
pipiiippp, bunyi klakson motor yang dikendarainya sambil berkata "***mari pak***" Ardi pun malajukan motornya dengan kepatan sedang
"kayaknya paman dan ponakan itu akrab sekali ya sin" ejek cici sambil berbisik ke sinta lalu tersenyum.
"apa sihhhh, ngga lucu tau!" bisik sinta ke cici sambil mencubit tangannya dengan sedikit agak keras
"awwwww, ihhhh kebiasaan sekali sih, salah sedikit cubit, sakit tau!" ucap cici jahilin sinta karena sebenarnya tidak terlalu sakit hanya saja agar pak hendra mengalihkan perhatian pak hendrah ke arah cici dan sinta karna pak hendra masi melihat ke arah perginya ardi.
"kenapa lagi sihh?" ucap sintah membanta tuduhan mencubit, padahal dia hanya malu karena dilihatin pak hendra yang membuatnya jadi salah tingkah
"sudah sudah, kenapa jadi bertengkar sih, sini tasnya biar om yang naikin ke mobil" ucap pak hendra dengan wajah tanpa ekspresi seolah olah kembali ke kepribadiannya yang asli
Sinta pun menurunkan tas ransel yang sedari tadi menggantung di pundaknya dan menyerahkannya ke pak hendra,
__ADS_1
"tapi dia anak yang baik ko" ucap pak hendra dengan senyuman jailnya membuat wajah sinta kembali memerah malu
" ihhh ommm, lagian siapa sih om yang mimpiin ardi, itu cuma karangan cici om," suara manja yang keluar dari bibir imut sinta yang membuat pak hendra tersenyum melihat tingkah sinta yang seolah olah mau menangis karna sedari tadi suda malu karena ulah cici
" ia ia, lagian kamu juga ci, selalu aja cari ribut" ucap pak hendra sambil tersenyum,
" buruan naik, tuh pak sopirnya dari tadi nungguin orang kasmaran disini" ucap pak hendra kembali mengejek sinta
" ia dehhh, hati hati dijalan yahhh, ingat jangan berantem di jalan, titip salam juga sama orang di kampung" ucap pak henda sambil tetsenyum
Keduanya pun naik ke atas mobil yang akan mengantarnya ke kampung, seketika sopir pun menjalankan mobilnya dan ketiga tangan mereka saling melambai.
"da ommm" ucap sinta dan cici sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
"hati hati ya nak, jangan lupa mimpi yaaaa" ucap pak hendra dengan tawa mengejeknya sembari melambaikan tangannya, seketika sinta menghentikan lambaiannya dan meluruskan duduknya ke depan
"gara gara kamu si, aku dibikin malu, lagian siapa juga sih yang mimpiin ardi?" ucap sinta dengan muka tembemnya yang sengaja di buat buat, karena dia hanya ingin memastikan apa benar dia perna mengigau sebut sebut nama ardi
"ia dehh maaf, tadikan cuma bercanda doang, ehhh mala keterusan sama omm" ucap cici sambil mencubit manja dagu sinta
"tapi dia anak yang baik kok" lanjut cici sambil menirukan gaya bicara pak hendra, sontak membuat keduanya tertawa lepas
Dengan kecepatan sedang ardi melajukan motornya sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum sendiri mengingat kejadian yang dialaminya barusan namun semakin lama semakin wajah sinta mulai memenuhi fikirannya
"pak pak, ada ada aja bercandanya, tapi kok mereka kenal aku yaaa, padahal aku ngga pernah liat mereka?" tanya dalam hati dengan dahi yang mengkerut tanda penasara
"ternyata aku tenar juga yaaa, sampai banyak dibicarakan" bisiknya sendiri lalu membayangkan wajah sinta dan tingkahnya yang manja namun ceria dan malu malunya, sembari menggeleng gelengkan kepalanya. "tapi kok aku kepikiran sih, baru aja ketemu langsung kepikiran" ucapnya dalam hati sambil tersenyum sendiri
__ADS_1