
Setelah beres beres pakaian, dan merasa tidak ada yang ketinggalan, ardi pun bergegas keluar dari rumah dan menuju ke tempat motornya yang berada sekitar 20 meter dari tempatnya tinggal yang mana di samping kantor sekolah, setelah menuruni beberapa anak tangga tiba tiba gerimis tapi karena cuacanya tidak mendung ardi hanya melihat ke langit dan melanjutkan langkahnya sambil barkata "***ahh lanjut aja deh keburu nanti hujan deras yang ada malah ngga pulang lagi***" ucap ardi berbicara sendiri.
Setelah sampai di tempat motornya ardi langsung mengambil kunci dari dalam saku depan celananya kemudiang membunyikan motornya kemudian menaikinya lalu melihat kekiri dan kanan, karena keadaan sekolah sudah sepi dan dia merasa aman, ardi kemudian mengambil korek dan rokok sebatang tanpa bungkus yang ada di dalam saku depan bajunya, sambil meliriki ke sekeliling dia mencoba menyalakan korek dengan tangan kiri menutupi dari sisi kiri untuk menghalangi adanya angin namun baru saja menyalakan rokoknya yang hanya sebatang tiba tiba terdengar suara seorang keluar dari jalan tengah kantor.
*jalan tengah kantor itu berada diantar ruang guru dan ruang tata usaha, namun jalan ini yang biasanya di lewati orang orang yang tinggal di area sekolah atau para siswa siswi yang tinggal di asrama sekolah, yang mana asrama putra dan putri terdapat sebuah pagar jalan masuk ke area parkir sekaligus pagar itu juga sebagai pemisah asrama putra dan putri, dan setiap waktu sekolah usai pagar tersebut biasanya sudah terkunci jadi jalan tengah kantor biasanya di jadikan jalan utama orang orang yang tinggal di area sekolah, sedangkan pintu derbang sekolah berada sekitar 200 meter dari kantor sekolah dan untuk mencapai pintu gerbang utama harus melewati jalan agak menanjak dan sebuah tikungan*
"cici pelan pelan dong jalannya tas aku berat sekali nihh" teriak seorang wanita yang bernama sinta yang berjalan terengah engah dengan kedua tangan masing masing memegang tali tas ransel
Seketika ardi pun membuang rokok yang ada di sela jari telunjuk dan jari tengahnya ke selokan yang ada di belakangnya, kemudian mengibas ibaskan tangannya supaya asap rokoknya segerah menghilang dari pandangan, setelah dirasa asapnya sudah menghilng ardi pun memiringkan sedikit motor yang masih dalam keadaan menyala dan badannya ke kiri untuk melihat siapa suara orang yang membuat rokok yang hanya tinggal sebatan harus terbuang begitu saja
"yahhhh, kirain guru mana rokoknya udah dibuang lagi, lagian siapa sih tu anak? mana uang tinggal buat beli bensin, ahhhhh apes bangat sihhhh" ucap ardi berbicara sendiri sambil menggaruk kepala yang yang sebenarnya tidak gatal hanya saja rasa apesnya yang membuat kepalanya seolah olah gatal.
"lagian kamu sihhh, uda dibilangi nggak usah bawa semua barang kayak ngga bakalan balik lagi ke sini kau" ucap cici sembari membalikkan badannya dengan kedua tangannya diletakkan di pinggangnya hendak menunggu sinta yang berada sekitar 5 meter di belakangnya
Dengan jarak sekitar 25 meter didepannya ardi pun bisa dengan jelas melihat wajah cici namun wajah yang dia lihat sangat asing baginya,
__ADS_1
"mereka siapa ya? kok baru liat apa penghuni baru asrama putri? tapi kok barusan liat" ucap andi dengan kerutan di dahinya dengan tangan masih memegang kepalanya.
" iya aku udah nggak mau lagi kesini udah malas sekolah jau jau, saya mau minta surat pindah aja, lagian kamu cepat sekali jalannya, mana lagi tasnya berat bangat, lagian isinya juga barang kamu banyak sekali, trus kau yang ninggalin mulu" canda sinta dengan senyum genitnya dan nafas sedikit ngosngosan yang hanya dibuat buat padahal belum melewati jalan menanjak karena mereka baru saja melewati jalan tengah kantor, sambil menjulurkan tanyan kananya "bantu tarik tangan aku dong, tasnya biar aku aja bawa yang penting pegangin tangan aku yahh" ucap sinta dengan alis mata yang dinaik turunkan bermaksud menggoda cici kemudian tertawa kecil
Disaat yang sama ardi memasukan gigi motornya kemudian menyetir dengan sangat santai berharap bisa melihat wajah wanita yang satunya lagi karena dia sekarang dalam posisi membelakang, karna ardi juga orang yang sangat pemalu setelah berpapasan dengan sinta bahkan melirik pun dia tidak berani, setelah melewati keduanya rasa penasarannya pun belum bisa dituntaskan karna dia tetap saja malu melihat kebelakang
"sin, sin pacar kamu tuhh, yang selalu kau cerita kalau malam" goda cici sambil tertawa kecil
" mana, dimana, siapa sih?" tanya sinta sambil melihat kebelakang dan mencari sekeliling
" itu tu yang baru saja lewat naik motor, itu loh anak jurusan managemen yang tinggal di asrama" jawab cici sambil tertawa kecil
"iya itu kan ardi yang kamu cerita trus sebelum tidur, bahkan sering sekali kamu ngigau kalau lagi tidur teriak teriak panggil namanya" jawab cici menggoda sinta sambil mengangkat angkat kedua alisnya, lalu tertawa lepas
" ihhhh awas kamu yaa, mana ada aku sebut namanya kalau lagi tidur," sambil mengulurkan tangannya hendak meraih pinggan namun cici uda keburu lari karena cici sudah tau pasti singa akan mencubitnya, namun dengan sigap cici berlari sehingga tangan sinta pun tidak berhasil menggapai pinggang cici, akhirnya terjadilah kejar kejaran antara 2 gadis tersebut dengan diiringan tawa canda saling mengejek, namun meski sinta sudah sekuat tenaga mengejar cici, dia tidak bisa menggapainya karena tas ransel yang sedari tadi menggantung di pundaknya memang sedikit agak berat.
__ADS_1
Dengan laju motor yang lambat ardi terus menyetir motornya hingga nampak dua orang laki laki yang berada di belakan mobil dengan bagasi yang terbuka, setelah berada sekitar 10 meter dari kedua laki laki tersebut ardi pun dapat mengenali pria yang berada di samping kiri yang sedang memegang pintu bagasi mobil sedangkan orang yang sedang menyusun sebuah koper tidak di kenalinya, ardi pun segera menghentikan motornya dan sempat melihat masih ada 1 koper yang belum dinaikkan ke dalam bagasi mobil, seketika ardi langsung turun mengambil koper hitam yang masih tersandar di sebuah pagar sekolah.
Sambil menenteng koper yang tadi masih tersandar dipagar ardi pun langsung bicara kepada orang yang dia kenali tadi
"kok barangnya banyak amat pak", ucap ardi yang tiba tiba muncul dari belakang sambil mengangkat sebuah koper berwrna hitam hendak membantu sopir yang sedang menyusun barang di bagasi belakang mobil.
dengan sedikit kaget pak hendra menoleh kesamping kirinya
"astagfirullahh!!!, kamu ini bikin kaget aja" kata pak hendra sambil mengusap dada kemudin menghela nafas dengan pelan pelan
"ahhhh!!! bapak, masa' bapak ngga dengar tadi bunyi motor saya pak" ucap Ardi dengan wajah agak merah dan senyum tipis di wajahnya seperti menahan tawanya.
pak hendra pun melihat ke belakang tempat motor ardi diparkir dengan sedikit tersenyum, kemudian berkata "ohhh, ini barang ponakan saya, mereka juga mau pulang kampung, mumpung lagi hari libur"
Tiba tiba mereka dikejutkan sebuah suara yang sedikit agak keras yang hanya berada sekitar 30 meter,
__ADS_1
"kena juga kau yaa, rasakan niii, emangnya kapang aku mimpi teriak panggil panggil nama ardi, bisa bisanya cowok yang sok cool itu masuk ke mimpiku" ucap sinta sambil sedikit tertawa yang kemudian tawanya berubah menjadi beku dan wajah yang berubah menjadi merah seketika setelah melihat sosok 2 laki laki yang berada tak jauh dari depannya
seketika terjadilah saling tatap tatapan antara ardi dan sinta dengan wajah keduanya yang memerah karena disitu ada pak hendra