
Setahun, dua tahun, hampir tiga tahun sudah Yola menjalani sekolah di SMA Harapan Bangsa. Banyak cerita yang Yola lalui, mulai dari bertemu orang baru, suasana baru, dan lingkungan baru.
Kejar-kejaran bersama waktu, pagi harus sekolah sampai siang, siang berangkat ke tempat les, dan sore pun Yola kerja kelompok.
Tidak mudah bagi Yola untuk menjalani sekolah di SMA Harapan Bangsa.
Memang benar, perjalanan tidak akan semulus yang dibayangkan.
"Yola dipanggil Bu Dina" ucap Yuli sahabat terdekat Yola ketika disekolah.
"Dipanggil Bu Dina kemana? " tanya Yola
"Ke ruang TU, sepertinya berkas mu untuk Ujian Nasional ada yang belum lengkap, cepat temui saja Bu Dina supaya lebih jelas lagi" Jelas Yuli kepada Yola.
Ketika di ruang TU, Bu Dina langsung bertanya kepada Yola.
"Yola berkasmu belum lengkap untuk mengikuti Ujian Nasional."
"Berkas yang mana ya Bu yang belum lengkap? soalnya perasaan saya, saya sudah mengumpul semua berkas yang dibutuhkan untuk dikirim ke pusat sebagai data Ujian Nasional" respon Yola.
__ADS_1
"NIK kamu Yola, NIK mu tidak terbaca disini"
"Kenapa bisa tidak terbaca Bu?"
"Saya juga kurang tahu, tetapi ketika di inputkan data mu di sistem, tidak ada sama sekali data atas nama Sheza Shereen Fayola disitu, jadi kami belum bisa mengirimkan berkas mu untuk kartu Ujian Nasional"
"Baik Bu, saya akan cek ulang NIK saya. Terakhir mengumpulkan berkas nya kapan ya Bu?"
"Secepatnya ya Yola, kalau bisa dalam minggu-minggu ini" ucap Bu Dina.
Setelah keluar ruangan Tata Usaha, Yola pun lemas sekali, Yola berfikir keras bagaimana bisa data nya tidak terbaca sama sekali? Sedangkan kartu keluarga pun sudah dibuat baru setelah orang tuaku berpisah.
"I'm not okay, I don't know how could it be. Aku tidak bisa menjelaskan sekarang, tetapi aku takut tidak bisa ikut Ujian Nasional Yuli" ucap Yola.
-------------------------------------------------
Pulang sekolah, Yola langsung menelpon sang bunda.
"Bunda, aku belum bisa di data untuk ikut Ujian Nasional disekolah. Soalnya kata Bu Dina berkasnya tidak terbaca. NIK di kartu keluarga pun tidak ada. Nama ku hilang dari kartu keluarga yang baru. Terus bagaimana ya bunda?"
__ADS_1
"Kita kan sudah buat KK baru bertiga, Bunda, Yola, dan Shakila. Bagaimana bisa tidak ada nama Yola?"
"Tidak tahu bunda, yang jelas nama Yola tidak ada. kalau Yola belum bisa kumpul berkas dalam Minggu ini, bagaimana Yola bisa ikut ujian? Terbuang sia-sia proses tiga tahun ini" Yola berbicara sambil terisak kesedihan karena takut tidak bisa ikut Ujian.
"Tenang dulu Yola, bunda urus dulu ke kantor Capil, nanti bunda tanyakan disana".
----------------
Keesokan hari nya, bunda pun memberi tahu Yola. Bahwa, nama Sheeza Shereen Fayola sudah dipindahkan ke kartu keluarga ayah nya tanpa sepengetahuan siapapun.
Betapa berat nya menjadi Yola, sudah menjalani hari-hari dengan lelah, dengan penuh perjuangan, dengan penuh air mata, penyesuaian terhadap lingkungan yang berat untuk dijalani di sekolah itu. Setelah detik-detik terakhir untuk mengikuti Ujian Nasional malah namanya tidak ada di Kartu Keluarga sehingga Yola belum dapat menjadi peserta Ujian Nasional pada saat itu.
Bagaimana kira-kira? Apakah Yola bisa mengikuti Ujian Nasional atau tidak?
Nantikan di Episode Selanjutnya!!
Terimakasih readers sudah membaca novel ini, semoga kalian suka dan mendapatkan pelajaran dari cerita ini.
Thank you semuanya.
__ADS_1