
Setela mengendara sekitar 40 kilometer, ardi pun sampai di rumahnya dengan hati yang ceria sekitat jam 15:30, setelah memarkir motor di bawah kolong rumah, ardi segerah menaiki tangga rumah namun pintu rumah terkunci dari dalam rumah, tok tok tok,,, bunyi daun pintu yang terbuat dari kayu yang sedang di ketuk oleh andi
"mahh,,, ardi pulang mahhh" teriak ardi dari luar rumah berharap segerah di bukakan pintu,
" mahh,,,, mama, buka pintunya ardi pulang mahh" teriaknya lagi sambil mengetuk pintu karena pintu masi tertutup
" mama kemana sihhh?, kok ngga dibuka padahal pintunya terkunci dari dalam" ucap ardi dengan wajah memelas
karena tidak ada yang membukakan pintu, ardipun berjalan ke arah kursi diteras rumah lalu duduk di kursi tersebut,
"yahhhhh, padahal mau kasi kejutan ke mama dan bapak, malah ngga ada dirumah" ucap addi dengan wajahnya yang memelas sembari menjatuhkan pantatnya ke atas kursi yanv ada di luar pintu tersebut,
Setelah lama terdiam tiba tiba terengar suara sapu lidi yang sedang bergsek gesekan dengan tanah lalu ardi melihat kearah orang yang sedang menyapu dibawah kolong rumah, yang mana terdapat sosok wanita paru baya, dia adalah tetangga yang tinggal tepat berhadapan dengan rumah ardi, yang jarak rumah tedak terlalu jaun karna hanya di batasi jalan yang lebarnya hanya sekitar 4,5 meter,
__ADS_1
"tantee,, ada liat mama atau bapakku ngga tante?" tanya ardi ke orang paru bayah yang sedang menyapu tak jauh dari posisinya sekarang, seketika wanita itu melihat sekelilingnya mencari arah suara yang sedang berbicara,
"ehhhh Ardi, loh kok tumben pulang, emang ngga sekolah?" ucap tetangga yang malah nanya balik ke ardi
" ia tante, kan udah mau libur semester, tadi juga uda pembagian raport ko" ucap ardi sambil tersenyum ke tetangganya tersebut
"ehhh tante, ada liat mama atau bapak aku ngga?" sambung ardi bertanya kembali
" ngga liat sih, tapi paling ke kebun nak, memang tiap hari jarang sekali ada orang dirumahmu, biasanya bapak sama ibumu pulang nanti menjelang solat magrib nak" jelas tetangga lawan bicara ardi
"yahhh, padahal mau kasi kejutan ke mama dan bapak, malah ngga ada di rumah lagi" ucap ardi sambil menghela nafas manyang dengan suara agak sedikit berbisik
" tapi kok pintu rumah terkunci dari dalam ya tante?" tanya ardi ke tetangga yang masih saja menyapu di kolong rumahnya sendiri.
__ADS_1
"ohhhh emang begitu nak, biasanya sih ngga di kunci dari luar supaya orang kalau mau ambil air, tinggal masuk kerumah saja nak" jawab tetangga tersebut sambil tersenyum
*meskipun tinggal di daerah pegunungan, untuk mendapat air sangatlah susah kebanyakan warga harus mengantri di sumur jika datang musim kemarau, namun berbeda dengan keluarga ardi yang memiliki mata air di pinggir kebun milik kakeknya, namun untuk mengalirkan air tersebut harusnya menggunakan pipa atau selang yang cukup banyak, karena harga pipa yang terbilang cukup mahal, keluarga ardi pun memakai selang, dan terkadang banyak orang yang selalu numpang ambil air dirumahnya, terkadang pula banyak yang membentangkan selang kerumahnya jika air dibak penampungan air sudah penuh, makanya rumah ardi jarang sekali terkunci jika mereka orang tuanya ngga ada dirumah*
" tapi gimana cara bukanya tante?" tanya ardi ke tetangganya dengan dahi yang mengkerut bingung karena ngga tau cara membuka pintu rumahnya sendiri
" astaga,,,,, kau ini diiii, masa buka rumah sendiri saja ngga bisa" ucap tetangganya tersebut sambil menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis sembari melangkahkan kakinya menuju rumah ardi
ardi pun tersenyum mendengar perkataa tetangganya tersebut karena cukup masuk di akal, masa sih tetangga lebi tau cara buka pintu daripada tuan rumah sendiri
" yaaa,, maklumlah tante kan selama sekolah di SMK, saya jarang sekali pulang, ini saja udah 1 tahun baru ketiga kalinya saya pulan tante, itupun biasanya ibu ada dirumah, makanya ngga tau kalau bisa di buka dari luar, lagian kok ibu ke kebun, kirain dari dulu ibu ngga perna pergi kebun karna kakinya yang ngga kuat jalan, emang ibu uda sembuh ya?" tanya ardi panjang lebar ke tetangganya tersebut yang terlihat menarik sebuah kursih ke depan pintu rumah kemudian menaikinya lalu tangannya dimasukka ke sebuah lubang kecil di bagian atas pintu rumah, sambil menjawab pertanyaan ardi "ngga tau dii, udah sekitar 5 bulanan kayaknya, ibu kamu jarang sekali dirumah, tapi terkadang kalau kakinya sakit ya tinggal dirumah, tapi paling 1 atau 2 hari istrahat dia ke kebun lagi" jawabnya,
setelah menggeser alat penyanggah pintu ibu itu mendorong pintu rumah" nahhh gini caranya, lagian lucu juga kau dii, rumah sendiri kok nggak tau buka" ucap ibu paru baya itu sambil tersenyum
__ADS_1
"hmmmm,, makasi yah tante" ucap ardi sambil tersenyum sembari menarik kembali kursi yang suda di gunakan ibu tersebut membuka pintu
"iyaaa sama sama nak" ucap orang tersebut sambil kembali berjalan kerumahnya.