AMRINA

AMRINA
Bab 3. Sepucuk Surat


__ADS_3

Pagi hari aku, Lisa dan meli yang sedang asik mengobrol didalam kelas, aku pun juga memberi tau ke Lisa dan meli tentang Galang yang kemarin meminta maaf kepada ku. Pas lagi asik asiknya kami mengobrol, tiba tiba Galang dan dua temannya masuk kedalam kelas ku dan menghampiriku.


"Mau apa lu masuk ke kelas gue" tannya Lisa ke Galang


"aku cuman mau ketemu Amrina dan mau bilang sesuatu" jawab Galang


Aku yang mendengar perkataan Galang sontak bingung. Mau apa Galang menemui ku dan mau bilang apa ke aku, kan kemaren dia udah aku maafin. Lisa yang di suruh berdiri dari tempat duduknya karna Galang ingin duduk di sebelahku, mengiyakan permintaan Galang. Galangpun duduk di sampingku sambil tersenyum menatap ku, aku pun merasa canggung dengan tatapan Galang.


"Kenapa kamu melakukan itu, kan kemaren aku udah minta maaf" ucap Galang padaku


"Emang aku ngelakuin apa ke kamu" jawabku


Aku yang menengok ke arah Galang yang pas di sebelah ku, merasa bingung dengan pertanyaan Galang


"Tadi malam aku gak bisa tidur, karna kamu itu selalu melintas dipikirkan ku sungguh merepotkan" ucap Galang menjelaskan


Aku terdiam dan bingung dengan pernyataan Galang yang gak masuk di akal itu. Tiba tiba Bu Novi pun masuk kedalam kelas, melihat Galang dan teman temannya yang berada di dalam kelas, sontak memanggil Galang. pembicaraan Galang denganku pun terhenti.


"Galang, kenapa kamu berada di kelas ini" ucap Bu Novi yang berdiri di depan papan tulis


"Ehh iya Bu maaf, tadi Galang salah masuk kelas" ucap Galang berbohong


"Alah cuman alasan aja kamu lang, masa bisa lupa kelas kamu sendiri. Iya udah sana kembali ke kelas kamu" ucap Bu Novi.


Galangpun berdiri untuk segera meninggalkan tempat dudukku, tapi sebelum dia pergi dia Galang bilang ke aku dengan nada pelan. Seolah olah biar gak ada yang mendengar


"Ingat ya jangan merepotkan lagi" bisik Galang


Sambil menepuk pundak ku Galang bergegas pergi. Aku yang memandang Galang berjalan pergi, bernafas lega. jujur si tadi pas Galang duduk di sampingku aku merasa canggung banget apalagi dengan tatapannya itu, lagian apa si maksud perkataan Galang tadi aku bingung banget. udahlah kenapa aku kok jadi memikirkan Galang.


"Hey am lu lagi mikirin apa kok bengong, entar ke sambet lu" ucap Lisa sambil menepuk pundak ku


"Ehh gak kok, aku gak mikirin apa apa Lis" jawabku


Aku yang kaget dengan Lisa yang tiba tiba menepuk pundak ku. Aku pun tersadar dari lamunanku dan kembali mengikuti pelajaran. Saat istirahat Lisa dan meli ke kantin duluan karna aku bilang ke Lisa dan meli mau ke kamar mandi dulu. setelah dari kamar mandi aku menuju ke kantin, di sana aku melihat Riko yang bergabung bersama Lisa dan meli aku pun menghampiri mereka bertiga


"Hay am lama banget, ditungguin si Riko ni hahaha" ucap meli


"Apaan si mil" saut Riko


"Iya sory, kalo aku lama" ucapku pada mereka

__ADS_1


Akupun duduk bergabung dengan mereka, sempat si, Lisa menanyakan tujuan kedatangan Galang tadi di kelas kepadaku. Aku yang menjelaskan kepada lisa. Lisa yang juga bingung dan hanya bisa tertawa mendengar penjelasan ku. Di sela pembicaraanku dengan Lisa, Meli dan Riko. Reza teman satu kelasku datang dan menyodorkan secarik surat ke padaku. Aku yang menanyakan dari siapa surat itu ke Reza. Reza hanya menjawab katanya dari rakyat Indonesia, aku pun bingung dan bertanya-tanya di dalam hati ku. Reza yang telah memberikan surat itu pun langsung pergi, aku langsung membuka surat itu.


ISI SURAT


Assalamualaikum


Aku adalah seorang laki laki yang masih menyusun sebuah strategi, untuk masuk kedalam relung pikiranmu, supaya kau memikirkanku dan sampai memimpikan ku. dengan cara tidak memaksa, percayalah kau pasti akan merasakan itu.


Dari rakyat Indonesia yang bernama Galang.


Aku yang tersenyum melihat isi surat dari Galang.


"Hey, am kenapa lu senyum senyum gitu. surat apaan emang" tannya Lisa ke aku


"Gak kok, bukan surat apa apa Lis"ucapku


"Hayo surat apa, surat cinta ya, sini aku lihat hahahaha" saut meli menggoda


"Bukan kok bukan" jawabku ke Meli


Aku yang tak memberikan surat itu ke Meli langsung melipat dan aku masukan ke dalam saku. bukannya aku pelit tak memberikan surat ke Meli, tapi pikirku ini surat untuk ku jadi ya, yang harus tau isi surat itu ya cuman aku. Ya mungkin Meli mengerti maksud ku, jadi dia gak mempermasalahkan jika aku aku tak mau memperlihatkan isi surat itu.


Pulang sekolah seperti biasa aku yang menunggu Pak Slamet di depan gerbang. Aku yang duduk di kursi di depan sekolah. Aku melihat Galang yang menaiki motor mendekat ke arahku. dia pun mematikan motornya lalu turun dan duduk di sebelahku.


"Apaan sii, padahal cuma. Tadi ketemu kok lupa" jawabku judes


"Hahaha gak gak cuman becanda. Kok kamu belum pulang, lagi nunggu jemputan?" Tanya Galang padaku


"Iya ini lagi nunggu jumputan" jawabku


"Kalo nunggunya lama gimana aku antar kamu pulang" ucap Galang yang menawariku tumpangan


"Gak usah, bentar lagi Pak Slamet pasti datang" jawabku


"Oh iya udah deh kalo gitu, aku temenin kamu, lagian aku juga masih menunggu" ucap Galang memasang muka serius.


"Emang kamu nunggu siapa?" Tanyaku


" Ya, nungguin yang jemput kamu lah hahaha" jawab Galang gurau.


Aku yang tadinya terdiam karna sedikit kesal menunggu pak Slamet yang belum datang datang menjadi tersenyum mendengar ucapan Galang, wajar si aku sedikit kesal, karna udah lama aku menunggu Pak Slamet yang tak kunjung datang, gak seperti biasanya Pak Slamet telat jemput.

__ADS_1


"Udah ayok, aku antar kamu aja, lagian udah lama kita nunggu pak Slamet, tapi belum datang juga. Tenang aku gak jahat kok, aku anterin kamu ke pelaminan ehh maksudku ke rumah kamu hahaha" ucap Galang


Setelah aku pikir pikir. Aku menerima ajakan Galang untuk mengantar ku pulang, aku membonceng Galang. Dengan menaiki motor RX-King hitam bersama Galang, di perjalanan akupun diam tanpa bersuara. jujur si aku bingung mau bicara apa.


"Hey am apa kamu masih hidup, kok dari tadi diem aja?" Tannya Galang sambil mengendarai motornya.


"Hii apaan sii lang, emang aku harus gimana, lompat lompat sambil nyanyi nyanyi gitu, apa triak triak histeris? Jawabku sewot


"Haha gak gitu lah ngobrol kek masa diem aja. Kalo kamu triak triak sambil melompat lompat, ya aku gak anter ke rumah tapi ke RSJ hahaha" ucap Galang menjelaskan


Disepanjang perjalanan Ada banyak obrolan aku dengan galang yang membuat ku tertawa. Emang bener apa yang di katakan Lusi, Galang emang terlihat seperti siswa yang tak patuh tapi dia aslinya baik dan asik.


Dan tak terasa aku pun udah sampai ke rumah. Aku melihat ibu yang sedang duduk di teras rumah sambil menyulam. Aku pun turun dari sepeda motor Galang dan menawarinya untuk mampir sebentar.


"Assalamualaikum, Amrina pulang"


"Walaikumsalam, kamu kok gak pulang sama Pak Slamet . Ucap ibu


Ibu yang menaruh sulamannya lalu berdiri mendekatiku, sambil melihat Galang dengan senyuman, dan memberikan kode padaku ya seolah oalah dia menanyakan siapa lelaki yang mengantarku itu.


"Tante kenalin aku Galang temen Amrina" ucap Galang sambil mengajak bersalaman ke ibu.


"Oh iya, makasih ya udah mau anter Amrina pulang, ayok masuk dulu ke dalam Tante buatin teh" ucap ibu ke Galang


"Iya Tante makasih, tapi Galang buru buru soalnya mau mandiin si jeky, dari kemaren belum mandi soalnya" ucap Galang


"Jeky siapa Lang?" Tanya ku yang memotong pembicaraan Galang dengan ibu


"Nah itu si jeky, yang tadi kita naikin" jawab Galang sambil menunjuk ke arah motornya


Pandangan ku menuju ke arah jari Galang yang menunjuk ke sepeda motor Galang, Serentak aku dan ibu tertawa, mendengar jawaban Galang itu.


"Oh jadi motormu itu namanya jeky, ada ada aja kamu Lang" ucapku


"Iya ada lah am, iya udah aku pulang dulu ya am, Tante Galang pamit pulang dulu ya, Assalamualaikum" ucap Galang sambil bersalaman dengan ibu.


"Walaikumsalam, Iya udah hati hati dijalan ya, jangan ngebut" ucap ibu ke Galang


Akupun mengantar Galang sampai ke depan gerbang. Tatapanku menuju ke Galang yang pergi menaiki motor kini semakin menghilang dari pandanganku.


"Udah jauh jangan di liatin terus" ucap ibu sambil tersenyum

__ADS_1


"Siap yang nglitain dia terus Bu, Amrina cuman mau nutup gerbang kok" ucapku mengelak


Ibu yang hanya tersenyum melihat ku langsung buru buru masuk kedalam rumah, lalu dia kembali duduk dan melanjutkan menyulamnya.


__ADS_2