Alight

Alight
Bab 6 ~ Strategi Melanjutkan Hidup


__ADS_3

Keesokan harinya, kakak dari bunda datang kerumah untuk melihat keadaan rumah dan usaha yang kami punya. Paman Emi namanya. Beliau merupakan sosok tempat Yola, Bunda, dan Shakila bersandar ketika Ayah pergi.


Tak lama kemudian Tante Khanza pun datang, beliau adalah salah satu sosok yang sangat berperan juga untuk Yola, Bunda, dan Shakila. Beliau yang merangkul kami bertiga, beliau yang paling mengerti perasaan kamu bertiga. Tante Khanza juga sosok yang paling mengutamakan kenyamanan kami bertiga.


Siang itu, kami memasang strategi untuk bagaimana melanjutkan hidup setelah ini? Bagaimana agar aku, bunda, dan Shakila bisa tetap bisa makan?


Bagaimana agar aku dan Shakila tetap bisa sekolah?


Diskusi panjang yang dilakukan hari itu. Akhirnya setelah berdiskusi, kesimpulannya ialah bunda tetap menjalankan usaha bengkel dibantu oleh keluarga nya terutama paman Emi.


Awalnya bunda sangat takut untuk melaksanakan tugas itu, tapi berkat motivasi dari paman Emi dan Tante Khanza bunda tetap berani melanjutkan usaha ini.

__ADS_1


Yola sosok gadis kecil yang pada saat itu masih duduk di bangku SMP pun sudah bisa membantu bunda untuk mengelola bengkel dengan sebisa nya walau terkadang hanya duduk menjaga ruang kasir sambil makan bakso favorit nya.


Hari-hari Yola lalui dengan sekolah, makan siang, menjaga bengkel bersama ibu, dan belajar.


---------


Semua persiapan untuk melanjutkan sekolah SMA di Harapan Bangsa Yola siapkan ditengah-tengah suasana yang ia harus berat menjalani nya.


"Yola kan mau jadi dokter? Harus berani dan kuat untuk melanjutkan sekolah di luar kota ya." ujar bunda


"Kita lahir ke dunia sendiri, mati pun nanti sendiri. Jadi harus belajar mandiri, prihatin, dan kuat mulai dari sekarang ya." Ujar bunda selanjutnya. Nasehat ini yang selalu Yola ingat ketika sedang ketakutan menghadapi suasana yang penuh dengan tekanan.

__ADS_1


Selama sekolah di SMA Harapan Bangsa, Yola mengikuti Les di tempat les yang tidak jauh dari sekolahnya.


Hari-hari Yola jalani dengan berangkat sekolah pukul 7.00 pagi sampai pukul 15.00 ia disekolah. Pulang sekolah, Yola mengikuti les full selama 6 hari. Pulang sampai rumah pukul 19.00 malam hari.


Ketika malam hari dirumah, Yola mengerjakan tugas untuk besok hari nya.


Senin sampai Sabtu, pagi sampai sore, jadwal Yola dipenuhi dengan belajar dan belajar. Karena cita-cita Yola dan keluarga pun ingin memasuki Fakultas kedokteran. Sabtu sore, Yola pulang kerumah untuk menjenguk sang bunda dan adik dirumah.


Setiap malam Minggu, kami selalu menghabiskan waktu bersama. Mulai dari berbincang-bincang bersama, masak bersama-sama, dan makan bersama.


Keesokan harinya, ketika hari Senin pukul 4.00 pagi, Yola sudah harus mandi, dan bersiap-siap. Karena jarak yang ditempuh dari rumah kesekolah 1 jam perjalanan.

__ADS_1


Yola naik bis pukul 5.00 pagi. Selama 3 tahun Yola menjalani hal seperti itu. Takut? sebenarnya takut sekali harus naik bis pukul 5.00 pagi dan belum ada penumpang lain di bis itu. Hanya Yola dan Supir. Takut sekali, memikirkan berbagai hal yang menakutkan ketika di bis. Tertekan? Tertekan sekali harus melawan rasa takut demi mewujudkan cita-cita dan belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi dari berbagai hal. Tetapi seiring berjalan waktu, Yola menjadi berani dan si pemberani dalam menjalankan hal apapun. Semua proses yang Yola jalani memberi pelajaran disetiap masing-masing kejadiannya.


__ADS_2