
Sebenarnya Hana sangat ingin membeli rumah untuk ibunya tapi ibunya selalu menolak.
Hana selama ini selalu di jadikan pembantu oleh ibu tirinya jadi ia memilih nge kost dari pada harus menjadi pembantu dari ibu tirinya.
"Ma, kapan aku nikah sama Hana?" tanya Rendi dengan polos
"enam bulan lagi" kata ibunya
Mendengar kata ibunya ia menjadi sangat senang dan langsung memeluk ibunya tersebut.
Rendi memiliki kepribadian yang ganda ia akan menjadi sosok pemimpin yang tegas dan dingin jika berada di luar rumah, tapi di rumah ia hanyalah seorang anak laki laki yang manja kepada ibunya.
Hanya Hana yang mengetahui sifat bosnya itu.
...****************...
"Hana besok waktu mau nikah, mau pakai baju apa?" tanya Rendi pada Hana
"Ee... terserah pada tuan saja" jawab Hana
"Kalau begitu besok kamu ikut aku ke butik baju untuk membeli baju" kata Rendi
"Baik tuan" jawab Hana
Setelah keesokan harinya pergi ke butik mereka langsung pergi ke perusahaan untuk mengurus cuti.
Rendi sangat berhati hati saat memilih baju untuk Hana, ia mengutamakan kenyamanan Hana.
Rendi memilih baju yang tertutup dan ujung kepala hingga ujung kaki.
Rendi tau jika Hana suka dengan baju yang tertutup jadi ia memilih baju yang tertutup untuk Hana.
Saat asik berbelanja dengan Hana ia pun mendapatkanbeberapa pesan.
__ADS_1
**Mama📥
\="Bagaimana, Apa sudah ketemu baju yang kamu suka?" tanya ibunya
Rendi 📤
\="Sudah bu" jawabnya
Mama📥
\="Kamu sedang apa?" tanya ibu lagi
Rendi📤
\="Jalan jalan bersama Hana" jawabnya
Mama📥
Tuan muda kenapa senyum senyum sendiri ya. kata Hana dalam hati
"Tuan melihat apa?" tanya Hana
"Pesan dari ibu" kata Rendi sambil memperlihatkan pesan ibunya kepada Hana
"oh" jawab Hana
...****************...
Setelah selesai berbelanja ia pun langsung pulang ke rumah karena sudah hampir menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.
Ia pun mengirim pesan kepada asisten keduanya untuk membuat kartu undangan pernikahan.
Hana memangtelah mengenal Rendi dari kecil jadi walaupun Rendi tidak berkata apapun ia tetap mengerti apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Rendi sangat suka dengan keputusan ibunya untuk menikahi ia dengan Hana.
...****************...
"Pagi bu" kata Rendi
"Pagi juga sayang" jawab Kirana
"Pagi Hana" kata Rendi yang melihat kemunculan Hana
"Pagi Ren...di" jawab Hana dengan ragu menyebutkan nama bosnya itu
Mereka pun akhirnya sarapan bersama di ruang makan biasanya Rendi jarang bisa sarapan bersama karena terkadang ia sarapan di mobil jika terburu buru.
Rendi bukan tipe orang yang suka bermalas malasan jadi meskipun ia sakit ia tidak akan tidur dan diam, dia orang yang tidak bisa diam.
Sama seperti papanya ia adalah orang pekerja keras ia tidak mudah menyerah begitu saja.
Walau sering dibully oleh teman temannya tapi ia tidak pernah memperdulikan apa yang di katakan oleh teman teman yang membully, malah bullyan itu membuat ia termotivasi untuk menjadi lebih dari teman temannya itu.
Setelah papa Rendi meninggal ibunya memilih tidak menikah lagi.
Dengan hanya melihat Rendi ia dapat melihat suaminya itu.
Wajah Rendi sangat mirip dengan papanya ,bukan hanya wajahnya sifat dan perilakunya juga sama seperti papanya.
...****************...
"Sayang lagi liat apa" tanya ibunya
"Mama kepo deh" kata Rendi kepada Kirana
Bersambung..
__ADS_1