Alight

Alight
Bab 3 ~ Angin Untuk Sebuah Cita-Cita


__ADS_3

Yola selalu menjalankan aktifitasnya dengan baik. Tetapi, hidup memang tak selamanya sesuai dengan harapan.


Suatu saat setelah pulang sekolah, Yola melihat ayah dan bunda nya bertengkar. Setelah di dengar, ternyata yang diperdebatkan hal itu lagi. Ayah selalu bertukar pesan dengan sang mantan yang baru ia temui lagi di sosial media dalam posisi wanita itu sudah bercerai dengan suami nya.


"Kita tetap bisa berhubungan baik, walaupun kita tidak bisa bersama seperti dahulu.


- Keep smile for love-"


Begitulah kira-kira isi pesan dari wanita itu yang bunda temui di handphone.


"Ini apa maksudnya yah? Sudah sedikit aneh untuk seorang wanita tanpa suami mengirim pesan dengan kata-kata seperti itu"


"Kamu jangan berprasangka buruk terus, ini hanya pertemanan biasa, saat ingin tetap menjalani hubungan baik antara teman nanti saya bawa bunda dan anak-anak"


"### Yola lelah deh hampir setiap hari yang diributkan itu saja."

__ADS_1


Dengan segera Yola memasuki kamar nya dan beristirahat.


Seminggu setelah itu, Yola diberi tau ibu bahwa minggu depan kita akan berjalan-jalan ke kota Bandung. Hal ini sudah menjadi rutinitas bagi keluarga Yola, bahwa setiap setelah pembagian laporan belajar semester, keluarga Yola jalan-jalan keluar kota sebagai hadiah Yola dan adiknya pasti mendapat peringkat.


Betapa terkejut nya Yola, ketika sampai di Bandung ayah dan bunda bertemu dengan Tante Heni, teman ayah yang tepatnya mantan pacar ayah ketika SMA. Lebih tidak menyangka lagi, keluarga kami jalan-jalan bersama Tante Heni beserta anak perempuannya bernama Naya.


Yola, adiknya, dan Naya diminta ayah membeli semua perlengkapan sekolah bersama.


"Bunda, kenapa setiap yang Yola dan adik beli. Naya dibelikan juga, semuanya lagi. Harusnya satu aja bunda, tidak perlu sama persis semua" tanya Yola kepada bunda.


"Iya sih bunda, tetapi kan dia bukan anak ayah"


Bunda hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


Siapa yang tau, jika di dalam hati bundanya Yola, bahwa ingin mengikuti hubungan pertemanan baik antara ayah dan mantan pacarnya. Pertimbangan bunda Yola ialah, daripada ayah bermain di belakang. Lebih baik jujur dan bunda pun mengikuti untuk dapat tau ketika mereka berhubungan sudah tidak sewajarnya nanti.

__ADS_1


Setelah selesai belanja. Yola dan keluarga beserta Tante Heni dan anaknya makan bersama di sebuah restaurant.


"Ayo mau pada makan apa pilih saja menu nya, Naya juga jangan sungkan ya mau makan apa dipilih saja"


Ketika sedang makan bersama. Ayah bertemu dengan om Ruslan. Teman ayah dan Tante Heni ketika mereka masih duduk di bangku SMA. Om Ruslan tau bahwa ayah dan Tante Heni pernah menjalin hubungan.


Entah apa yang di obrolkan mereka ketika makan mereka membahas tujuan selanjutnya akan kemana.


Selesai makan, kami diajak om Ruslan ke suatu perkebunan jeruk.


Entah ide dari mana om Ruslan berkata " Bundanya Yola, bagaimana kalau ayah nya Yola bersama Heni naik motor, dan biar saya yang membawa mobil untuk menuju kesana. Ya soalnya kalian belum tau lokasi nya. Yang tau saya dan Heni. Jadi supaya tidak salah jalan ketika menuju kesana.


Dengan cepat Yola menjawab, tidak bisa. Bagaimana kalau om Ruslan dan ayah saja naik motor. Bunda Yola bisa bawa mobil bersama Tante Heni dan kami.


"Enak saja main atur-atur perjalanan liburan orang saja" batin Yola.

__ADS_1


Dengan posisi seperti itu, akhirnya mereka tiba di perkebunan jeruk.


__ADS_2