilas ke arah sang suami,menghela nafas panjang lalu menatap kak Dio lagi.
"Jadi apa yang sudah kamu lakuin Yo"kata nenek yang sudah meredakan rasa emosi walaupun hanya sedikit.
Dio lagi lagi hanya diam tak berani menjawab dia mengepalkan tangannya karena gugup,takut keluarganya akan marah jika tahu apa yang sudah dilakukannya.
semua orang menatap Dio menunggu jawabannya tapi setelah menunggu beberapa menit tak ada jawaban apa pun yang keluar dari mulut Dio.
Bunda yang melihat putranya hanya diam menghela nafas lalu melihat ke arah sang ibu yang terlihat menahan emosi.
"Gak mungkin lah Bu Dio melakukan hal yang tidak boleh dilakukan"kata bunda membela Dio.
"Iya bela saja terus Bun putra kesayangan bunda"batin Agatha
"Gak mungkin rim,kamu jangan selalu menutup mata atas kesalahan putramu itu" kemarahan nenek yang sudah di ubun ubun sudah tidak bisa ditahan lagi setelah mendengar bunda membela kak Dio.
"Bukan begitu Bu.."Ucapan bunda terhenti saat tangan nenek mengisyaratkan Bunda Rima untuk diam. Bunda langsung diam tak berani melawan nenek.
"Jadi apa yang sudah kamu perbuat Yo." Tanya nenek dengan tegas.
"Aku sudah melakukan sesuatu yang gak seharusnya kami lakukan nek" Jawab Dio lirih menunduk takut akan tatapan semua keluarga
Semua keluarga diam memandang Dio dengan tatapan kecewa kalau sudah begini mereka harus bagaimana selain menyetujui hubungan mereka
__ADS_1
Bunda terlihat orang yang paling kecewa, Bunda menatap nanar ke arah Dio
"kenapa kamu bisa berbuat sejauh itu Yo" ucap bunda lirih
"Maafin Dio Bun udah buat kecewa Bunda dan keluarga" Dio bangkit berlutut dihadapan sang bunda
Bunda hanya diam tanpa melihat ke arah Dio, bunda gak menyangka anak yang selalu dia banggakan bisa berbuat menjijikan seperti itu.
"Ya sudah kita tentukan saja tanggal pernikahannya dengan sederhana saja, Diadakan Disini saja, Kita tahu kan keluarganya wanita itu seperti apa." Sahut kakek yang sedari tadi hanya diam
"Baik pa nanti acaranya yang sederhana saja kita saja tidak tahu dimana ayah wanita itu, Dan kamu Dio bilang ke wanita itu pernikahannya di sini." kata Ayah menatap kak Dio tajam.
"Iya yah" jawab Dio
"Ya sudah kami pulang dulu nanti kami akan kesini lagi saat acara pernikahan Dio." Ucap kakek berdiri dari tempat duduknya dan mengajak istrinya untuk pulang
Semua keluarga sudah pergi, Sekarang di ruang keluarga hanya tersisa Ayah Tama, Bunda Rima, Kak Dio dan Agatha mereka hanya diam tanpa ada sepata kata pun
"Agatha masuk kekamar dulu ya yah." pamit Agatha
"Iya sayang" jawab Ayah mengelus puncak kepala Agatha
Agatha berdiri dari tempatnya dan berlalu meninggalkan ruang keluarga dan pergi menuju kamar.
setelah Agatha sampai dikamar Agatha menutup pintu dan masuk ke kamar mandi dia ingin mendinginkan kepalanya yang pusing akibat melihat ketegangan tadi. 30 menit berlalu Agatha baru selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dia segera berganti pakaian.
setelah itu Agatha duduk di sofa memejamkan mata. Dia berfikir apakah keputusan keluarganya sudah benar untuk menikahkan kakaknya dengan wanita itu.
karena merasa lelah Agatha bangkit dan melangkah ke tempat tidur dia ingin mengistirahatkan badan dan fikirannya.
Tapi saat Agatha akan memejamkan matanya bunyi ponsel Agatha mengurungkan niat Agatha untuk tidur dia bangkit dan duduk menyender di kepala ranjang dia mengambil ponselnya di atas meja membuka pesan dari siapa.
ternyata dari grup yang isinya para sahabatnya entah mereka sendang membahas apa sampai pesannya sudah banyak karena sedari pagi Agatha tidak melihat ponselnya.
...^^^*ADR*^^^...
50 pesan belum terbaca
Dea
ya ampun Gatha kemana si gak nongol dari pagi
rara
sibuk kali de emang loe pengangguran
Dea
__ADS_1
eh kata siapa gue pengangguran..sorry ya gue itu sibuk gue itu cuman BESTie yang setia biar kalian gak merasa kesepian ...pasti hp kalian sepi kan gak ada yang kasih perhatian.
Rara
Dih pede gila loe yang ada tuh gue terganggu ya bikin hp gue penuh aja.
Agatha hanya menggelengkan kepala membaca perdebatan sahabatnya.
Agatha
sorry gue dari pagi gak pegang hp.Tadi lagi ada acara dirumah gue
Balas Agatha
Dea
Acara apaan ta? balas Dea kepo
Rara
jiwa kekepoan Dea sudah muncul BESTie siap siap dah loe ta pusing ngadepin kekepoan di dea.
Dea
dihhh padahal loe juga penasaran kan Ra ngaku deh Loe.
Agatha
udah si kalian ini dimana aja berantem Mulu dah. Acara keluarga de bahas masalah kak Dio yang mau nikah sama cewek itu.
Dea
sumpah demi apa ta kak Dio mau nikah sama kak Sifa oh my God. kenap loe gak cegah si ta kan gue udah bilang dia itu bukan cewek baik baik.
Agatha menghela nafas gusar, Bukan dia gak mau ngejelasin tapi semua akan sia sia.
Agatha
bukan gak mau jelasin de karena semua akan sia sia ayah gue aja gak didengerin kok apa lagi gue de.
Rara
iya kan loe tau de Gimana bundanya Agatha,ya udah lah mau gimana lagi kan kita hanya bisa doain yang terbaik buat kak Dio.
Dea
iya sih ya.
__ADS_1
Agatha hanya membaca tanpa berniat membalas lagi lalu dia keluar dari room chat meletakkan ponselnya kembali ke meja dia ingin tidur.
Agatha merebahkan tubuhnya ke ranjang memejamkan matanya.