
Seminggu berlalu, semenjak kecurigaan itu muncul dibenak farah hari-hari yang ia lewati terasa dipenuhi kegelisahan, hari itu farah sedang sibuk membuat dekorasi sederhana untuk putrinya yang sedang berulang tahun ia melihat ke arah jam dinding waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tetapi richo belum juga pulang dari semalam, farah mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi richo tetapi ponselnya tidak aktif, ia menghela nafas dan memutuskan untuk menunggunya beberapa saat lagi, dan benar saja tiba-tiba ponsel farah berdering ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal, farah mengangkat telepon tersebut.
"Hallo"
"Hallo mami, ini papi maaf baru kabarin, papi ada urusan penting nih mi sama boss mungkin malam baru balik, ponsel papi kehabisan baterai jadi ini pinjem ponsel vino kebetulan dia ikut juga"
"Oh ya udah pi, kalau gitu hati-hati ya" jawab farah singkat
__ADS_1
"Iyaa mi, jangan lupa makan ya sayang"
"Iyaa pi, mami ijin ntar mau keluar sebentar ya ada keperluan yang mau dibeli"
"Iyaa sayang hati-hati ya, kalau udah selesai langsung pulang ya"
"Ya udah papi tutup telponnya ya, love you"
__ADS_1
Hari itu untuk pertama kalinya farah benar-benar kecewa terhadap richo, bagaimana tidak dihari ulang tahun anak mereka richo tidak bisa menemani bahkan mengucapkan selamat ulang tahun untuk putri merekapun tidak ada.
Farah menggendong nissa dan pergi menggunakan angkutan umum menuju toko kue untuk membelikan kue ulang tahun untuk nissa. kemudian sesampainya dirumah, mereka merayakan hari ulang tahun kecil-kecilan hanya berdua, nissa terlihat sangat bahagia melihat balon-balon dan kue ulang tahun yang tertata indah dirumah kecil mereka.
Sedangkan richo telah berbohong kepada istrinya, ia pergi bersama dengan jennie dan teman-temannya yang lain ke kota sebelah yang berjarak kurang lebih 2 jam dari kota mereka, untuk merayakan grand opening cabang butik baru rachel adiknya jennie, dan mereka kembali pada pukul 8 malam, malam itu richo tidak langsung pulang kerumahnya, melainkan mampir dulu ke apartement jennie, richo mengatakan kepada jennie bahwa ia tidak bisa menginap diapartement dengan alasan esok hari ia ada urusan bersama omnya, jennie mengiyakan tetapi dengan syarat richo boleh kembali pulang setelah jennie tertidur, richo menuruti keinginan jennie, mereka saling bercumbu mesra hingga jennie terlelap, saat itu waktu menunjukkan pukul 12 malam richo beranjak keluar apartement dan berpamitan kepada rachel yang saat itu masih sibuk dengan laptopnya di ruangan televisi.
Richo kembali pulang ke rumah kontrakkannya, sesampainya dirumah ia segera mengeluarkan kunci serep rumah didalam kantongnya, dan betapa terkejutnya ia ketika membuka pintu melihat ruangan kecil itu dihiasi dengan balon-balon dan hiasan ulang tahun lainnya yang sudah tidak rapi lagi, ia baru menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahun putrinya, richo merasa sangat bersalah kepada farah dan putrinya, segera ia membersihkan diri dan masuk kedalam kamar, dilihatnya farah dan nissa yang sudah terlelap, richo mencium kening anak dan istrinya sebelum ia merebahkan diri disebelah farah, tiba-tiba richo teringat akan ponselnya yang sudah seharian mati dan segera mengambilnya disaku celana yang telah ditaruhnya dikeranjang pakaian kotor, ia mencharger ponselnya di meja kamar dan meninggalkannya tidur.
__ADS_1
Subuh itu farah terbangun dan terkejut melihat keberadaan richo yang sudah terlelap disampingnya, farah beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk buang air kecil, setelah itu ia kembali kekamar dan begitu masuk kekamar tepat dibelakang pintu, pandangannya teralihkan ke arah ponsel richo yang berada dimeja kamar tersebut menyala karena adanya pemberitahuan bahwa baterai sudah terisi penuh, entah mengapa hati farah mengatakan bahwa farah harus memeriksa ponsel itu, farah mengikuti kata hatinya untuk menjawab kegelisahannya, ia segera mencabut kabel charger dari ponsel richo dan membawanya ke ruang tamu, tangan farah bergetar dan dadanya berdebar, ada harapan didalam hatinya bahwa keegelisahannya itu tidak terbukti, jarinya mulai menyentuh layar ponsel tersebut ke arah pesan masuk, dan betapa terkejutnya farah ketika melihat ada pesan masuk bertuliskan "Ayank" diponsel suaminya itu, ia membuka dan membaca satu persatu isi pesan tersebut, matanya mulai berkaca-kaca dan air matanya mulai menetes dari kelopak matanya, tangannya terasa dingin dan semakin gemetar, betapa hancurnya hati farah malam itu, selama ini ia menaruh kepercayaan penuh kepada suaminya itu, bahkan selama ini ia sama sekali tidak pernah menyentuh ponsel suaminya apalagi berniat untuk memeriksanya, dan malam itu pertama kalinya farah menyentuh dan memeriksa ponsel richo dan apa yang ia dapatkan benar-benar hal yang sangat menghancurkan hatinya.