Alight

Alight
Bab 4 ~ Terbang lalu Jatuh Terhempas


__ADS_3

Ketika bangun tidur, Yola mengingat bahwa hari ini pengumuman untuk masuk sekolah favorite tanpa tes.


"Haduh, keterima tidak ya. Aku harap , aku akan diterima supaya bisa membanggakan ayah dan bunda"


Yola bergegas mandi dan bersiap-siap menuju sekolah. Sebelum berangkat, Yola sarapan nasi goreng ayam kesukaan nya.


Di meja makan, ibu memulai obrolan ke ayah " Jadi siapa yang akan ke sekolah Yola dan siapa yang akan ke sekolah Shakila yah? " Mengingat mereka setiap bagi lapor pasti dapat peringkat, dan orang tua nya diminta untuk menemani mereka menerima piala di lapangan sekolah.


Ayah menjawab, "ya bunda kesekolah mereka berdua secara bergantian. Ayah tidak bisa"


"Biasanya juga bisa yah. Kok ini tidak bisa?" ucap Yola.


"Yasudah tidak apa-apa, biar bunda yang mengambil lapor kalian berdua. Bunda, kesekolah Yola dulu, setelah itu Shakila."


Sesampainya disekolah Yola, Bunda sudah menerima lapor Yola. Benar saja, Yola mendapat peringkat 1 kelas dan peringkat 1 umum. Surprisingly, Yola keterima di sekolah favorite impian Yola, di SMA Harapan Bangsa jalur tanpa tes. Bunda pun sangat bangga dan terharu.


Baru saja bunda keluar dari kelas Yola, bunda menerima telpon dari mama raya, teman bunda, bahwa sekarang Shakila mendapat juara umum juga. Tetapi tidak ada yang mendampingi ia di sekolah TK.


"Biar saya yang mendampingi ya" ujar mama raya.


Kami pun bergegas ke sekolah Shakila untuk menjemput Shakila.

__ADS_1


Ketika pulang sekolah, Yola dan Shakila langsung memberi tau ayahnya atas pencapaiannya.


Mereka berdua langsung menginfokan masing-masing pencapaiannya kepada sang orang tua.


"Bunda sangatlah bangga kepada kalian berdua, selamat kakak Yola dan adik Shakila. Nanti kita jalan-jalan keluarga sebagai hadiah"


"Ayah, aku juara umum dan keterima di SMA Harapan Bangsa" ujar Yola yang mendahului adiknya untuk bercerita.


"Ayah, ayah, Shakila peringkat 1 juga disekolah" kata bunda nanti kita jalan-jalan sebagai hadiahnya.


"Iya Alhamdulillah" ujar sang ayah yang tetap tidur menutup mata nya.


Shakila pun nangis, ayah begitu sekali responnya. "apakah ayah tidak bangga kak?" ujar Shakila bertanya kepada Yola.


"Yola ingin jalan-jalan kemana?" ujar sang bunda.


"Aku ingin ke pantai Bun" ujar Yola


"Aku ingin ke mall Bun" ujar Shakila.


"Baiklah, nanti kita jalan-jalan kepantai, setelah itu kita jalan-jalan ke mall ya" ucap sang bunda.

__ADS_1


Entah apa yang ada dipikiran ayah mereka? Mendengar hal itupun beliau tetap no respon, padahal sebelumnya ia yang terlalu semangat untuk program pendidikan anak-anaknya.


Ketika malam hari, di meja makan. Mereka makan malam bersama dengan masakan bunda yaitu ayam goreng dan sayur capcai kesukaan Yola dan Shakila.


"Selesai makan malam, ayah ada yang mau disampaikan" ujar ayah tiba-tiba.


"Ayah mau membahas hadiah buat Shakila dan kakak ya?"


Ayah hanya tersenyum.


Selesai makan, kami berkumpul di ruang keluarga. Ayah keluar dari kamar membawa tas berisi pakaian.


"Ayah mau kemana? ujar bunda.


"Ayah mau pergi dulu, karena bunda tidak mau ikut ayah biar ayah yang pergi untuk ke kota Bandung, mau membuka usaha disana. Kalau bunda masih ingin bersama anak-anak dan ayah mari ikut. Tetapi kalau memilih jalan tetap disini, ya berarti ayah pergi sendiri"


"Ayah mau ke Bandung menemui Tante Heni ya?" Ujar Yola.


"Ayah pun diam dan bergegas pergi".


Betapa hancur dan sakitnya hati Yola dan Shakila, disaat ekspektasi orang tua nya mereka wujudkan, tetapi malah ditinggal seperti itu saja.

__ADS_1


Bagaimana untuk melanjutkan kehidupan kedepan jika ayah pergi begitu saja tanpa kejelasan?


__ADS_2