
"Aku hanya membantu polisi, tapi jika ada yang berkhianat dan menyusup ya.. langsung di bunuh tapi sebelum nya di interogasi dulu" jelas Rendi dan Kirana pun tak mempermasalahkan nya
"Kalau begitu tidak masalah, itu lebih baik dari pada papamu" kata Kirana
"Memang papa kerjaan nya seperti apa?" tanya Rendi
"Papa mu itu biasanya bantu menangkap penjahat tapi cara nya terlalu kejam saat menginterogasi" jawab Kirana dan Rendi pun hanya mengangguk anggukan kepala nya saja
"Dari pada di sini ayo kita cari tempat untuk duduk" ajak Rendi dan mereka semua pun mencari tempat untuk duduk
"Ren, mereka siapa?" tanya Kirana
"Anggota Death Angel" jawab Rendi
"Oh, tapi kenapa sedikit?" tanya Kirana
"Yang lain punya urusan" jawab Rendi
"Lagian, masa iya aku membawa mereka semua bisa bisa di kira mau tauran lagi" lanjut Rendi dan Kirana pun mengerti
"Kak Ren" panggil Hana
"Iya sayang" jawab Rendi, mendengar itu wajah Hana langsung memerah
"Kak jangan panggil aku dengan panggilan sayang" kata Hana
"Terus mau di panggil apa?" tanya Rendi
"Terserah yang penting jangan sayang" jawab Hana
Ya sudah, kalau begitu aku panggil Honey" kata Rendi
"Sama saja" kata Hana
__ADS_1
"Panggil sayang saja deh" lanjut nya dan Rendi pun langsung mencium pipi Hana
Melihat kejadian itu anggota Death Angel pun melakukannya live di instagram siapa lagi kalau bukan.......
Dia orang nya narsis, dan suka teriak teriak tapi walaupun begitu dia sangat kejam jika sedang bertugas.
Asal mula Death Angel
Saat Rendi SMA, Rendi berjalan jalan di taman yang berjarak lumayan jauh dari rumah nya.
Saat dia sedang sibuk memainkan handphone nya dia mendengar ada suara minta tolong dan seperti nya orang itu sangat ketakutan.
"Tolong aku... siapa pun tolong hiks..hiks.." kata orang tersebut sambil menangis dan Rendi pun menghampiri mereka
"Hey! Jangan beraninya keroyokan donk" kata Rendi
"Heh, bocah jangan ikut campur" kata salah satu preman tersebut
"Sudah besar masih saja seperti anak anak hanya bisa mengandalkan posisi orang tua" ejek Rendi
"Apa kamu bilang! Bro seperti nya dia nantangin kita nih" kata Preman tersebut dan mereka pun langsung mengeroyok Rendi tapi tidak seperti yang di bayangkan
Suara pukulan yang begitu keras, ya Rendi menghajar preman itu sampai babak belur dia tidak memberi ampun pada preman tersebut.
"Mau tambah?" tanya Rendi dengan senyum miring yang tercetak di wajahnya
Walaupun dia orang yang di kenal penakut tapi sebenarnya dia tidak penakut hanya saja dia selalu berpenampilan culun.
Melihat senyum miring di wajah Rendi semua preman itu kabur ketakutan bahkan ada yang sudah ngopol sedari tadi.
Karena preman tersebut sudah kabur Rendi pun menghampiri anak yang baru di hajar preman tadi.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Rendi dengan ekspresi khawatir, awalnya anak itu takut dengan Rendi namun melihat ekspresi khawatir di wajah Rendi dia pun tidak takut lagi
__ADS_1
"Aku tidak apa apa" jawab nya
"Terima kasih telah menolong ku, aku akan melakukan apa pun untuk mu" ucap anak tersebut
"Nama mu siapa?" tanya Rendi
"Tomi" jawab nya
"Apa kamu mau aku ajar kan bela diri?" tanya Rendi, mendengar itu Tomi pun langsung tersenyum senang
"Mau, aku mau" jawab nya dengan senang
"Baik lah aku akan mengajarkan mu bela diri, setelah itu kita bangun organisasi" kata Rendi dan Tomi pun mengangguk dengan senang
5 tahun kemudian
Kini di bentuk lah Death Angel walaupun namanya begitu mengerikan namun anggota nya sangat ramah tapi tidak dengan penjahat dan musuh.
"Bos misi nya sudah selesai, apa misi selanjutnya?" tanya Tomi
"Istirahat lah dulu, dan jangan panggil aku bos panggil Rendi saja" jawab Rendi dan Tomi pun mengangguk
"Apa kah kamu mau menemani ku?" tanya Rendi
"Mau" jawab Tomi
"Kita akan makan malam di Mansion baru ku" kata Rendi
"Oh ya jangan lupa panggil anggota inti Death Angel ajak mereka juga" lanjut Rendi
"Baik kak" jawab Tomi dengan senyum manis, melihat itu Rendi pun ikut tersenyum
"Aku akan membangun Death Angel menjadi semakin besar" batin Rendi
__ADS_1
"Aku akan membuat orang yang di remehkan menjadi di segini, aku juga akan membuat orang yang lemah menjadi kuat" lanjut nya
Bersambung