
Setelah pulang di sekolah itu, Diah pulang kerumah.
Dirumah...
"Buuuu.. aku pulang!" kata Diah sedikit berteriak. Tapi tak ada balasan dari teriakannya. Diah mencari dimana ibunya berada hingga salah satu pelayan di rumahnya menghampirinya.
"Ada apa non?.. kata Kepala Pembantu itu.
"Ibuku mana bik?" kata Diah heran karena selama ini ibunya jarang keluar rumah.
"Oh Nyonya pergi bersama Tuan ke acara apa gitu non bibik lupa.." kata Kepala pelayan yang bernama Risa itu.
"Oh iya bik makasi.." kata Diah
"Non gak butuh apa apa gitu?" kata Bik Risa
"Gak bi.. makasih" Diah memperlihatkan giginya yang putih diantara kedua bibir merah mudanya.
"Iya non bibik ke dapur dulu ya" kaya Bik Risa sambil meluncur ke dapur.
Diah pergi kekamarnya untuk membersihkan diri karena baunya kayak terasi. Padahal jika dikatakan orang baunya masih harum harum saja. Kebiasaan Diah mandi dengan bernyanyi gak jelas.
Tsuyokuu
Nareru Ryu wo siittaaa~
Mungkin jika digambarkan seperti di komik komik setan yang ada di kamar mandi Diah sudah meninggal๐.
Selamat siang lintas petang hari ini akan membahas tentang meninggalnya para setan di Kota J akibat suara nyanyian seorang gadis yang sangat merdu dan bisa dikatakan membuat bumi kita tercyntah inih bergoncang." kata seorang reporter.
~jangan tegang mulu rilex ae:v
Dengan bangganya Diah berucap
"Wih.. Aku ini seharusnya ikut The voice kids Indonesia yah.. Auto menang kali.. haha" kata Diah
__ADS_1
"Menang palamu!" ujar para saiton itu dengan mimik muka kesal.
"Serah aku wleee" kata Fiah sambil memgeluarkan lidahnya mengejek.
"Eh.. kok dia tau kita ngomongin fia?" bisik salah satu setan.
"Yaiyalah.. aku kan punya indra ke 6 Indidog" kata Diah sambil menepuk nepuk dadanya dengan bangga.
"Indigooo kaleekkkk!" Kata saiton itu sambil menoyor kepala Diah.
"Bodo anjing setan ga ada adab" kata Diah kesal.
"Ibu.. pulangg!" kata Ibu Diah kebiasaan mereka ketika sudah pulang rumah akan berucap seperti itu.
"Buuuu! Tadi kemana aja kok mau pergi ga bilang bilang!" kata Diah sambil melipat tangannya dan cemberut.
"Iya maaf anakku sayang tadi ibu pergi ke acara pernikahannya temen ibu.." kata Ibu Diah sambil mengelus elus pucuk kepala Diah.
"Kan kamu disekolah sayang.. Emangnya kalok udah dibilangin kamu mau ikut ke kondangannya?" kata Ibu Diah.
"Iya juga ya.. heheh" ujar Diah cengengesan.
"Bikinin kopi Diahh!" kata Ayahnya Diah.
"Siap bosku" kata Diah sambil pergi ke dapur.
Tak lama kemudian....
"Assalamualaikum!" kata Rizal sambil mengetuk pintu..
"Waalaikumsalam.. loh nak Rizal ada perlu apa?" kata Ayah Diah sambil membuka pintu.
"Ini om.. mau ngasih ini dari mamaku" kata Rizal sambil menunjukkan sebuah kotak.
"Ada siapa yahh? Kok gak disuruh masuk?" kata Ibu.
__ADS_1
"Ayo masuk" kata Ayah Diah.
"Oh nak Rizal" kata Ibu
"Iya tan.. ini dari mama" kata Rizal sambil mencium tangan teman mamanya itu.
"Ini pah kopinyaa!" kata Diah.
"Loh kamuuu!" teriak Diah terkejut. Gambarannya keterkejutannya itu kayak di komik.. Mulutnya dibuat panjang sampek nyentuh lantai๐.
"Ada tamu kok diteriakin.. Oh kamu udah kenal sama nak Rizal?" tanya Ayah Diah penasaran.
"Kaget mungkin om ada tamu yang gantengnya sampek ke langit gini" kata Rizal bangga.
"Haha kamu bisa aja nak" kata Ayah Sambil menepuk nepuk bahu Rizal.
"Idih Titan sokkkk" kata Diah.
"Kan emang ganteng ya kan om!" kata Rizal
"Ih pedih mataku liat wajahmu!" kata Diah sambil menutupi matanya.
"Udah udah buatin cemilan ama teh!" perintah Ibu.
"Iyaaaaa" kata Diah
Ohh ini Rumahnya Diah ya. Sial kenapa ketemu lagi sih! Ini gara gara mama nih gamau mandiri. Batin Rizal.
***Apakah perang Diantara Rizal dan Diah masih akan berlanjut setelah Diah selesai membuat cemilan dan teh?
Tunggu kelanjutan kisah nyaaa!! :D
Ily 3000 para hyumen hyumen yang sedang membaca novel ini dalam hati:>
Oh indahnya Dunia ini~~
๐๐๐๐***
__ADS_1