Alyssa & Mario : Sahabat Jadi Cinta

Alyssa & Mario : Sahabat Jadi Cinta
Bab 22 - Tentang perasaan


__ADS_3

"Hah? Putus? Gimana bisa?" tanya Alyssa yang tidak percaya.


"Ya bisa lah," jawab Mario dengan mudahnya.


"Lo nggak selingkuh di belakang dia kan?" tanya Alyssa yang langsung seperti menuduh.


"Ya, enggaklah. Gue cuma baru menyadari perasaan gue yang sebenarnya. Karena percuma kalau diteruskan. Yang ada Shilla yang akan makin tersakiti. Ya, gue akui sih gue jahat ke Shilla. Tapi, gue ngaku bego juga karena baru sadar sekarang."


"Emang perasaan lo yang sebenarnya gimana?" tanya Alyssa.


"Lo mau tahu?"


"Terserah sih, mau dijawab ya silahkan. Nggak juga ya gapapa. Gue mah nggak rugi juga," jawab Alyssa yang pura-pura tidak penasaran. Padahal di dalam hatinya ia penasaran sekali.


"Ah, gitu. Ya udah gue milih nggak cerita aja. Soalnya lo nggak penasaran," jawab Mario yang membuat wajah Alyssa ditekuk.


Mario yang melihat itu hanya terkekeh pelan sambil meledek Alyssa.


"Makanya kalau mau tahu itu jangan jaim. Tapi sebelum gue kasih tahu. Gue ingin lo ungkapin semua unek-unek di hati lo selama ini ke gue. Gimana perasaan lo saat gue punya pacar, saat gue yang tidak lagi memprioritaskan lo, saat gue jauh dari lo?"


Wajah Mario kini berubah menjadi serius. Bahkan saking seriusnya, Mario sampai memegang tangan Alyssa dan menatap mata Alyssa lekat-lekat.


Alyssa yang ditatap begitu jadi menelan ludahnya sendiri. Ia gugup dan tak tahu harus menjawab apa. Tidak mungkin jika ia jujur tentang gimana perasaanya. Itu artinya, Mario akan tahu kalau ia mencintai laki-laki itu.


"Gue sangat senang saat lo punya pacar. Apalagi wajah melihat wajah ceria lo saat menceritakan tentang Shilla. Wajar aja kalau lo nggak memprioritaskan gue lagi. Karena gue cuma sahabat lo. Saat gue jauh dari lo, akhirnya gue bisa kenal dengan teman-teman yang baru, dan nggak terlalu bergantung sama lo. Intinya gue senang."


Mario tersenyum kecut. Karena jawaban yang diberikan Alyssa tak sesuai harapannya.


"Itu udah yang paling jujur dari perasaan lo?" Alyssa mengangguk.


"Tapi kenapa gue nggak percaya? Lo beneran nggak ngerasa cemburu dan sedih saat gue sama cewek lain?" tanya Mario lagi.

__ADS_1


Alyssa menggeleng.


"Di antara sahabat tidak ada kata cemburu Mario."


"Tapi kita kan masih marahan dan belum resmi jadi sahabat lagi!" sanggahnya.


Alyssa terdiam.


"Please Ca! Gue pengen denger yang sejujur-jujurnya dari hati lo! Karena gue nggak senang dengar jawaban lo tadi. Gue selalu cemburu saat lo berduaan dengan Abram. Gue nggak suka, apalagi dia ngegantiin gue buat ngajarin lo main basket. Saat lo ketawa bahagia sama dia, gue kesel. Saat lo mengacuhkan gue, gue sedih. Apalagi di saat pertengkaran kita beberapa waktu lalu. Gue gelisah dan nggak karuan Ca!"


Akhirnya Mario mengungkapkan isi hatinya yang cemburu, kesal, sedih dan juga uring-uringan.


Alyssa yang mendengarnya hanya bisa diam. Ia tak menyangka Mario akan merasakan itu. Karena berpikir Mario sangat mencintai Ashilla.


"Jadi tolong, lo jujur sama perasaan lo sendiri Ca!" pinta Mario lagi.


Alyssa menatap wajah Mario dengan dalam.


"Lo mau tahu jawabannya?"


Mario mengangguk.


"Gue cemburu Yo. Gue cemburu karena Shilla bisa mendapatkan hati lo padahal dia baru beberapa hari lo kenal. Lalu gue? Gue cuma cewek yang lo anggap sahabat. Apalagi lo selalu ngingkarin janji lo sendiri ke gue demi dia. Gue kecewa dan marah karena itu. Tapi gue bisa apa? Dia memang berhak jadi prioritas untuk lo. Gue coba untuk biasa aja karena lo jarang ada untuk gue. Tapi hati gue rasanya sakit Yo. Sakit banget. Apalagi terkadang gue suka lihat kemesraan kalian berdua. Rasanya hati ini tersayat-sayat."


Akhirnya Alyssa mengeluarkan semua isi hatinya bahkan air matanya sudah tak mampu ia bendung lagi.


Mario pun menghapus air mata itu.


"Maaf, maafin gue yang baru sadar dengan perasaan sendiri. Gue baru sadar kalau perasaan gue ke lo bukan sekedar sayang ke sahabat tapi lebih dari itu. Gue nggak rela lo sama cowok lain. Maafin gue Ca."


Mario mendekatkan tangan Alyssa ke wajahnya untuk meminta maaf atas kejadian yang terjadi selama ini.

__ADS_1


"Tapi semua itu sudah berlalu Yo. Sekarang gue udah punya kekasih. Dan perasaan gue ke lo sudah memudar dengan sendirinya. Jadi, lebih baik lo balikan lagi aja sama Shilla."


Mario tersenyum getir. Ia tidak menyangka Alyssa akan mengatakan itu dengan mudahnya.


"Lo pikir gue nggak tahu, kalau lo bohong soal hubungan lo dan Abram? Gue tahu Ca. Gue tahu lo nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Dia sudah mengakuinya sendiri. Jadi jangan bohongi hati lo, Ca."


Alyssa terdiam. Ia sangat tidak menyangka Mario akan tahu kalau ia memang berbohong tentang hubungannya dengan Abram. Lalu sekarang gimana?


"Bagaimana lo bisa tahu?" akhirnya pertanyaan itulah yang muncul dari mulut Alyssa.


Mario pun mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Abram di waktu itu. Tepatnya setelah pulang sekolah, kedua laki-laki itu bertanding basket di lapangan basket sekolah.


"Kalau gue menang, lo harus jauhin Alyssa. Tapi kalau gue kalah, gue akan ceritain semuanya ke lo tentang hubungan gue dan dia. Gimana?" tawar Abram kala itu.


Mario setuju. Karena yakin ia akan menang dari Abram. Apalagi ia adalah kapten tim basket, dan Abram pasti tidak akan Sejago dia.


Keduanya pun saling bermain dan melempar bola ke ring. Sampai akhirnya Abram lah yang memenangkan permainan itu. Hanya saja Abram tak mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Ia malah menepuk pundak Mario dan mengatakan yang sejujurnya ke Mario.


"Gue emang pernah nembak Alyssa. Tapi dia nggak nerima perasaan gue. Karena dia mencintai orang lain. Dan orang itu adalah lo. Selama ini lo selalu buta soal perasaan lo sendiri. Mungkin Alyssa sengaja mengatakan itu, agar dia nggak merusak hubungan lo dan Shilla. Tapi, gue harap lo bisa jujur sama perasaan lo sendiri. Karena kalo lo masih nggak tahu perasaan lo. Gue akan berjuang lagi sampai mendapatkan hatinya."


Mario hanya bisa diam tanpa kata. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Alyssa mencintai dirinya. Apalagi posisinya di saat itu, Mario dan Ashilla masih berpacaran. Tapi entah kenapa, hatinya malah berdebat dan ia merasakan rasa bahagia. Seolah-olah apa yang ia cari telah ia temukan jawabannya.


Begitulah ceritanya. Alyssa yang mendengarnya jadi diam dan tak tahu apa yang harus ia katakan. Rupanya Mario sudah tahu lebih dulu tentang perasaannya.


"Jadi, apa lo akan terus memilih untuk pura-pura nggak tahu isi hati lo? Gue nggak bisa Ca. Sekarang gue mau jujur sama hati gue. Gue mencintai lo. Gue menyayangi lo lebih dari sahabat. Gue nggak mau jadi sahabat lo lagi. Apa kita bisa memulainya dari awal lagi? Tapi bukan sebagai seorang sahabat, melainkan pasangan?"


*.


*


TBC

__ADS_1


__ADS_2