
'4 tahun kemudian, aku mendengar kabar bahwa Pelisia meninggal. Aku bergegas pergi ke rumah Pelisia untuk melihat keadaan Melinda. 1 Jam perjalanan ku tempuh, aku pun sampai di rumah Pelisia dan melihat Melinda yang sedang menangis tersedu - sedu'
•Hai kesayangan Ayah. Jangan nangis lagi ya Sayang, biarkan Ibu mu pergi dengan tenang ya• Ucap ku sambil memeluk nya
•Ayah Hiks hiks hiks ke kenapa Ibu ninggalin Melinda Ayah Hiks hiks hiks ke kenapa. Melinda hanya punya Ibu, ta tapi kenapa Ibu ninggalin Melinda Ayah Hiks hiks hiks• Ucap Melinda yang terus mengeratkan pelukannya
•Lihat Ayah, kamu tidak sendirian, Ayah akan selalu menjagamu Sayang. Tenang lah Sayang• Ucap Ku
•Ayah janji gak akan ninggalin Melinda, seperti Ibu meninggal kan Melinda Hiks• Ucap Melinda sambil terus menangis
•iya Ayah janji. Sekarang Melinda jangan nangis lagi ya• Ucap Ku
•i iya Ayah• Ucap Melinda dengan muka yang masih sendu karena di tinggal sang Ibu
•Karena Ibu kamu sudah di kubur kan. Kamu ikut Ayah pulang ke rumah Ayah ya Sayang• Ucap Ku
•iya Ayah Melinda ikut, disini juga tidak ada siapa - siapa. Melinda beresin baju Melinda dulu ya Ayah• Ucap Melinda
•iya sayang☺️• Ucap Ku
'30 menit kemudian'
•Ayah Melinda udah siap, tapi Ibu juga baru meninggal apa Ayah tidak bisa kembali besok Ayah😢• Ucap Melinda dengan muka yang masih sendu
•maaf Sayang, Ayah tidak bisa• Ucap Ku
•hemm tidak apa Ayah😢• Ucap Melinda
•maaf ya Sayang. Ayo kita pulang ke rumah Ayah• Ucap Ku
__ADS_1
•hemm• Ucap Melinda sambil mengangguk
Di Dalam Mobil
•Ayah?• Ucap Melinda
•iya Sayang ada apa?• Ucap Ku
•Melinda boleh tanya?• Ucap Melinda
•tanya apa Sayang?• Ucap Ku
•kenapa Ayah masih menyayangi Melinda, bahkan Melinda bukan anak Ayah kan?• Ucap Melinda
•meskipun Melinda bukan anak Ayah, tapi Ayah Sayang banget sama Melinda• Ucap Ku
•Terima kasih Ayah telah menyayangi Melinda• Ucap Melinda
'1 jam kami menempuh perjalanan, kami pun sampai di rumah Ku'
•Sayang ayo turun• Ucap Ku
•iya Ayah. Rumah ini tidak berubah ya Ayah• Ucap Melinda
•iya karena Ayah tidak mau merubah suasana nya. Rumah ini terlalu banyak kenangan yang tersimpan. Jadi, Ayah tak mau merubah nya• Ucap Ku
•hemm• Dehem Melinda
•ayo sayang kita masuk• Ucap Ku
__ADS_1
•ayo Ayah• Ucap Melinda
Rumah Ku
•Hai Bi, Melinda kangen banget sama Bibi• Ucap Melinda
•Bibi juga kangen non, non kemana aja• Ucap Bibi
•ada kok Bi, cuma Melinda ikut Ibu jadi gak pernah kesini lagi• Ucap Melinda
•oh walah non, kirain bibi ke mana• Ucap Bibi
•ya udah sayang kamu ke kamar aja ya mandi, terus istirahat ya• Ucap Ku
•iya Ayah, Melinda pamit ke kamar dulu• Ucap Melinda
•Bi siapkan makanan kesukaan Melinda ya• Ucap Ku
•baik tuan• Ucap Bibi
'aku pun pergi ke kamar untuk membersihkan diri'
Flashback
°POV Melinda Fernando°
Aku berumur 11 tahun. Ayah ku bernama Arya Wijaya Kusuma dan ibu ku bernama Pelisia Anggara Putri. Kami adalah keluarga yang serasi bila bersama, namun itu dulu waktu usia ku 6 tahun. Sekarang tidak pernah ada ke harmonisan dalam keluarga ku. Entah lah aku selalu bingung dengan Orang Tua Ku, bahkan terkadang mereka selalu ribut di hadapan ku, jika aku menanyakan tentang liburan.Mereka terlihat enggan untuk saling menyapa.
maaf nih baru lanjut lagi & makasih buat yang udah membaca☺️
__ADS_1
jangan like & komen ya😁