Albhi

Albhi
Permintaan


__ADS_3

Dan disinilah aluna, didalam kamarnya yang sudah lama ia tinggal tenyta masih seperti dulu tidak ada berubahnya, dia mendudukan diri di kasur kesayanganya


"hah lelahnya, perjalanan yang melelahkan" aluna menatap langit langit kamarnya berhiaskan bintang bintang yang sangat cantik, "dua minggu lagi memulai kehidupan baru disekolah baru, gue harap satu tahun kedepan akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan" lama aluna terdiam dan akhirnya gadis itu telelap tidur. Di lain kamar tepatnya dikamar mama dan papa aluna sedang membicarakan hal yang sangat serius


"pa apakah aluna akan menerima ini?" tanya mama susan pada suaminya


"kita bicarakan baik baik denganya, jika dia menolak aku akan membicarakan ini dengan gio dengan baik baik, aku tidak ingin memaksa putri kesayangan ku" ucap papa ivan, itulah yang membuat mama susan mencintai papa ivan karena dia lebih mementikan kebahagian keluarganya dari pada dirinya, dan akhirnya mereka pun melewati malam dengan indah


Dan tak terasa lima hari sudah aluna dan keluarganya menetap di indonesia, dan saat ini aluna dan kedua orang tuanya sedang makan malam bersama diselingi oleh canda mereka bertiga


"sayang mama ingin mengatakan sesuatu" ucap mama susan pada putrinya


"iya katakan saja ma" ucap aluna sambil meminum air putihnya


"tolong kamu dengarkan dulu, dan jangan memotong pembicaraan ini" aluna menaikan alisnya heran, kenapa mama dan papanya terlihat begitu serius aluna pun diam dan mendengarkanya


"mama sama papa sudah menjodohkan mu" ucap mama susan dan membuat mata aluna membesar karena terkejut


"kami ingin tau jawaban mu untuk hal ini, apakah kamu setuju dengan perjodohan ini sayang?" tanya mama susan


"papa sangat berharap kamu menerimanya ini juga demi kebaikan mu, dan kami akan sangat senang jika kau menerimanya, dan walaupun kamu menolaknya kami juga akan menerimanya" ada guratan sedih saat papanya mengatakan kalimat terakhir itu, aluna lama terdiam mencerna setiap kata yang diucapakan mama dan papanya

__ADS_1


"apa yang harus gue lakukan, apakah gue harus menolaknya?, tapi ini adalah permintaan pertama dari mereka beranikah gue menolak itu" lama aluna berperang dengan fikiranya sehingga suara mama susan mengembalikan fokusnya


"tidak apa sayang jika kamu menolaknya kami akan,,,"


"al menerimanya ma, al akan menerima perjodohan itu" keluar begitu saja dari bibir manis seorang aluna membuat dua bibir lainya tersenyum senang


"benarkah kamu menerimanya?" tanya mama susan


"iya" aluna berusaha tersenyum demi melihat senyum diwajah mama dan papanya


" kamu akan bahagia bersamanya nak, apa kau tau om gio dan tante lita itu adalah orang tua dari anak yang akan kami jodohkan dengan mu" ucap papa vino, tak hentinya tersenyum, aluna sangat bahagia melihat senyuman itu terit di bibir kedua orang tuanya


"kenapa gini gue kira perjodohan itu bakal dilakuin setelah gue lulus SMA atau gak kuliah tapi kenapa 3 hari lagi, dan gue gak tau siapa yang bakal dinodohin sama gue, apakah dia baik atau enggak, ya walau mama sama papa bilang dia adalah laki laki yang baik tapi gue gak bis percaya begitu saja, arghhh gue harus apa dan gak mungkin gue tiba tiba harus membatalkanya dan apa besok adalah hari pertunangan, kenapa seperti ini" aluna menutup wajahnya dengan boneka kesayanganya beruang


"atau karna ini gue pindah keindonesia karna gue akan dijodohkan dan akan menikah, dan apa alasanya mengapa mereka menikahkan gue secepat ini?" pertanya itu terlintas difikiranya, "arghhh bodo, tapi yang paling penting memangnya dia juga setuju dengan perjodohan ini, arghhh gak tauuu" aluna terus memikirkan hal itu sampai ia tertidur


"pa bukankah kita egois jika seperti ini?" tanya mama susan saat ini mereka berdua ada dikamar


"ini juga untuk kebaikan al ma, papa takut terjadi sesuatu terhadap al, apalagi dia saat ini sudah remaja papa takut dia salah mencari pendamping hidup untuknya, dan mama juga tau anak gio anak yang baik" ucap papa vino


"iya mama tau, tapi bukankah bisa menikahkan al saat dia sudah lulus?" tanya istrinya

__ADS_1


"ma papa akan ada tugas pergi keluar kota atau keluar negeri dan papa tidak ingin aluna selalu pindah pindah sekolah apalagi dia sudah kelas tiga, papa tidak mau meninggalkan aluna sendiri ataupun berdua dengan mama, dan percaya pada papa, gio dan lita akan menjaga al seperti putrinya sendiri, dan papa juga tidak ingin aluna salah memilih pasangan hidup untuknya dan karna itu papa menjodohkan dia dengan anaknya gio" ucap panjang lebah ivan untuk menenangkan istrinya


"apakah papa sudah memberi kabar pada lita" tanya susan


"sudah mereka akan melaksankan pertunangan dirumah ini saja, dan hanya keluarga saja, papa juga sudah mendaftarkan aluna disekolahan yang sama dengan dengan putra gio, supaya bisa menjaga al setiap waktu" akhirnya mereka memilih tidur dan bersiap siap untuk acara besok, memang sedikit mendadak tapi ini adalah permintaan dari kedua keluarga.


Pagi hari pun tiba dan dirumah keluarga ananta sangat sibuk untuk mempersiapak pertunangan aluna, mama susan membantu didapur membuat makanan sedangkan papa ivan membantu untuk mendekor rumah agar terlihat lebih nyaman dan indah, disinilah aluna yang sedang bersiap siap untuk acaranya nanti.


"hah gue harus menerimanya demi mama dan papa, dan kata mereka anak itu baik, pasti dia sudah mengetahui juga tentang perjodohan ini, jika dia menolaknya pasti ini tidak terjadi, apakah dia melakukan ini karna orangtuanya juga, atau ada hal lain aku tidak peduli, tapi apakah aku bisa menerimanya, kita tidak pernah bertemu dan hari ini adalah awalnya dan malah akan tunangan huh" aluna menghembuskan nafasnya panjanga, dia memilih untuk mempersiapkan dirinya senderi karna dia tidak suka didandani dia lebih suka mendandani sendiri wajahnya. Dia memilih untuk memakai dress berwarna merah diacara pertunanganya ditambah kalung mutiara bertengger cantik dileher putihnya dan juga rambuat terurai panjanga keberakang, aluna sangat cantik ditambah polesan make up naturalnya yang tidak terlalu berlebihan, dan akhirnya semua sudah siap aluna turun kebawah untuk menemui mama dan papanya.


"cantik sekali anak mama" ucap susan dan memeluk putrinya, aluna hanya tersenyum


"ma mereka sudah datang" ucap papanya, "anak papa sangat cantik" puji papa ivan


"jadi ini maksudnya datang sekalian yang diucapkan tante lita?, langsung melamar" ucap dalam hati aluna


"dimana putra mu?" tanya papa ivan pada om gio


"sebentar, Abhi, cepat kesini" panggil om gio


"ABHI, jadi namanya abhi" ucap aluna dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2