
setelah Asami memberikan ingatan hoku dengan jelas, hoku pun langsung menghampiri Kirana dan marui, lalu hoku menjelaskan kepada mereka.
"kalian berdua, bisa kita bicara sebentar. " kata hoku tidak percaya diri.
"hoku, ada apa. " ucap marui.
"bisakah kalian menunjukkan kalung yang kalian pakai itu. " ucap hoku sambil melepaskan kalungnya juga.
"itu kalung.... " ucap marui dengan terkejut.
"tunggu, bagaimana kau bisa memiliki kalung itu. " tanya Kirana dengan heran.
"tentu saja dia tahu, kita sudah pernah bertemu dengan hoku sebelumnya hanya saja kita lupa dan hoku juga begitu, benar begitu kan hoku. " kata Asami yang tiba-tiba muncul di belakang hoku.
"ya, sepertinya itu benar. " ucap hoku.
"ini kalungku, apa kalian mengenalinya, aku tidak ingat tentang kalung ini, tetapi saat aku akan membuangnya, aku merasa jika kalung ini sangatlah berharga. " kata Kirana.
"kalung itu, kalung yang terbuat dari zamrud, " ucap hoku sambil melihat kalung milik Kirana.
"ini kalungku, seingatnya ku ada seseorang yang memberikan ini kepadaku, aku lupa dengan orang itu tetapi saat ini aku sudah berada di depan orang itu. " kata marui dengan tersenyum.
"begitu ya, kalung ini terbuat dari logam emas, " ucap hoku.
__ADS_1
"sekarang kalian sudah mengerti kan, siapa hoku sebenarnya. " kata Asami dengan tersenyum.
"begitu ya, aku tidak menyangka jika kita semua pernah bertemu sebelumnya. " kata Kirana.
"tetapi apa yang membuat kita melupakan ingatan masa lalu kita. " kata marui.
"itulah yang kupikirkan dari dulu. " ucap hoku sambil geram.
"tunggu, jika kalian ingat kasaki pernah bilang kan, jika ada sebuah tragedi ledakan yang menghancurkan satu pulau. " kata Asami.
"yaa, saat kasaki bilang begitu, aku merasa ada yang janggal, seperti aku pernah terkena sebuah ledakan. " kata hoku sambil menunjukkan bekas benturan di dahinya.
"hoku, apakah itu bekas benturan. " ucap Asami.
"begitu ya, aku akan memanggil kasaki sekarang, kalian tunggu sebentar. " kata Asami langsung pergi meninggalkan mereka.
setelah begitu lama menunggu, akhirnya Asami datang bersama kasaki.
"kasaki, darimana saja kau itu. " ucap hoku sambil marah.
"maaf, aku tidak tahu jika kalian mencari ku, jadi ada apa kalian memanggilku. " kata kasaki dengan heran.
"kami ingin bertanya kepadamu, kau tahu kan tentang tragedi ledakan yang menghancurkan satu pulau yang pernah kau bicarakan itu. " tanya hoku.
__ADS_1
"ya, memangnya kenapa. " jawab kasaki.
"jadi sudah terbukti sekarang, kalau kita pernah bertemu sebelumnya. " kata Asami.
"tapi bagaimana kita bisa melupakannya ya, apa karena kita ada di pulau itu dan terkena dampak ledakannya, sehingga kita sampai melupakannya. " kata hoku menyimpulkan.
"hmm, mungkin saja begitu, apakah ada informasi lain tentang tragedi pulau itu kasaki. " kata Asami.
"hmm, sepertinya tidak ada, aku tidak terlalu tahu tentang itu. " kata kasaki.
"begitu ya, tunggu, ketua, bukankah Minggu depan kita akan melakukan battle season, lalu dimana tempat dungeon nya. " kata hoku.
"oh, ya, kita beruntung, tempat dungeon nya itu ada di pulau yang hancur itu, orang-orang bilang jika pulau itu sekarang sudah di huni oleh monster yang mengerikan sehingga jarang sekali ada orang yang berani masuk kedalam sana, maka dari itu, dungeon itu ada di pulau itu. " kata Asami.
"baiklah, kita akan menunggu hari itu tiba. " kata terakhir hoku dengan semangat.
---------------------------------------------
Perhatian untuk pembaca...
Cerita ini akan dilanjutkan dalam bentuk movie atau cerita yang sangat panjang, untuk karena itu saya sebagai author meminta maaf, jika lanjutan dari cerita Alkane academy akan sangat lama dibuat movie nya.
terimakasih banyak untuk yang sudah membaca novel Alkane academy, dukung selalu author nya yaa...
__ADS_1