AKU MENCINTAI SUAMIMU

AKU MENCINTAI SUAMIMU
Ep 7 Aku telah ternoda


__ADS_3

Sementara dihotel pukul 10.30 jennie dibangunkan dengan suara handphonenya yang berkali-kali berdering sedari tadi, Jennie terbangun dan mengambil handphonenya didalam tas yang terletak disamping bawah tempat ia berbaring, panggilan masuk itu dari nadia


"Eeemmmm haaaalloo" jennie mengangkat telfon dengan suara yang masih serak


"Hallo jenn, kamu dimana? kamu baik-baik aja kan? lagi sama siapa? ini aku baru terbangun kenapa aku tiba-tiba bisa ada diapartementmu jenn dan aku liat ga ada siapa-siapa disini, kamu juga ga ada, seingatku semalam kita masih berada di de juva, kamu dimana jenn? hallooooo jennie? jennn?" Nadia panik.


"Eeemmmm aakkuuu, akkuuu adaa dii.." jennie membuka matanya sedikit lebih jelas dan mencoba untuk menyadarkan dirinya.


"HAAHH DIMANA AKU INI?????" jennie berteriak, ia mulai tersadar dan panik.


"Halloo jeenn, jeennie kamu kenapa jenn? kamu dimana sekarang? halloo.. halloo.."


Ttuuuutttt.. Belum sempat jennie menyahut nadia, telfonnya terputus karena baterai handphone jennie habis.


Jennie terdiam kebingungan melihat di sekelilingnya, kemudian ia melihat dirinya sendiri, betapa terkejutnya ia ketika melihat tubuhnya yang masih berada didalam selimut itu tidak mengenakan apapun.

__ADS_1


Jennie mulai terisak, dan bertanya-tanya siapa yang melakukan ini padanya..


"Ri ri richooo.. iyaa richo, pasti dia yang membawaku kesini dan berbuat ini kepadaku, tapi dimana richo sekarang, kenapa dia meninggalkanku disini sendiri"


Jennie melihat kearah meja kamar hotel itu, ia memerhatikan ada beberapa piring dan gelas terjejer berisikan makanan dan minuman, dan disebelahnya terdapat selembar kertas.


Jennie mencoba berdiri dan melepaskan selimut yang masih menempel ditubuhnya, dengan perlahan ia mulai berdiri dan betapa terkejutnya ia saat melihat ada noda darah yang sudah mengering diseprai bekas ia berbaring.


"Daa.. darahhh apa iniiii, apa yang richo lakukan kepadakuu, kenapa aku berdaraah seperti ini.." jennie memeriksa tubuhnya, ia mengira ada bagian tubuhnya yang terluka dan betapa herannya ia mendapati tubuhnya baik-baik saja tidak ada yang tergores sedikitpun.


Jennie mulai melangkahkan kakinya untuk mengambil kertas yang ada dimeja kamar hotel itu mencoba untuk mencari petunjuk dari richo, tetapi ketika ia mulai melangkahkan kakinya, ia merasakan ngilu dibagian intimnya.


"Aaa..aaa..uuu.." jennie merintih.


Kemudian ia mencoba menahan rasa sakitnya dan perlahan melangkahkan kakinya untuk mencapai kertas tersebut. untungnya saja letak meja tersebut tidak jauh dari tempat tidur, hanya sekitar lima langkah.

__ADS_1


Jennie berhasil mengambil kertas tersebut, kemudian membawanya kembali ke tempat tidur karena ia tidak tahan dengan rasa ngilu diarea intimnya.


Jennie menyandarkan dirinya dibantal dan membaca tulisan dikertas tersebut, dan benar saja ternyata itu adalah pesan dari richo yang menyuruhnya menunggu.


Disaat yang bersamaan pintu kamar terbuka, ternyata richo datang, richo membawa kartu hotel agar jennie tidak bisa keluar kamar dan memastikan jennie tidak pergi.


"Riiicchooo" ucap jennie, Jennie terkejut dengan kedatangan richo dan menutupi dirinya dengan selimut.


"Eehh Ayank udah bangun nih, ini yank sarapan dulu, maaf ya yank aku ninggalin ayank sendirian"


begitu masuk richo langsung berjalan kearah meja hendak mengambil makanan yang telah disediakannya.


"Ini ayank makan dulu, aku suapin ya yank" ajak richo sambil menoleh ke arah jennie.


Dilihatnya jennie hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca dan kedua tangannya meremas selimut yang dikenakannya. melihat pemandangan itu, richo mengurungkan niatnya untuk membawakan makanan, ia mendekati jennie dan segera memeluknya.

__ADS_1


Jennie memberontak mencoba melepaskan dirinya dari pelukan richo, tapi richo tidak ingin melepaskan jennie dari pelukkannya, semakin kuat jennie berontak semakin erat juga ia memeluknya, akhirnya jennie mulai kehabisan tenaga dan melemah ia menangis dengan keras didalam pelukkan richo.


__ADS_2