Aku Penggemar Anime

Aku Penggemar Anime
Ketua OSIS sok ganteng


__ADS_3

"Aaaa... kepalaku pusing" kata Diah.


"Enak tidur?" kata Rizal ketus.


"Lo sp!?" teriak Diah bingung.


"Dih amnesia" Rizal kesal. "Masak udh lupa ama gw ni anak. Masak lupa ama kegantengan gw ini?" batin Rizal.


"Beneran lupa! Lu sp?" bentak Diah


"Salam kenal Ketua OSIS terganteng di dunia" kata Rizal sambil menyodorkan tangannya.


"Idih jiji, eh btw ini dimana yak?" kata Diah


"Rumah w." kata Rizal ngasal.


"What?!?!" tanpa aba aba Diah loncat dari kasur empuk UKS dan lari.


"Loh kokk..." Diah menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Lu napa? Kecewa ya, ternyata ini bukan rumah w?" ucap Rizal menahan tawanya.


"Duh!" muka Rizal menjadi sasaran Diah untuk melempar bantal.


"Mampus tuh!" ucap Diah kesal.


"Eh lu ada karet gak?" tanya Rizal.


"Buat apaan sih!?" kata Diah heran.


"Buat ngaretin mulut lu noh monyongnya lima meter." kata Rizal sambil tertawa.


Ctakkkkk...


"Mampus tuh" kata Diah.


"Awww...." Rizal meringis kesakitan karena tangannya kena jepret Diah.


"Dah lah mau gabung sama yang laen, sumpek w deket deket sama lo Titan!" kata Diah kesal.


"Lo bilangin gw apaaa?!?!" bentak Ketua OSIS yang tingginya kayak titan. Titan yang di anime ATTACK ON TITAN itu lohh. Bayangin aja mukanya Rizal trus badannya Titan wkwk.


"Titan.. wleeee" kata Diah sambil mengeluarkan lidahnya.


"Idih lama lama kek anjing tuh lidahnya lu gituin" kata Rizal kesal.


"Bodoamat..." kata Diah sambil berlari.

__ADS_1


Tak terasa bel istirahat ke 2 berdering. Btw Diah tadi tidurnya lama bat loh. Enak tuh tidurnya ditungguin Titan ganteng. Haha.


"Hey boleh gabung?" kata Diah ke empat cewe yang dirasanya cocok.


"Oh boleh" kata Seruni sambil menunjukkan sederet gigi putihnya.


"Tutup tu mulut. Garing ntar tuh gigi" celetuk Nadia.


"Haha.... kalian bisa aja, oh ya namaku Diah." kata Diah sambil mengulurkan tangannya.


"Oke.. salam kenal, gw sendiri Seruni yang cans mnya sedunia, ini Nadia tukang ngomel, yang itu Nia agak tomboy sih, yang satunya lagi Anggun pendiem banget." kata Seruni nyerocos.


"Dih.. cantikan Diah lah ya!" kata Nadia.


"Ehe makase.." kata Diah


"Eh lo tu yang telat tadi tuh ya?" kata Nadia.


"Iya dong" kata Diah.


"Enak tuh tadi ditolongin abang ganteng siapa tuh namanya?" kata Nadia.


"Idih Rizal si Titan sok ganteng tu" kata Diah alay.


"Ih bukan sok ganteng ya tapi beneran ganteng loh" kata Nadia protes.


"Fix... gantengan gw" kata Nia berdiri sambil membanggakan dirinya.


"Bodoamat lah penting ganteng." kata Nia.


Diah hanya tersenyum menanggapi teman teman barunya yang sedang bertengkar itu. Diah merasa senang karena dia bisa diterima mereka.


"Eh Diah, itu pipi beneran ga sih?" kata Anggun sambil mencubit pipi Diah.


"Entah kenapa semua orang yang bertemu denganku mencubit pipiku... hadehh.." ucap Diah dalam hatinya.


"Ya beneran dong masak bakpao ditempelin!" kata Diah disusul tawa teman temannya.


"Tauk tuh Anggun aneh aneh aja" kata Seruni.


Tung tung tung tung... waktu istirahat tinggal lima menit....


"Wah dah mau masuk tuh" kata Nadia


"Eh kalian kelas apa?" tanya Diah.


"X B" kata Nadia.

__ADS_1


"Wey sama dong" kata Diah.


Bel masuk dibunyikan. Kelima sahabat baru itu pun pergi kekelasnya.


Tak terasa, tiga jam pelajaran usai.


"Eh, tukeran nomer telpon yuk?" ujar seorang laki laki yang duduk bersampingan dengan Diah.


"Nih.." kata Diah sambil menyerahkan hpnya.


"Wadaw.. hp keluaran baru tuh." kata laki laki itu dalam hati.


"Dah.. makasi." kata laki laki tadi.


"Ya.."kata Diah.


Laki laki itu berjalan menjauh dan menemui temannya.


"Wey.. dah dapet nomernya dong." ujar laki laki itu dengan bangga karena mendapat nomer Diah perempuan yang dia kagumi.


"Nomernya siapa Bas?" kata Dimas teman laki laki itu yang ternyata namanya adalah Bastian. Bastian adalah putra kedua dari kepala sekolah SMA tersebut. Wajar tak ada yang bernani dengannya.


"Tuh cewek.. cebol pastinya.. hehe.." kata Bastian dengan bangga.


"W minta Bas!" kata Dimas


"Enak ae lu anyink!" kata Bastian kesal.


"Hemat gas *****! Ngegas ae lu!" kata Dimas.


Sementara itu di tempat lain...


"Hey Diah, laki laki ke berapa tuh yanginta nomer lo?" kata Nadia penasaran.


"Gatau ga ngitung." kata Diah santai.


"Idih.. udah banyak dong" kata Seruni ngeri.


"Laku tuh dri pada lo." kata Nadia sambil menyikut tangan Seruni.


"Emang lu laku nyink?" kata Seruni.


"Ya... gak" kata Nadia disusul tawa renyah para sahabatnya itu.


**Apa yang akan terjadi berikutnya?


Apakah Diah akan bertemu lagi dengan Titan itu?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya yha!^ω^


Salam dari author!ʕ•ε•ʔ**


__ADS_2