Albhi

Albhi
Pertunangan


__ADS_3

"dia sangat sempurna dalam bentuk wajah dan apa ini, apakah gue sudah jatuh cinta padanya saat pertama bertemu" aluna memegang dadanya tepat pada dimana jantungnya berdebar saat melihat secara langsung wajah calon suaminya, kedua keluarga pun memilih untuk makan dulu sebelum acara tunangan.


"al sayang kamu cantik sekali" ucap tante lita, membuat aluna malu dan menunduk



"terimakasi tante" ucapnya, malu malu, makan bersama pun berlangsung dengan tentram


"saya permisi sebentar" ucap laki laki yang bernama abhi itu membuka suara


"kemana nak?" tanya mamanya


"aku mau mengangkat telepon dulu" ucapnya dan pergi begitu saja dan aluna hanya mentapnya, beberapa menit telah berlalu namun abhi belum kunjung datang


Saat ini aluna sedang bersama tante lita mengobrol berdua, sedangkan mama dan papa aluna serta om gio sedang mengobrol diruang tamu.


"al sayang tante mau tanya, bagaimana menurutmu abhi?" tanya tante lita membuat aluna membesarkan matanya, apa yang harus ia katakan


"abhi itu anaknya sangat perhatian dengan orang yang dia sayang, namun juga bisa berubah menjadi dingin jika itu membuat dia tidak suka, dia memang tidak banyak bicara dan tante berharap kamu bisa menerimanya ya sayang" ucap tante lita dan aluna hanya mengagguk


"apakah dia menerima perjodohan ini dengan terpaksa, karna dari tadi dia tidak banyak bicara dan tatapanya juga seakan dia tidak senang, apa yang harus gue lakukan?" aluna bicara dalam hati


"al tante minta tolong boleh?" tanya tante lita pada aluna dan aluna hanya menggguk

__ADS_1


"tolong kamu panggil abhi ya sayang, dia pasti diluar" aluna terdiam sejenak dan kemudian mengangguk dan pergi, saat berada diluar dia mencari cari abhi dan akhirnya ketemu yang sedang duduk ditaman,


"maaf kamu dipanggil oleh tante lita" ucap aluna membuat abhi mengangkat pandanganya dengan tangan bertumpu pada tempat duduknya, dia menatap aluna yang berdiri didepanya.



Tanpa mengucapkan apapun abhi pergi meninggalkan aluna, aluna menarik nafasnya dia sangat gerogi saat ini, bertatapan sebentar saja membuat jantungnya berdetak sangat cepat.


"dia sangat wangi" gumam aluna dan tersenyum, setelah itu akhirnya aluna pun juga masuk kedalam rumahnya dan akhirnya acara pertunangan dimulai. Aluna memasangkan cincin di jari abhi dan sebaliknya abhi juga memasangkan cincin di jari aluna, kedua keluarga sangat senang dan mengatakan acara pernikahan akan terjadi 3 hari lagi, lagi lagi membuat aluna kaget dan sedangkan abhi hanya diam saja tersenyum atau cemberut pun tidak wajahnya menunjukan ekspresi datar


"apakah dia sudah tau hal ini, kenapa dia tidak kaget?" tanya aluna dalam hati sambil melirik tunanganya. Setelah acara selesai keluarga abhi pun pergi meninggalkan rumah ananta. Aluna memilih pergi kekamarnya untuk beristirahat, selesai mandi aluna merebahkan tubuhnya dikasur miliknya


"ahh melelahkan sekali" aluna mengangkat jarinya dan melihat ada cincin yang melingkar disana, "gue gak nyangka udah tunangan dan 3 hari lagi bakal nikah" hembusan nafas berat keluar dari bibirnya, namun bibir itu tiba tiba tersenyum saat mengingat kembali wajah tunanganya


"bisakah gue sombong saat ini, gue mempunyai tunangan yang sangat tampan, dan dia akan menjadi suami gue bentar lagi" namun senyuman itu luntur kembali, "tapi apakah dia bisa menerima gue dihidupnya, dia tidak bicara ataupun sekedar memperhatikan gue saat acara, jika pun nanti dia tidak mencintai gue, gue gak akan menyerah mendapatkan cintanya, okey al saat ini lo punya tugas baru yaitu membuat seorang abhi jatuh cinta kepada aluna" aluna pun berjanji dalam hatinya dia akan berusaha membuat abhi menjadi miliknya apapun itu caranya dan rintanganya.


Baik yang pertama adalah Gio ganendra kepala keluarga dan merupakan pengusaha ternama juga, sama seperti papa ivan atau papa aluna. Papa gio sangat baik dan tegas orangnya dia menyayangi keluarganya dan juga perusahanya,


memang agak sedikit egois tapi dia melakukan itu untuk keluarganya, baik yang kedua adalah Lita ganendra sama seerti mama susan atau mama aluna mama lita juga sudah mengubah nama belkangnya mengikuti suami, mama lita orangnya baik dan juga penyayang sama seperti mama susan. Yang ketiga adalah putra tunggal dari keluarga ganendra yaitu Abhimana Addison ganendra dia sangat tampan, dingin juga tapi juga penyayang terhadap keluarga apalagi dengan mamanya baginya mamanya adalah nyawa dan hidupnya apapun yang diinginkan oleh mamanya abhi akan melakukanya karna dia sangat menyayangi mamanya dan dari itu makanya abhi menerima perjodohan ini ya memang terpaksa tapi ini untuk mamanya.


oke lanjut kecerita


Sampainya di rumah kediaman ganendra abhi langsung keluar dengan wajah yang tidak bersahabat

__ADS_1


"sayang kamu sudah janji akan melakukan perjodohan ini tapi kenapa sikapmu dingin begitu?" tanya lita pada putranya


"aku memang menerimanya tapi jika bersikap baik padanya maaf itu bukan janji ku" ucap abhi dan melanjutkan jalanya


"abhi beginikah sikap calon pewaris?" tanya papa gio


"bukan aku yang ingin, tapi papa" ucapnya acuh, dan berjalan menuju kamarnya


"pa sudahlah, biarkan dia sendiri dulu, nanti mama akan bicara denganya" mama lita menenangkan suaminya agar tidak memperdebatkan masalah ini


"papa ada urusan sebentar" gio mengecup kening istrinya dan pergi, lita hanya menatap kepergian suaminya dengan pandangan sedih.


Didalam kamar tepatnya kamar abhi, dia merebahkan dirinya dikasur dan menatap langit langit kamarnya


"egois" itulah kata yang terucap dari bibir abhi, setelah itu dia pun membersihkan diri guna mendinginkan kepalanya yang terlalu panas jika menyangkut hal yang tidak ia senangi setelah itu dia memilih duduk di kursi sambil bermain game, dan tak berapa lama mamanya datang, abhi melihat mamanya dan berhenti memainkan gamenya



"abhi, mama mau bicara sama kamu" ucap lita pada anaknya


"kalau mama kesini buat jelasin kenapa mama menjodohkan ku, lebih baik tidak usah aku sudah tau, dan itu hanya demi persahabatan dan uang, papa rela melakukan hal itu padaku" ucap abhi malas


"tidak sayang bukan seperti kami,,,"

__ADS_1


"apa? mama mau bilang ini untuk kebaikan ku, ma abhi sudah besar dan bisa berjalan sendiri, tapi apa papa tidak mau mendengarkan itu, okey abhi mau menerima perjodohan dan pernikahan ini demi mama tidak kurang dan lebih, tapi abhi tidak janji untuk bisa membahagiakanya" setelah itu abhi bangun dan merebahkan diri dikasurnya, lita tau bahwa anaknya tidak ingin membicarakan lagi hal ini dan dia memilih pergi kekamarnya.


"percuma juga gue protes jika perjodohan ini tetap berjalan, memang egois semuanya gak pernah ingin tau apa yang gue inginkan, apapun itu suara gue tidak pernah terdengar disini, huphhhh" abhi menarik nafasnya lelah dan menatap langit langit kamarnya, "hanya untuk mama gue menerimanya"


__ADS_2