
Setelah keluar dari cafe, jennie menuju ke parkiran tempat ia memarkirkan mobilnya, tapi entah mengapa baru beberapa langkah berjalan jennie memberhentikan langkah kakinya, dan menoleh kebelakang, matanya tertuju ke arah jendela kaca cafe dimana richo sedang duduk, terlihat richo sedang tertawa bersenda gurau bersama teman-temannya, senyumnya yang lebar membuat lesung di kedua pipinya terlihat jelas terbentuk, sangat manis sekali.
Jennie memandang richo tanpa berkedip, tatapan matanya berbinar penuh dengan kekaguman, jantungnya berdetak tak karuan, entah apa yang dirasakan jennie, apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap richo?
"Siapa richo sebenarnya? dari tampilannya ia terlihat seperti pria berkelas, dari bawah hingga atas semua yang dipakainya adalah barang branded, sangat rapi, dan wangi parfumnya pun tercium sangat berkelas saat aq duduk disebelah mejanya tadi" Tanya jennie dalam hati.
Usai memandang richo, jennie melanjutkan langkahnya menuju mobil, ia mengendarai mobilnya untuk kembali ke kantor.
Sesampainya dikantor, jennie masuk kedalam lift dan menekan tombol bertuliskan Lt 2, dimana ruangannya berada. sesampainya di lantai 2, pintu lift segera terbuka, terlihat disejumlah ruangan dilantai tersebut beberapa karyawan sudah berada diruangannya masing-masing, jennie keluar dari lift dan hendak menuju ke ruangannya, ditengah langkahnya, terlihat ada seorang wanita keluar dari ruangan yang letaknya pas disebelah ruangan jennie yaitu ruang bendahara, wanita itu bernama nadia ia seorang bendahara dan merupakan teman terdekat jennie, hubungan mereka sangat akrab layaknya sahabat, nadia menghampiri jennie dan membuka percakapan.
""Hey jennie kamu udah balik, kamu makan siang dimana tadi? maaf banget ya tadi aku bersama febby dan icha ga bisa nungguin kamu, soalnya hari ini kami ada janji mau ketemu sama klien yang diharuskan on time alias datang tepat waktu, jadinya kami ninggalin kamu istirahat sendiri deh jenn, maaf banget ya"" Ungkap nadia mencoba memberi penjelasan sembari meminta maaf kepada jennie.
"Iyaa it's ok nad, santai aja keleess, tadi aku makan di cafe sebelah nad, oh ya nad gimana kalau malam besok qt nge grill bareng mumpung besok hari libur, tapi cuma qt berdua aja ya, soalnya ada yang mau aku ceritain nih"
__ADS_1
"Okey jenn, kalau gitu ntar aq lsg reservasi tempatnya, tau sendiri kan grill disitu tiap hari penuh terus kalau hari libur, by the way mau cerita apa'an sih jenn? bikin penasaran ih"
"Hehehee.. tentang seseorang nad, besok deh aq ceritain"
"Ya udah deh kalau gitu, aq balik ke ruanganku dulu ya jenn, masih ada kerjaan nih"
"Siipp nad"
Setelah selesai berbincang bersama nadia, jennie masuk dan duduk diruangannya, entah mengapa ia tidak bisa berhenti memikirkan richo, richo terus membayangi fikirannya membuat jennie merasa ingin bertemu sekali lagi dengan richo.
"Selamat sore dengan jennie disini ada yang bisa di bantu?"
"Selamat sore jennie, ini richo yang di cafe tadi, aku dapat nomor kamu dari vino, jennie kalau kamu ga sibuk ntar malem boleh gak kita ketemu lagi, kalau boleh ntar aku jemput, kita pergi ke de'juva (sebuah tempat hiburan malam) ada vino juga koq disana rame-rame"
__ADS_1
"Ri ri richoo.." sahut jennie dengan gugup.
"eemmm.. na nanti malam aku ga sibuk kok"
"tapi boleh gak aku bawa temenku?" tanya jennie
"boleh banget jenn, kamu tinggal dimana? jam 9 malam aku jemput ya.. ini nomor hpku jenn tolong di save ya"
"iyaa richo.. aq tinggal di apartement biliant dilantai 2 nomor 209" jennie menyebutkan alamatnya.
"Siipp jennie yang manis, sampai bertemu ntar malem ya"
Tanpa membalas omongan richo, jennie langsung menutup telfonnya. perasaan jennie campur aduk antara gugup dan bahagia, wajahnya terlihat memerah seperti orang yang sedang kasmaran.
__ADS_1
Tak terasa hari sudah sore seluruh kerjaan jennie sudah diselesaikannya semua sedari pagi tadi dan jennie pergi ke ruangan yang berada di seberang ruangannya untuk berpamitan pulang kepada atasannya.