
"Hei,,, tunggu saja kalau aku dapat ya, jangan lari kamu" ucap sinta sambil dengan sekuat tenaga mengejar cici namun tak dapat juga,
" hahahahaha, ya emang kamu sering ngigau panggil ardiiii ardiii, hahaha" ucap cici sembari tertawa lepas mengejek sinta yang tidak bisa menggapainya,
Cici yang memang berada didepan ketika jarak sekitar 30 meter dari pintu gerbang dan sudah melewati tikungan, seketika dia terhenti melihat pak hendra dan ardi yang sedang ngobrol, sambil berbisik
"Sin,,, sin,,,"
karena bisikannya yang terlalu pelan sehingga sinta yang masi berusaha mengejar cici pun tidak mendengarnya,
karena sinta masi kesal atas ejekan cici yang tadi, ketika hanya berjarak kurang dari stengah meter, sinta langsung menjulurkan tangannya ke pinggang cici sambil berkata
"akhirnya kena juga kau yahhh" ucap sinta dengan nafas yang tidak beraturan karena berusaha keras mengejar cici yang sedari tadi mengejeknya, dengan posisi badan membungkuk, tangan kanan yang masih mencubit pinggang dan tangan kiri memegang lututnya berusaha menenangkan dadanya yang masih sesak karena kejar kejaran tadi,
"aku mau kamu jelasin dulu dimana dan kapan aku mengigau panggil panggil nama ardi, bisa bisanya cowok yang sok cool itu masuk dimimpiku" ucap sinta dengan nada agak keras dan nafas yang sediki demi sedikit mulai beraturan.
"sin,,, sin,,, udah" ucap cici sambil kembali berbisik ke sinta
__ADS_1
" kenapa? sakit yaaa?" tanya sinta sembari melepaskan cubitannya dan kini tangan kanannya memegang lututnya.
"makanya jangan usil jadi orang" lanjutnya lagi
"ngga' itu tuuu" ucap cici dengan wajah menghadap ke sinta namun matanya mengisyaratkan agar sinta melihat ke depan ke arah pintu gerbang sekolah
"Apa sihh" sembari mengangkat rambutnya kebelakang yang sedari tadi terurai kebawah karena membungkuk dan sedikit menutupi wajahnya, setelah itu dia meluruskan badannya dan melihat mata cici yang memberikan isyarat agar melihat ke depan, seketika wajahnya berubah merah padam dengan mata melotot mendapati dua orang pria yang sedang memandanginya,
"aduuu ciiii, kenapa ngga bilang dari tadi sihhh", berbisik sinta dengan bibir yang hanya sedikit digoyangkan sambil melihat mata ardi yang sedang memandanginya
seketika semua terdiam dan terlihat pak hendra yang sedang menahan tawanya karena dia juga mendengar teriakan sinta yang tadinya menyebut nama ardi,
setelah beberapa saat terdiam pak hendra pun langsung memecah keheningan tersebut
"tuu, mereka panjang umur, barusaja disebut uda pada nongol" ucap pak hendra dengan keadaan masih tersenyum
ardi pun mengkerutkan dahinya sambil memandang sinta yang mukanya masih memerah karena menggibah orang yang ternyata ikut mendengar gibahannya
__ADS_1
"ini yah ponakan bapak, tapi kok barusan liat ya pak?" tanya ardi penasaran
"gimana ngga liat, kamunya aja yang setiap pulang sekolah pasti langsung pergi nguli" jawab pak hendre, karena semua orang yang tinggal di komplek sekola suda tau kalau setiap pulang sekolah ardi selalu ikut pamannya kalau lagi tidak ada kegiatan
" emang mereka uda lama tinggal disini ya pak?" tanya ardi lagi
"ahhh kamu itu dii, bercanda aja,masa uda setahun tinggal di kompleks yang sama tapi kamu ngga perna liat sihhh, sinta aja udah sering mimpiin kamu katanya, hahahahah" ucap pak hendra dengan diahiri suara ketawa yang cukup keras, hingga membuat ardi dan sinta hanya bisa saling menatap malu malu
" ah bapak bisa aja, yaudah pak, saya pulang dulu pak, ntar keburu hujan lagi, mana uda mendung lagi" sambil melangkah kearah motornya yang mana kepalanya melihat kearah langit
" ntar dulu lahhh, alasan aja kamu mahh, lagian ngga ada tanda tanda hujan, muka mu aja tu yang mendung" jawab pak hendra dengan tawa di wajahnya sambil mengejek ardi yang wajahnya kembali memerah, seolah olah dia lupa kalau sebenarnya dia itu adalah seorang guru yang pendiam dan dikenal dengan guru yang dingin dan jarang bercanda ke muridnya. Tapi memang ardi itu adalah anak yang dikenal baik oleh para guru yang tinggal di kompleks sekolah, karena diumurnya yang sekarang yang masih terhitung sangat muda, dia suda membiayai hidupnya sendiri, sampai sampai ngga ada waktu untuk ikut ngumpul ke sesama anak anak asrama disaat jam sekolah sudah usai
" malas ahhh, bapak dari tadi bikin malu aja" ucapa ardi sambil membunyikan motornya
"yaudahh, hati hati ya calon kemanakan om" ucap pak hendra kembali mengejek ardi yang sudah menyalakan mesin motornya
"ia omm, ehhh pak" balas ardi sambil tertawa sembari melajukan motornya dan tak lupa dia seketika melirik kebelakang tempat cici dan sinta berdiri kemudian ardi menganggukkan kepalanya sedikit kebawah
__ADS_1