
Tuuuuttt,,, tuuuuuttt,,, tuuuuuttt, bunyi getaran handphone yang diletakkan di atas sebuah meja belajar, mata yang baru saja tertutup kini dengan lekas terbuka, dengan wajah yang telihat lelah tangannya meraih sebuah handphone itu, sesaat kemudian mata yang tadinya sayup sayup kini kembali sedikit agak melotot setelah membaca sebuah nama kontak yang tertulis di layar handpone tersebut
"om indar?" tanya nya dalam hati, dengan alis yang sedikit mengkerut.
Om Indar adalah paman dari ardi yang yang merupkan kepala pemborong bangunan yang selalu ditemani saat dia jadi kuli bangunan, biasanya kalau pamannya kekurangan anggotanya kadang dia memanggilnya disaat pulang sekolah atau di hari libur, tapi ardi juga selalunya pergi dengan sendirinya bahkan jika tidak di panggil karena sebelumnya pamannya suda membebaskan dia datang kapan saja kalau ada waktunya yang tersisa, hitung hitung cari uang pembeli rokok lah, namun terkadang juga disaat pamannya butuh bantuan atau terkadang ada anggotanya yang istrahat atau izin, biasanya dia akan menghubunginya.
"ehhmmm, ehhmmm" terdengar sebuah bunyi dari tenggorokan yang sengaja dilakukan supaya suranya tidak terdengar seperti orang yang baru saja bangun dari tidur,
"halo om" ucap ardi dengan suara lantang agak keras agar pamannya tidak tau kalau dia baru saja tertidur
"Ia halo" suara dari pamannya yang terdengar daribtelfon
"kenapa om?" tanya ardi
"kamu ngga sibuk?" tanpa menjawab Indar malah nanya balik.
"Nggak kok om, lagian uda pulang sekolah ni om" jawab ardi
"kamu bisa datang ngga sebentar bantu om?, soalnya banyak sekali kerjaan nih, om cuma punya 3 anggota trus kerjaan banyak amat lagi" tanya om Indar kemudian menjelaskan berharap Ardi mau datang sore ini.
__ADS_1
"Emang yang lain pada kemana om, bukannya kemarin masi ada 5 orang? ucap ardi dengan nada bertanya ingin tau
" Ini yang satu masi tidur, katanya lagi ngga enak badan, padahal tadi pagi masi sehat bangat, tadi juga dia sempat kerja setengah hari, pas habis makan langsung nggak enak badan katanya," Om indar agak jengkel dengan diikuti nafas yang agak memelas hingga terdengar seperti bunyi angin seolah olah meniup handpone yang sedang dipakai berbicara,
karena suara tiupan angin yang seakan menusuk telinga dengan sigap ardi menjauhkan handpone yang sedang digenggam dari telinganya dengan suara spontan keluar dari mulutnya yang agak berbisik
"awwww" sambil menggosok gosok telinganya, ardi pun diam sejenak kemudian meletakka kembali handponenya ke telinga.
"emang om om yang kemarin kemana om?" tanya ardi kembali setelah handponenya suda didekatkan ke telinganya
"Tadi malam pulang kampung katanya mau jemput temannya yang mau ikut kerja disini, tapi sampai sekarang dia belum datang padahal janjinya tadi pagi uda datang, tp ini uda lewat jam jam 1 belum datang juga" jawab om indar agak kesal.
"Tumben kamu mau pulang kampung, perasaan selama ini kamu ngga pernah ingat kampung, kenapa tiba tiba mau pulang kampung?Ucap om indar dari seberang telepon seolah ngatain tapi nada agak penasaran
"Nggak kok om, cuma kangen bapak sama ibu, sekalian aku mau pulang ambil hadiah dari bapak" ucap ardi dengan sedikit senyum di wajahnya
"emang kamu lagi ulangtahun ya?,ada ada aja kamu di, sok soan mau dapat hadia, kaya orang berada aja, jangankan mau kasi kamu hadiah biayain kakak kamu kuliah aja bapak kamu uda stengah mati banting tulang, ditambah lagi ibu kamu uda ngga kuat cuma bisa dirumah, janganlah liat teman teman mu yang lain mending kau fokus aja sekolah biar bisa bahagiain orang tua nantinya" ucap om indar dengan nada agak keras mengingatkan ardi.
" iya om, ardi juga ngga' bakalan minta kok, cuma bercanda aja om, lagian siapa juga yang ulangtahun, boro boro minta hadiah, diucapin selamat ulangtahun saja nggak pernah om" balas ardi dengan wajah yang tadinya sedikit senyum seketika berubah menjadi muram dan kembali mengingat kenangan 6 bulan yang lalu dimana dia dijanjikan akan dibelikan jam tangan jika dia masuk peringkat 5 besar namun tidak dikasih karena bapak ngga punya uang,
__ADS_1
"lagian kamu sih sok soan mau minta hadiah, emang kenapa mau minta hadiah kalau nggak ulangtahun? tanya om indar penasaran
"kan aku tadi uda bilang cuma bercanda om" lanjut ardi dengan wajah yang masih muram karena kepikiran kata kata om indar tadi
"ohhh kirain,, ya udah, kamu pulang dulu tapi nanti sore balik kesini ya, kan besok hari minggu jadi kan bisa seharian disini kerja, kalau lusa bisa datang lagi kalau udah pulang dari sekolah!!!" pinta om indar penuh harap.
"iya om, tapi aku nggak janji datang besok om" ucap ardi lagi dengan nada memelas.
" emang kamu kenapa? tanya om indar lagi penasara sambil bertanya tanya dalam hati, "jangan sampai ada apa apa sama ini anak, ngga biasanya begini dia" ,karena memang setiap dipanggil kerja disaat hari libur atau pulang sekola pasti dia langsung mau dan selalu semangat, malahan terkadang dia yang nelpon duluan kalau ngga sibuk atau ada masalahnya
"ah, nggak kok om, hari ini kan pembagian raport kenaikan kelas, jadi 3 minggu kedepannya aku ngga sekolah om, lagian kan udah lama sekali ardi ngga pulang kampung jadi rencana ardi mau pulang dulu sekalian mau luangkan waktu 1 hari di rumah dulu kan ardi juga rindu sekali sama orang di rumah om," jelas ardi memecahkan rasa penasaran pamannya
"ohhh, kirain kamu ada masalah, iya ngga apa apa lagian om ngerti kok, tapi besok sore ya!!! ucap indar dengan rasa legah, dan penuh harap karena dia juga sangat butuh orang buat bantu kerjaannya
"iya om" jawab ardi singkat
"yaudah, om mau lanjut kerja dulu, titip salam sama orang di kampung, dan jangan lupa hati hati di jalan jangan ngebut ngebut kalau bawa motor, dan ingat besok sore kamu uda disini karena paginya udah mau kerja, jangan sampai kamu berangkat pagi trus kesiangan, makan gaji buta lagi kau nanti Dii" ucap Indar sambil tersenyum
"iya om, assalamualaikum!!! sembari mematikan telepon dan memindahkan handponenya ke depan bibirnya
__ADS_1
"dasar om pelit, perhitungan bangat sih jadi orang, sama ponakan sendiri aja sampai segitunya, apalagi sama orang lain" maki ardi ke handpone depan bibirnya namun sebelumnya sudah dimatikan