AMRINA

AMRINA
Bab 2. Pertemuan


__ADS_3

Malam hari aku dan keluargaku pergi berkeliling kota Pekalongan, begitu rame kota yang disebut kota Batik ini. Ayahku memberhentikan mobilnya di Alun alun Kota. Alun alun yang juga rame, karna berhadapan langsung dengan pusat perbelanjaan disini juga banyak sekali pedagang makanan. ayah yang mengajak aku dan ibu mampir ke warung sate.


"Pak sate, 3 porsi ya pak" Ucap ayahku ke pedagang sate


"Iya pak, Monggo pinarak" jawab penjual sate dengan bahasa jawa


Kamipun duduk, menunggu sate yang udah dipesan ayahku. saat kami asik mengobrol sambil menunggu makanan datang. Terdengar suara keributan di parkiran, ternyata itu sebuah perkelahian antara sekelompok orang. Untungnya tukang parkir dan beberapa orang yang berada di situ berhasil melerai perkelahian itu.


"Ya elah anak muda jaman sekarang" grutu penjual sate.


tak lama kami menunggu sate yang di pesan ayah telah matang, perutku yang dari tadi keroncongan, langsung menyantap sate itu.


Setelah makan kami selesai aku dan keluargaku memutuskan untuk pulang dan ayah pun tak lupa untuk membungkus sate untuk Pak Slamet dan Bu Iyem.


Jam weker berbunyi, menunjukkan pukul 6 pagi, aku terbangun dari tidur ku. Aku yang sudah rapi memakai seragam putih abu abu segera menuju ke ruang makan.


"Ayah mana Bu" tannyaku ke ibu


"Ayah berangkat awal hari ini, oh iya entar kamu berangkat sama Pak Slamet ya sayang" jawab ibu


"Iya Bu" jawabku


"Iya udah buruan habisin sarapannya, Pak Slamet Uda nunggu kamu di depan.


Setelah sarapan aku pamit ke ibu dan menghampiri Pak Slamet di depan yang telah menunggu ku untuk mengantar ku pergi ke sekolah, hari yang begitu cerah menambah semangat ku untuk pergi ke sekolah. Setelah sampai disekolah aku berjalan menuju kelas, saat aku berjalan tiba tiba seorang lelaki tinggi dan berpenampilan tak rapi seragam yang dikeluarkan. berlari menabrakku dari belakang. Aku kaget dan terjatuh.


"Woy Lang buruan cepet" triak teman laki laki yang menabrakku.


Hanya menatap ku sebentar tanpa mengucapkan kata sepatapun lelaki yang menabrakku itu berlari lagi menyusul temannya. Tapi aku sedikit tak asing dengan wajah laki laki itu, karena aku pernah melihat laki laki itu. Kalo tidak salah dia yang berbeda di keributan kemarin malam waktu di parkiran saat aku makan dengan keluarga ku.


"Kalo lari liat liat dong" triak ku dengan kesal.


Tetapi laki laki yang menabrakku masih tetap berlari tanpa rasa bersalah, aku pun kesal dengan dia


"Kamu gapapa?" Ucap seorang laki laki sambil menjulurkan tangan untuk membangunkan ku.


Aku tak tau dari mana laki laki itu, tiba tiba dia di belakang ku yang menjulurkan tangannya, bermaksud membantu membangunkan ku.

__ADS_1


"Iya gapapa, terimakasih ya" jawabku sambil mengusap rokku yang kotor.


"Kenalin aku Riko, Kamu anak baru ya di sini, kayaknya aku baru liat kamu di sekolah ini?" Tannya laki-laki itu.


"Aku Amrina, iya aku baru disini"


"Tadi itu yang nabrak kamu namanya Galang dia emang sering bikin ulah di sekolah, Iya udah ayo aku antar ke kelas kamu" ucap lelaki yang bernama Riko.


Riko pun mengantarku menuju ke kelas. Aku dan Riko tidak berada satu kelas, jadi Riko hanya mengantar ku sampai di depan kelas aja. setelah mengantar ku Riko pergi menuju ke kelas yang berada di samping kelasku. Saat aku mengamati Riko dari depan kelasku terdengar suara meli dan Lisa yang memanggil ku. sepertinya mereka udah melihatku dari jauh saat aku bersama riko, aku pun menghampiri mereka berdua.


"Hey am sini. am lu tau gak sii Riko itu idola para cewe di sekolahan ini. Kok lu bisa dianter ke kelas bareng sama dia?" Tanya meli penasaran.


"Itu cuman kebetulan aja kok tadi aku jatuh terus di tolong sama dia" jawabku ke meli.


"Ya elah lu Mel, kepo aja. Lagian apa si bagusnya Riko. ganteng enggak. kok cewe disini seneng banget sama dia, heran banget hahaha" saut Lisa sambil tertawa.


"Kamu itu gak ngerti Lis kamu kan cowok bukan cewek, masak riko ganteng gitu dibilang gak ganteng" jawab meli meledek.


"Hii awas lu ya Mel" jawab lisa


Saat jam pelajaran aku melihat Galang dengan temannya yang tadi pagi entah itu siapa namanya, yang sedang terlihat menengok nengok di jendela kelas ku. Entah apa yang mereka cari.aku yang masih fokus mendengar apa yang Bu Hani terangkan. oh ya Bu Hani itu guru IPS sekaligus wali kelas ku. Bu Hani yang melihat Galang pun keluar menghampiri Galang dan temannya untuk menegur. iya si wajar kalo Bu Hani menegurnya karna ini kan jam pelajaran kenapa mereka gak di dalam kelas mengikuti pelajaran malah keluyuran gak jelas.


"Dasar anak itu, mau apa coba" grutu Lisa


pandangan aku dan Lisa yang menuju ke arah Galang termasuk juga anak anak yang berada di kelasku juga ikut melihat ke arah Galang dan temannya. tak berselang lama Bu Hani kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran.


tak terasa bel istirahat pun berbunyi dan seperti biasa aku, Lisa dan meli pergi ke kantin bersama, tak beberapa lama kami duduk di kantin, Riko yang datang menghampiri kami ikut gabung.


"Pinggang mu masih sakit" tanya Riko padaku


"Udah mendingan si, oh iya sekali lagi makasih ya" ucapku ke Riko


"Emang Amrina kenapa rik" tannya Meli ke Riko


Riko pun menjelaskan kejadian aku yang terjatuh akibat Galang tadi pagi kepada lisa dan Meli.


"Galang Galang suka sekali bikin masalah" ucap Meli yang mendengar penjelasan dari riko

__ADS_1


"Eh tapi Galang walaupun gitu orangnya asik kok, liat aja pasti Galang bakal minta maaf kok ke kamu am" ucap lisa


"Hehehe iya sii, bener juga kata Lisa" jawab Mila sambil menggaruk kepalanya.


kamipun mengobrol begitu banyak dengan Riko dan aku pun baru mengetahui bahwa si Riko adalah ketua OSIS di sekolah.


tak terasa waktu begitu cepat, bel pulang sekolah berbunyi. aku menunggu pak Slamet yang belum tiba di depan gerbang sekolah. tiba tiba seseorang yang menaiki motor RX-King berhenti di depanku. iya tak salah lagi itu Galang, dia pun turun menghampiri ku.


"Kamu yang tadi pagi aku tabrak itu kan" tanya Galang


aku pun yang masih kesal dengan dia, aku diam enggan menjawab pertanyaan Galang


"Ya, jangan diam gitu dong. aku minta maaf atas kejadian tadi pagi itu. aku waktu itu lagi buru buru jadi gak sempet minta maaf ke kamu" ucap Galang menjelaskan


"Iya aku maafin kamu" jawabku cuek


"Hem kok kaya gak ikhlas gitu" ucap Galang menggoda ku


"Iya aku ikhlas kok, maafin kamu" jawabku sekali lagi


aku yang melihat Galang tersenyum melihat ku, lalu menengok ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu.


"Kamu nunggu jemputan?" tanya Galang


"Iya lah emang nungguin siapa lagi" jawab ku sewot


Piiiiippp Piipp!!!


Ter dengar bunyi klakson mobil yang berhenti di depan ku. aku yang mengetahui itu adalah Pak Slamet langsung pergi masuk kedalam mobil meninggalkan galang. di dalam mobil aku melihat Galang yang berdiri memandang ku.


"Siapa non, pacar non Amrina kah?"tannya pak Slamet


"Bukan pak, cuman temen sekolah Amrina aja" jawabku ke pak Slamet


"Kirain pacar non Amrina hehehe, iya udah kita jalan ya non"


Sambil tertawa kecil Pak Slamet pun mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan Galang yang masih tetap berdiri memandangi ku.

__ADS_1


__ADS_2