
"Kamu tidur kayak bayi yang ada di dalam rahim" kata ibunya yang sontak membuatnya malu sampai ke ubun ubun
Bagaimana tidak, ada Hana di sana.
Rendi pun bergegas menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.
Di kamar sebelah Hana juga sedang mandi, begitu pula dengan Kirana ibu Rendi.
Rendi kali ini berendam terlebih dahulu.
Setelah ia selesai mandi dan memakai baju, ia pun langsung pergi ke balkon kamarnya.
"Tuan" panggil Hana
"Hmm" kata Rendi
"Tuan di panggil nyonya Kirana untuk makan bersama " kata Hana
"Hmm" lagi lagi ia menjawab sama
"Tuan di tunggu di meja makan" kata Hana yang langsung pergi menuju pintu untuk keluar
Rendi pun langsung pergi mengikuti Hana yang menuju ke meja makan.
"Hana tunggu" kata Rendi
"Ada apa Tuan?" tanya Hana
"Ini buat kamu tapi buka nya nanti waktu di rumahmu" kata Rendi yang memberikan Hana sebuah hadiah
"Dan selamat ulang tahun ya Hanaku" lanjut Rendi
Mendengar kata kata Rendi pipi Hana pun menjadi sangat merah seperti kepiting rebus, begitu pula dengan jantungnya yang berdebar kencang.
"Ada apa?Mengapa kau melihatku seperti itu" tanya Rendi
"Tidak ada tuan, maaf saya permisi dulu" kata Hana sembari bergegas menuju meja makan
Melihat Hana salah tingkah ia pun tidak bisa menahan tawanya.
"Hahahahaha Hana kenapa sih?" katanya
Ia pun segera menyusul Hana ke meja makan.
__ADS_1
"Hana mana bu?" tanya Rendi pada ibunya
"Hana ke kamar mandi" jawab ibunya
"Oh" kata Rendi
"Memangnya kenapa,kamu kangen ya sama Hana" kata ibu Rendi
"Apaan sih bu, enggak kok" jawab Rendi dengan pipi yang sudah merah merona
"Kamu gak usah bohong deh sama ibu jujur aja deh kalau kamu suka sama Hana" kata Kirana ibu Rendi
"Iiiih mana ada" jawab Rendi karena salting
"Mama tau kok kamu suka sama Hana jadi kamu gak usah pake bohong segala sama mama dosa loh" kata Ibu yang langsung membuat pipi Rendi jadi semakin merah seperti kepiting rebus.
Hana pun kembali ke meja makan dan melihat Rendi sudah salah tingkah.
Hana yang melihat bosnya tersebut salah tingkah langsung bertanya kepada bosnya itu.
"Tuan,kenapa" tanya Hana
"Eh..ga ada Han" kata Rendi
Dia pun langsung bertanya dengan Kirana ibu Rendi.
"Ibu Rendi kenapa?" tanya Hana
"Memang kamu tidak tau dia kenapa?" tanya Kirana balik bertanya kepada Hana
"Tidak bu" jawab Hana
"Nanti ibu kasi tau" kata Kirana
Rendi yang mendengar Hana memanggil ibunya dengan sebutan ibu di buat bingung.
"Ibu kok Hana manggil ibu dengan sebutan ibu?" tanya Rendi
"Kan dia calon menantu ibu" jawab Kirana
"WHAT?" kata
"Kamu tidak usah pakai teriak segala" kata Kirana
__ADS_1
"Kok bisa?" tanyanya
"Ya bisa lah" jawab Kirana pada anak semata wayangnya tersebut
"Emang Rendi punya kakak ya, terus mau nikah sama Hana?" tanyanya lagi kepada ibunya
"Bukan yang mau nikah sama Hana kan kamu" jawab Kirana
"Loh kok aku sih" kata Rendi
"Kalo gak kamu siapa lagi" kata Kirana
"Emang mama punya anak yang lain selain kamu" lanjutnya
"Barang kali mama nikah lagi" jawab Rendi dengan santai
"Mama itu orang yang setia gak mungkin kalau mama nikah lagi setelah papa mu gak ada" jawabnya dengan alis yang terangkat
"Iya iya mama itu setia" kata Rendi dengan wajah mengejek
"Oh jadi kamu gak percaya sama mama ya" jawab Kirana
"Iya lah mana mungkin aku percaya" kata Rendi
"Iiih kamu ini, sini kamu" kata Kirana
"Gak kena, gak kena" kata Rendi
"Rendi awas kamu ya" kata Kirana sambil mengejar anaknya itu
"Gak kena, gak kena" kata Rendi
"Kena kamu" kata Kirana sambil memegang tangan Rendi
"Geli mah, geli, hahahahah..." kata Rendi sambil ketawa lepas
Sedangkan Hana yang melihat Kirana dan Rendi pun hanya tersenyum melihatnya.
Karena Ayah Hana dan ibunya telah bercerai dan Ayah nya pun menikah lagi dengan seorang gadis muda yang matre.
Melihat Rendi dan Ibunya tadi mengingatkan Hana dengan ibunya yang telah lama tinggal di rumah yang terbuat dari anyaman bambu setelah bercerai dan Ayah nya.
Bersambung...
__ADS_1