
Melihat ekspresi wajah anak semata wayangnya pun Kirana ingin bertanya.
"Kenapa Ren?" tanya Kirana
"Aku tidak suka mama di jelek jelekan seperti itu" jawab Rendi sambil memencet gas dalam dalam dan mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi
"Anak ini benar benar mirip dengan papanya" gumam Kirana dan Melisa pun tersenyum tipis mendengar nya ,lalu mengelus punggung Kirana
"Biasanya anak pertama itu mengikuti sifat ayah nya" ucap Melisa dan Kirana pun mengangguk kepala nya karna dia juga mengikat sifat ayah nya
"Ren, jangan terlalu cepat" kata Kirana dan Rendi pun langsung menurunkan kecepatan mobil nya, lalu menghembuskan napas nya
Satu bulan pun berlalu, Rendi dan Hana pun menikah.
Setelah acara ijab kabul selesai mereka semua pun balik ke rumah.
"Rendi" panggil mama nya
"Iya ma, ada apa?" tanya Rendi dengan wajah yang sedikit datar
"Jangan lupa cepat cepat kasi mama cucu" jawab Kirana dan Melisa menggaruk garuk kepada yang tidak gatal karena tak mengerti maksud mama nya
"Jangan bilang kamu tidak mengerti lo" kata Kirana dan Rendi pun mengangguk, melihat jawaban dari anak nya Kirana pun tepuk jidat
"Aduh gimana sih, coba tanya Hana" kata Kirana dan Rendi pun mengangguk anggukan kepala nya
Karna Rendi memang tidak mengerti hal hal seperti itu tapi jika sudah mengerti maksud nya dia baru paham.
Setelah itu Rendi pun masuk ke dalam kamar nya dan Hana pun teriak.
"Aaaaarrrgggh" teriaknya
"Kenapa sih?" tanya Rendi yang melihat Hana yang hanya menggunakan jubah mandi
"Kenapa kakak asal masuk?" tanya Hana yang langsung masuk ke dalam kamar mandi tapi mengeluarkan kepala nya dari pintu kamar mandi
__ADS_1
"Ini kan kamar aku" jawab Rendi dengan muka yang biasa biasa saja, dan melihat ekspresi wajah Rendi yang sudah menjadi suami nya itu dia pun hanya bisa menepuk jidat
"Ini mah polos nya keterlaluan" kata Hana
Setelah selesai memakai baju Hana pun ke luar dari kamar mandi dan mendapatkan Rendi yang sedang tertidur di kasur.
"Sudah tidur ternyata" gumam Hana sambil tersenyum dan dia pun langsung naik ke atas kasur dan tidur di samping Rendi
Merasakan ada yang bergerak di samping nya Rendi yang belum tertidur pulas pun langsung bangun dan melihat Hana ada di samping nya.
"Eh, Hana aku kira siapa" gumam Rendi lalu dia pun memeluk Hana dan Hana yang di peluk pun hanya menurut
Keesokan paginya, Rendi bangun pagi pagi sekali dia mandi shalat tahajjud itu sudah menjadi kebiasaan nya.
"Han, Hana bangun" kata Rendi sambil mengguncang badan Hana
"Emmm" kata Hana yang nyawanya masih setengah
"Yuk shalat subuh" ajak Rendi dan Hana pun langsung pergi ke dalam kamar mandi untuk mengambil whudu
"Hana boleh aku bertanya?" tanya Rendi saat mengingat apa yang di katakan mama nya tadi malam
"Boleh, mau tanya apa?" tanya Hana pada Rendi yang sedang tidur tiduran di sajjadah
"Tadi malam mama bilang " Jangan lupa kasi mama cucu" maksud mama itu kita punya anak gitu?" tanya Rendi dan Hana pun langsung menatap suaminya itu dengan wajah malas
"Iya" jawab Hana saat mendengar jawaban Hana, Rendi langsung menarik Hana ke atas kasur
"Mau apa?" tanya Hana dan Rendi pun langsung memeluk Hana sambil bermanja manja
Tapi tak lama setelah itu handphone Rendi pun berbunyi, awalnya dia tidak mau menjawab tapi karena Hana memaksa dia pun mengangkat telfon tersebut.
"Bos, bos" kata Tomi, asisten pribadi Rendi yang mengurus markas mafia nya
"Iya, ada apa?" tanya Rendi yang masih memeluk Hana dengan erat agar Hana tidak pergi
__ADS_1
"Markas di serang Dafa" kata Tomi sambil sibuk memainkan pistol nya
Dooor Dooor Dooor begitu lah suara kucing, eh pistol
"Itu suara apa?" tanya Hana pada Rendi dan Tomi pun bisa mendengar nya
"Suara rumah hancur" jawab Rendi
Hana: "oooh"
"Tangkap saja anak buah nya, nanti siang aku akan menginterogasi nya" kata Rendi kemudian dia pun mematikan telfon nya dan lanjut bermanja manja
"Tadi itu siapa?" tanya Hana
"Tapi kalau aku kasi tau kamu jangan marah, oke" kata Rendi dan Hana pun mengangguk anggukan kepala nya
"Dia Tomi yang menjaga markas mafia ku" jawab Rendi dan Hana pun ber 'oh
"Kamu tidak marah kan?" tanya Rendi
"Tidak" jawab Hana sambil menggeleng geleng kan kepala nya karna ayah kandung Hana juga seorang Mafia dan tentu saja Rendi mengetahui nya tapi dia takut Hana itu membenci Mafia
"Benaran kan kamu tidak marah?" tanya Rendi dan Hana pun menggeleng geleng kan kepala nya lalu mencium pipi Rendi, Rendi yang dicium pun tersenyum
"Kita keluar yuk" ajak Rendi dan Hana pun ikut
Saat mereka berdua keluar dari kamar mereka melihat Kirana dan Melisa yang sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Ada apa mama, sama mama mertua berdiri di sini?" tanya Rendi
"Tidak ada" jawab mereka berdua sambil melihat ke sembarang tempat tapi saat melihat Hana yang jalan dengan normal mereka berdua pun melihat ke arah Hana
"Kok Hana bisa ...." kata mereka berdua terputus saat melihat Rendi yang terlihat bingung
Bersambung
__ADS_1