
Sore itu, setelah berpamitan ke ibu aku bergegas pergi ke rumahnya Rizal dan Danian. Aku juga gak nyangka Rizal sama Danian itu rumahnya sama. Gak nyangka juga mereka itu sepupuan tingkahnya sama sih, tapi wajahnya itu loh beda juaoh.
Brummm
Suara mobil Rizal meninggalkan rumahku.
"Kak zal, emang ada apa kok mama kamu ngajak aku jalan jalan?" kataku Penasaran. Kan gak biasa gitu. Kan biasanya anaknya yang ngajak jalan lah ini kok emaknya.
"Idih kesambet babik ya manggil gw normal gitu!" balas Titan.
"Ih manggil Titan salah, Manggil kak salah! Mau mu apa si!" sahutku marah. Bener aja, dipanggil gitu mencak mencak, sekarang manggilnya normal protes lagi, klok bisa buang aja nih orang ga guna ke gorong gorong atau ke pluto gitu kan jauh.
"Dah lah diem aja"
Dan sampailah kami di rumah Rizal. Ya ampun plis, rumahnya gedhenya naudzubilah. Pen punya rumah gitu juga kali. Halu neng halu.
"Kuy masuk.." kata Danian.
tok tok tok
Suara Rizal mengetuk pintu.
ckit....
"Eh... Tuan Rizal.. Silahkan!" kata pembantu muda yang biasa dipanggil Kak Dina..
"Wah gak biasa nih tuan muda bawa cewek nih.. Pacarnya kalik yah.. Astogehh.. ini model yak? Wih rambutnya ges cling.. Glowing jugak" batin Kak Dina.
"Assalamualaikum.. " kataku saat memasuki rumah super mewah itu..
"Waalaikumsalam non.. Saya pembantu di rumah ini.. panggil saja Kak Dina.. " kata kak Dina
"Eh iya kak.." kataku malu malu.
"Dih ini Rizalnya mana coeng.. kok gw ditinggal sih.. Kan gw malu bambang" batinku.
"Siapa yang dateng kak?" kata Mamanya rizal sambil menuruni tangga.
__ADS_1
"Kan tadi nyuruh Rizal bawain Diah bu? Gimana sih? Lupa ya?" cerocos Rizal sambil mengusap rambutnya yang basah.
"Gilak ini Rizal, Kramas cepet amat.." batinku.
"Diahhhhhhhhh!!!!........" teriak mamanya Rizal.
"***.. bisa meninggal muda nih ****.. Hus gabole maki orang tua.. astaghfirullahhh..."
"Ma ngapain triak triak kaya orang kesurupan aja" kata Rizal.
"Ihhhhhhhh!.... Terakhir ketemu loh kamu masih digendong sama ibu.. Ihhh! Ini cubby banget sihhh!! Aaaaa pen makan" sahut Mama
"alay plis alaaaay Yallah gatahan akutu!" batinku tersiksa.
"Ini kan yang pacarnya Rizal itu yah? Apa Danian?" tanya Mama.
"Eh buk......"
"Pacar Rizal itu Mah" kata kataku dipotong Rizal ****.
Aku hanya bisa mengrucutkan bibirku dengan kesal. Mereka tertawa melihat tingkahku.
"Jadi.. Tan, ini Diah mau diajak ke mana?" tanyaku ke Mama.
"Kita ke pasar malem!!! Yew!" kata Mama.
"Owh okey" sahutku.
"Mama siap siap dulu gih!" kata Rizal.
"Mama gak jadi ikut! Mama mau ke kamar dulu yah!" kata Mama.
Aku terbengong.. What the fuckshdbsh sama Rizal doang? *** tulung..
Ini emak sama anak jahilnya minta ampun ya allah Tolong hambamu ini.
"Dah lah aku pulang ae!" sahutku sambil membalikkan badan. Tapi ada sebuah tangan yg bisa menggapaiku. Pasti Rizal hadeh...
__ADS_1
"Ish.." sahutku..
"Ayo ke pasar malem!" sahut Danian sambul menuruni tangga. Aku berakhir diseret Rizal Okesip!.
Di mobil Rizal dan Danian ngoceh gak jelas. Ya allah Kasihani telingaku ini.
"Eh Yah.."
"Paan?" sahutku.
"Gajadi.."
"Oh *****!" sahutku sambil menoyor kepala Rizal.
"Ga guna tau gk!" sahutku marah
"Maaf.. Ndoro" sahut Rizal.
*Apa yg akan terjadi selanjutnya yh:>
Maaf author lama gak update.
Wifinya eror Oh nyesek sekališ
Akhirnya baru beli kuota:v.
Thanks for reads!
Like komen Dan favoritkan
Makasi!!
Yuk ke Novel Author lainnya:>
SURAT RINDUKU UNTUK MAMA
SIP DH
__ADS_1