
Dan tak terasa hari sudah berlalu dan pada hari ini aluna dan abhi melangsungnkan pernikahan di sebuah gedung, setelah selesai pernikahan akhirnya digelar resepsi yang hanya dihadiri keluarga sahabat terdekat dan rekan rekan bisnisnya
"hah melelahkan sekali" ujar aluna saat ini dia sedang bersiap siap untuk acara resepsinya, dia masih menunggu untuk selesai di make up
"gak nyangka banget kehidupan gue kayak gini, nikah muda, gue takut abhi gak bisa menerima gue " ucapnya dalam hati, "apapun rintanganya gue harus hadapin karna gue hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup, gue bisa mempertahankan pernikahan ini dan membuat abhi menerima gue" yakinya dalam hati.
Ditempat lain tepatnya diacara resepsi para tamu undangan sudah banyak yang hadir, pesta yang digelar bertema garden party,
Orang tua dari mempelai sedang menyambut para tamu yang hadir.
"anak ganteng datang tolong sambutanya mana" teriak salah satu orang membuat semua perhatian berpihak padanya, tak kecuali keluarga kedua belah pihak
"galang" ucap lita dan memeluk laki laki dipanggil galang itu
"tante harus menjelaskan padaku, semuanya" ucap galang dan kembali memeluk tantenya
"galang" gio juga bergantian memeluk galang
"om apakah salah ku sampai om melupakan ku" ucapnya medramasitir
"kamu galang, yang penting sekarang kamu sudah disinikan" mereka tertawa
"dan galang kenalkan ini tante susan dan om ivan, dia mertua dari abhi" ujar lita dan galang pun bersalaman dengan kedua orang tua aluna
"oh iya tante si abhi mana?" tanya galang pada lita
"dia sedang bersiap siap, kamu lihatlah dan suruh dia jangan lama" ujar lita, galang pun pergi keruangan diamana abhi sedang bersiap siap.
Saat nemasuki ruangan galang tidak menemukan abhi, dia pun mencarinya disetiap sudut dan melihat galang sedang bersender di sebuah rak.
__ADS_1
"jadi ini kenapa lo pulang cepet?" tanya galang membuat abhi membuka matanya
"lo, kok bisa disini?" tanya abhi heran, karna dia tidak ada mengundang galang
"ck, gak penting yang paling penting lo kok gak bilang kalau lo mau nikah" ujar galang, dan abhi hanya menarik nafasnya
"kenapa lo?" tanya galang melihat seperti tidak ada yang beres dengan abhi
"gue dijodohin" ucapnya lesu, galang melebarkan matanya mendengar itu
"what masih aja jaman perjodohan?" tanya galang dan abhi mengedikan bahunya,
"ya walaupun lo dijodohin tapi saat ini lo udah menjadi suami dan lo udah punya istri, berbuat baiklah denganya okey, sekarang ayo kita ketempat resepsi" galang menarik adit untuk pergi ke acara resepsi, saat abhi memasuki acara banyak mata memandang karena abhi terlihat sangat dewasa dan tampan
Setelah itu aluna juga menuju acara resepsi sama seperti abhi aluna juga menjadi pusat perhatian, dia sangat terlihat cantik menggunakan dress berwarna hitam dan juga rambut tergerai.
"wow ini istri lo, cantik banget" ucapnya aluna hanya tersenyum
"nama lo aluna?" tanya laki laki itu aluna hanya mengangguk, "baik aluna gue bakal perkenalkan diri gue dulu supaya lo tau" dia pun memperkenalkan dirinya pada aluna
"gue galang, Galang Prandita"
"gue ini sahabat, suami lo dari kecil ya mungkin masih di dalam kandungan sudah bersahabat ya lo bisa panggil gue galang aja, gue ini tinggal di Londen dan menetap disana dan gue juga denger lo juga tinggal dilondon?" perkenalan galang dan diakhiri pertanyaan kepada aluna.
__ADS_1
"iya" jawab aluna seadanya karena dia juga baru bertemu dengan galang jadi tidak bisa langsung akrab
"oh iya al, abhi ini orangnya memang cuek tapi aslinya dia itu perhatian kok, apalagi sama lo, secara lo itu istrinya pasti dia akan perlakuin lo kayak tuan putri" abhi hanya menatap malas melihat galang yang bercoloteh tak jelas
"mudah mudahan aja memang gitu" ucap aluna dalam hati dan hanya tersenyum menimpali cerita galang
"udah lo pergi sekarang, gak usah banyak omong lo" usir abhi pada galang, abhi tak ingin sahabatnya ini mengatakan hal hal yang aneh, jadi ia memilih mengusir sahabatnya ini
"nah al lihatlah, dia marah saat gue bicara sama lo, gue pastiin lo pasti bahagia, dan sekali lagi selamat ya, gue mau cari makan dulu" galang pun melihat sahabatnya sekali lagi
"dan selamat buat lo, entar ajak istri lo pergi kerumah nanti kenalin sama mami sama papi" ujarnya
"ck, pergi lo" setelah mengatakan itu galang benar pergi untuk mencari makan karena ia sangat lapar dan apalagi ini adalah makanan gratis, bukanya galang tak mampu membeli makanan tapi dia memang sangat menyukai yang gratisan, aneh memang.
Oh iya tentang galang dia adalah sahabat kecil abhi, galang menetap dilondon karena mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja disana dia juga menempuh pendidikan disana dan disaat dia libur dia akan keindonesia untuk mengunjungi abhi atau abhi yang mengunjunginya ke london.
Setelah kepergian galang hanya keheningan yang terjadi di kedua pengantin baru itu, aluna yang gugup karena dia hanya berdua dengan abhi sedangkan abhi memang orangnya cuek.
"sayang ayo kita berfoto dulu" akhirnya mama susan datang dan mengajak mereka berfoto bersama dengan kedua keluarga
"eh tante tungguin galang, galang juga ikut" teriak galang yang tak punya rasa malu sama sekali, dia langsung berlari menuju tempat diamana abhi dan aluna serta keluarganya akan berfoto
"kamu galang buat heboh aja, ayo kesini" ucap gio melihat sahabat putranya ini.
"tapi galang taruhlah dulu makanan mu, apakah kamu akan berfoto dengan makanan juga?" tanya om ivan dan galang hanya nyengir menimpalinya, setelah mengambil beberapa foto akhirnya selesai juga acara resepsi yang digelar di taman hotel yang mewah, setelah itu kedua keluarga pun menuju kamar masing masing untuk istirahat.
Abhi dan aluna sekarang berada di satu kamar dan menambah kegugupan pada aluna
"aduh apa yang harus gue lakuin, gue bicara aja berasa gak bisa denganya uhh" aluna memilih duduk disofa sambil menunggu abhi yang masih berada dikamar mandi, setelah selesai mandi abhi keluar dan menatap sebentar aluna yang duduk di sofa, setelah itu berlalu menuju kasur dan mengambil ponselnya, aluna hanya diam dan memilih untuk pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa menit akhirnya aluna keluar dan berjalan menuju meja rias, sedangkan abhi masih duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur dengan ponsel yang miringdan aluna tau abhi sedang bermain game terdengar dari suara dan wajah seriusnya.
__ADS_1
"setelah ini gue ngapain, gue tidur dimana, aduh gue bingung, mau bicara tapi gue takut" ucapnya dalam hati aluna sedang menyisir rambutnya sambil melihat apa yang dilakukan abhi dari cermin yang sedang ia gunakan, dan abhi masih pada tempatnya sama seperti tadi bermain game.