
seperti biasa alice bangun dan langsung membersihkan diri di bantu pelayan pribadinya, setelah selesai bersiap alice menuju ruang makan untuk sarapan. alice sarapan di temani sherly pelayan pribadinya hanya ada mereka berdua di meja makan yang besar dan mewah tersebut. alice sudah terbiasa dengan suasana sepi seperti ini. setelah sarapan sherli langsung sigap memakaikan mantel bulu tebal di tubuh alice itu sudah kebiaasaan karena alice tidak suka udara dingin.
"nona muda"
panggil sherly yang berjalan di belakang alice menuju pintu utama.
"hm ada apa sherly?"
tanya alice tanpa menghentikan langkahnya.
"nanti malam anda diundang pesta bbq di mansion scarlet nona muda"
"baiklah, suruh madam emma mengirimkan gaun ku dan kau juga, karena nanti malam kau akan ikut denganku"
"baik nona muda"
alice tidak menjawab lagi karena dirinya sudah masuk ke dalam mobil sportnya. hari ini alice memutuskan untuk menyetir sendiri mobil kesayangannya bee.
disekolah
seperti biasa alice selalu menjadi pusat perhatian. alice hanya acuh menanggapi mereka semua asalkan mereka tidak membuatnya kesal maka akan baik baik saja.
alice sudah berada di dalam kelasnya
setelah mendudukkan bokongnya di tempat duduknya alice menerima berbagai macam pertanyaan dari para sahabatnya
"eh al, kemaren lo kamana sih kenapa lo gak masuk sekolah, jangan jangan lo sakit ya atau lo pergi liburan dan gak ngajak kita berdua ya??"
tanya bianca dengan tatapan intimidasi.
"iya kemana aja sih lo al, kita khawatir tau, dihubungi gk di jawab jawab"
ucap tania kesal.
alice hanya memutar mata malas melihat kelakuan sahabat sahabatnya ini
"gak kemana mana, cuma malas aja masuk sekolah"
ucap alice enteng.
kedua sahabatnya melongo mendengar jawaban alice yang terkesan acuh tak acuh yang seenak jidatnya yang tidak mau pergi sekolah. tania dan bianca hanya geleng geleng kepala melihat tingkah alice yang super pemalas ini.
"ck ck ck, mentang mentang ya lulus S3 seenaknya aja gak masuk sekolah"
ucap bianca dengan tangan bersedekap dada.
"TERUS KITA HARUS BILANG WOW GITU"
teriak alice dan tania kompak.
"kompak bener neng"
ucap bianca kesal.
tania dan alice hanya ber tos ria setelah membuat bianca kesal.
tak lama setelah itu guru masuk ke dalam kelas dan pelajaran pun berlangsung dengan khidmat.
tringgggg tringggg(bunyi bel guys)
semua siswa siswi langsung menuju kantin.dan tinggallah tiga manusia dengan kegiatan yang berbeda beda. alice yang tidur, bianca yang sedang mengoleskan lipbalm di bibir seksi nya, tania yang berkutat dengan ponsel miliknya.
"eh guys kok ada yang kurang ya"
ucap bianca memandang keaadaan sekeliling.
"apaan?"
tanya tania tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
"OMAIGAT JASTIN ILANG"
teriak bianca menggelegar diseluruh sudut ruangan kelas.
"woi upil dugong ga usah teriak teriak, bisa pecah ni telinga gue"
ucap alice dalam keadaan setengah sadar.
__ADS_1
"YA AMPUN MY BABY ALICE, SUARA GUE TUH UDAH DARI LAHIR EMANG BEGINI"
teriak bianca lagi.
"heh lo kalo teriak sekali lagi gua bunuh ya lo"
ancam alice garang.
"hehe just kidding bby"
ucap bianca cengengesan.
"eh btw justin kemana al"
tanya tania
"pergi ke tempat omanya di jepang"
jawab alice
"widihhhh enak bener tuh anak"
ucap bianca
"udahlah, kantin yuk laper ni perut gue"
ucap alice yang langsung nyelonong pergi.
dikantin
"kita duduk dimana nih, penuh semua nih"
ucap tania
"itu tuh disana"
tunjuk bianca pada kevin dkk.
"gk, gk mau gue disana"
"oh ayolah al, perut gue udah gak tahan nih liat siomay"
mohon bianca.
"gua bilang g... ehh"
ucap alice terpotong karena bianca telah menyeret tangan alice menuju tempat kevin dkk.
brakkkk
bianca dengan kejamnya menggebrak meja tempat kevin dkk duduk.
"gajah terbang masuk kandang ayam"
latah jake kaget.
"woy lu udah gila ya, kalo gue keselek ni bakso gimana, kalo gue mati nanti gak ada yang habisin duit bokap gue"
sambung jake dengan kesal.
"hehe ya maaf sengaja"
ucap bianca dengan cengiran.
"upss keceplosan"
ucap bianca lagi menutup mulutnya pura pura terkejut.
sementara bianca dan jake berdebat, alice langsung duduk dan mengambil asal semangkuk bakso yang masih utuh dan langsung memakannya tanpa peduli pemilik bakso tersebut.
"diam"
ucap kevin dingin
dan itu berhasil membuat jake dan bianca terdiam karena tiba tiba suasana dingin membuat bulu kuduk berdiri.
semuanya kembali pada aktivitas masing masing, bianca dan tania duduk di depan jake dan vino, sedangkan alice duduk di sebelah glen dan masih asik dengan dunianya sendiri tanpa mempedulikan apa yang terjadi di sekitarnya.
__ADS_1
"woi ngapain lo makan bakso gua"
ucap glen dengan kesal.
"oh ini punya lo, nih tinggal satu abisin biar gak mubazir"
ucap alice enteng dengan memberikan mangkuk bakso yang hanya tinggal satu
glen menganga tak percaya
"*g*ila ni orang, cepet banget abisnya"
batin glen tak percaya.
setelah meminum es teh entah milik siapa alice pergi meninggalkan kantin
"woy mau kemana lo, bayar dulu bakso yang lu abisin"
cegah glen menahan tangan alice yang hendak pergi.
alice menepis kasar tangan glen yang memegang pergelangan tangannya.
"jangan sentuh gue"
tekan alice
alice mengeluarkan uang berwarna merah dan menempelkan di dadanya glen
"nih gua bayar sekalian makanan temen temen gue"
ucap alice sambil mengkode teman temannya untuk pergi dari situ.
kevin, vino, dan twins hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adik sepupunya itu yang terkenal arogan dan sombong.
"dasar cewek sombong"
umpat glen.
alice, bianca dan tania pergi dari kantin dan dalam perjalanan ke kelas, tiba si koridor yang sepi alice bianca dan tania di hadang oleh ratu bulying siapa lagi kalo bukan mita.
"minggir lo nenek lampir"
ucap bianca kesal karena jalannya di hadang oleh mita.
"gak, sebelum lo serahin alice ke gue"
ucap mita menatap alice tersenyum licik.
"mau lo apa sih"
bentak tania.
"mudah, gua cuma mau kalian bertiga jauhin kevin dkk, karena kevin hanya milik gue"
"pftbwahahahaha"
alice tertawa mendengar perkataan mita.
semua orang heran melihat alice tertawa terbahak bahak kecuali bianca dan tania.
"mita mita, modal tubuh oplas lo mau dapetin kevin?"
tanya alice dengan nada mengejek.
mita dan antek antek geram mendengar perkataan alice, mita ingin membalas alice tetapi terhenti karena alice mendekat ke arahnya
"mimpi lo ketinggian *****"
sambung alice sambil mendorong kepala mita dengan telunjuknya hingga mita mundur beberapa langkah.
antek anteknya mita ingin membalas alice tetapi tidak jadi karena mendengar ancaman tania
"lo sentuh alice, tangan lo gue cincang"
ucap tania mendelik tajam.
alice tania pergi meninggalakn mita dan antek anteknya di susul oleh bianca, sebelum pergi bianca mengejek mita dan antek anteknya lalu menyusul alice dan tania.
__ADS_1