
Malam itu richo nginap dirumah jennie, mereka berdua menghabiskan malam berdua'an dengan kobaran asmara yang semakin menjadi-jadi, kejadian dihotel itu terulang kembali, tidak ada hari yang terlewat tanpa jennie, bahkan hampir setiap hari richo nginap diapartement jennie, dan hampir setiap subuh jennie selalu berada disamping richo saat richo sedang menjamu bossnya, dan jennie selalu menuruti permintaan richo hal apapun yang richo butuhkan jennie siap memberinya.
tak terasa hubungan mereka sudah memasuki bulan ke 7, dihubungan yang sebelum-sebelumnya richo selalu memutuskan hubungan gelapnya dibulan ke 6 setelah ia mendapatkan apa yang menjadi targetnya, tapi tidak dengan jennie.
Seperti biasa, sebelum pergi ke club malam richo dan yang lain ngumpul dirumah vino untuk menunggu bossnya, tapi pada malam itu jennie memutuskan tidak ikut serta karena keesokkan harinya ia ada meeting dikantor. Richo pergi keteras dimana ia menyatakan cintanya kepada jennie, richo merenungi apa yang sedang terjadi kepada hatinya, ia menyadari hubungan mereka sudah berlalu selama 7 bulan dan ia pun sudah cukup banyak mendapatkan apa yang menjadi targetnya, bahkan istri dan anaknya dirumah tidak pernah kekurangan nafkah saat ia menjalin hubungan bersama jennie. malam itu richo merasa ada yang kurang tanpa jennie disisinya, akhirnya ia menyadari bahwa ia telah benar-benar jatuh cinta kepada jennie, selama ini ia merasa nyaman berada disamping jennie dan ia menilai bahwa jennie juga perempuan yang baik sama seperti farah.
__ADS_1
Richo memutuskan untuk mempertahankan hubungan gelapnya bersama jennie, entah sampai kapan dan akan berakhir seperti apa yang jelas ia tidak ingin berpisah dari jennie, ia hanya berharap farah tidak akan mengetahui hubungan gelapnya dengan jennie.
Richo pulang lebih awal pada hari itu, tapi ia memutuskan untuk tidak menginap diapartement jennie seperti biasanya, karena jennie mengirim pesan kepada richo untuk pamit tidur lebih awal beberapa jam yang lalu, ia tidak ingin membangunkan jennie dengan kedatangannya karena keesokkan paginya jennie harus bersiap untuk meeting, maka ia memutuskan untuk pulang kerumah kontrakkannya. Dan seperti biasa farah selalu menunggu kedatangan richo dirumah mereka.
"Papi kok tumben pulang jam segini?" Tanya farah.
__ADS_1
"Oh syukurlah papi balik cepet biar enak bisa istirahat lebih lama, mami juga kangen tidur cepet kaya gini bareng papi, rasanya udah lama banget ya pi"
"Ia mi, ya udah papi mau ganti baju dulu mami tidur aja duluan ya, ntar kalau udah selesai papi nyusul tidur kok"
"Oh ya udah pi"
__ADS_1
Entah mengapa hari demi hari farah merasakan adanya jarak diantara dirinya dengan richo, richo yang semakin cuek dan tidak semesra dulu pada saat awal mereka menikah, semuanya terasa berubah entah apa yang terjadi pada hati richo, farah bertanya-tanya dibenaknya, terlintas dipikiran farah bayang-bayang adanya orang ketiga diantara mereka. Farah menatap wajah putrinya yang cantik sedang tertidur pulas, seminggu lagi putrinya tersebut akan merayakan ulang tahunnya yang pertama, ia tidak ingin merusak detik-detik moment kebahagiaan itu dengan fikiran-fikiran negatif terhadap suaminya, farah menyingkirkan pikiran tersebut, lagi-lagi ia mencoba menaruh kepercayaan kepada suaminya itu, ia mencoba berfikiran positif terhadap suaminya, mungkin saja suaminya hanya kelelahan dan kurang istirahat makanya ia bersikap demikian kepada dirinya.