
"Diahh!! . Bangun!!" Ibu Diah berteriak.
"Iyah buu!" Tapi, Diah tak kunjung bangun. Lima menit pertama hanya digunakan untuk kucek-kucek mata.
"Nakk,,"
Krieeett. Ibu Diah mengintip kamar Diah.
"Astaga nakkk!, Cepet bangun!! Hari ini kamu ke sekolah baru kamu nak!!" Kata Ibu Diah.
"Iyyah Ibuku sayang, lima menit lagi yahh" seru Diah sambil menyelimuti tubuhnya lagi.
"Sampai kapan? Udah jam 06.00 loh!" Kini Ibu Diah berteriak lebih kencang. Ya tetangga mereka mungkin dengar.
"Eh i iya bu. Masih ngantuk hehe.." gurau Diah "Heha hehe. Ayoo cepetannn!!" Kata Ibu Diah.
Buggg
"Aaaaaaaaa...." teriak Diah terkejut. "Apa apaan sih Ibu, kaget tau" "Iya sana mandi yang wangi" pinta Ibu Diah.
Tak lama kemudian, Diah sudah siap di meja makan.
"Duh anak mama kiyut banget" kata Ibu Diah sambil mencubit pipi tembem anaknya. "Ih Ibu dah lahh!" kata Diah sambil cemberut. "Ih kan tambah gemesin..Ngapain ituh mulutnya pake cemberut gitu.." kata Ibu Diah dengan gemas. "Ibu sih maen cubit cubit segala sakit tauk" rajuk Diah. "Kamu itu yang rajin olahraga bukan dikamar mulu ga guna" kata Ibu Diah "Berguna loh bu. Aku itu dikamar ngerjain tugas sama nganu hehe.." kata Diah "Anime lagi ga bosen ngapah" kata Ibu Diah "Gak kok bu kan Asikkk..hehe" kata Diah. "Yaudah sarapan dulu sana. Ayah kamu kering tuh entar nunggu di teras mulu." kata Ibu Diah "Eh iya lupa kalo ayah nunggu."
Setelah menghabiskan sarapannya, Diah berpamitan kepada Ibunya. "Bu berangkat dulu yah... muachhh." kata Diah sambil mencium pipi dan tangan Ibunya yang tercyntah. "Iya hati hati di jalan." kata Ibu Diah
"Ayo yah Lest go..!" kata Diah ke ayahnya "Oke siap Putri papa ter gemesss" kata Ayah Diah
__ADS_1
Diah adalah anak tunggal dari Hana dan Riyan. Riyan merupakan orang yang berjaya dan sukses.
FLAS BACK
Saat muda Riyan adalah anak yang berprestasi. Riyan bertemu Hana saat Riyan ikut jalan jalan bersama teman temannya. Riyan terpesona dengan kecantikan dan kelembutan hati seorang Hana.
"Hey nona pintar nan cantik" sapa Riyan.
"Ekhem.. Hai kamu siapa?" kata Hana
"Hehe mau kenalan nih boleh ngga"kata Riyan
"Iya tapi kamu siapa?" kata Hana
"Nih" kata Riyan sambil menyodorkan kertas yang berisikan identitasnya. "Nanti telfon yah" kata Riyan
"Ehm" kata Hana
FLAS BACK OFF
Kriiingg kringgg.. suara bel sekolah
"Aaaaahhh... ayah cepetan udah bell nihhh!" kata Diah cemas "Iyah bentar lagi nyampek tuh" kata Ayah Diyah.
Disaat mobil Ayah Diah berhenti, Diah langsung bersalaman dan lari masuk ke gerbang. Dan beruntung gerbang belum ditutup oleh satpam.
"Huh..huh... akhirnyaaa..." kata Diah ngos ngosan
__ADS_1
"Hey kamu!" teriak seorang laki laki yang tingginya kayak titan tuh. "Eeh apa?" tanya Diah. "Udah tau kesalahan kamu apa!?!" kata orang itu. Orang itu bernama Rizal, ketua OSIS di SMA tersebut. Rizal mempunyai ketampanan yang Luar biasa. Dia dijuluki Raja sekolah.
"Aku telat ya?" kata Diah sambil menundukkan kepalanya. "Udah tau telat ! Nanya lagi!" kata seseorang perempuan dibelakang Rizal. Dia bernama Wida seorang Sekretaris OSIS yang sangat menawan.
"Maaf kak.." kata Hana. "Ga ada maaf!" bentak Rizal kasar. "Kamu berdiri di lapangan sampai jam 09.00!!" sentak ketua OSIS yang galak itu.
"Tapi...ka"
"Ga ada tapi tapian!" kata kata Hana di sela Rizal
"Yaa..."
"Iiih....nyebelin untung ganteng hehe." kata Diah
"Apa gak kadian tuh anak baru di jemur gitu zal?" kata Danian sahabat Rizal. Berbeda dengan watak Rizal, Danian adalah sosok laki laki yang lemah lembut. Rizal dan Danian merupakan saudara. Lebih tepatnya saudara sepupu. Itulah yang menjadikan mereka dekat.
"Biarin.. mentang mentang anak baru mau telat dibiarin!" kata Rizal kesal "Karena dia anak baru zal, dia gak tau aturan sekolah kita" sahut Danian. "Sekolah dimana mana kalok telat ya dihukum, gimana sih lo Dan!" bentak Rizal makin kesal. "Yodah lah w tinggal dulu" kata Danian.
"Lama kelamaan, Diah merasa pusing dan matanya mulai buram. Mengingat dirinya yak memakai topi saat ini.
"Aaaaaa!!!" teriak siswa yang melihat Diah tergeletak di atas tanah lapangan. Para siswa laki laki berebut ingin menggendong Diah ke UKS. Begitulah sosok Diah yang tembem dan imut. Mereka hampir bertengar.
Mendengar ada keributan di lapangan, Rizal dan Danian pergi ke lapangan ingin mengecek apa yang terjadi. Rizal kaget dengan apa yang ada di depan matanya. Diah di bawa mondar mandir teman temannya yang berebut untuk menggendongnya.
**Dan apa yang terjadi selanjutnya?, Nantikan episode selanjutnya yaa!
*Salam dari author^ω^^ω^
__ADS_1
Jangan lupa like , komen dan kasih lope lope tuh:v
Dadah(⌒o⌒***)