AMRINA

AMRINA
Bab 4. Dompet yang hilang


__ADS_3

Aku yang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. mendengar suara mobil yang ku kira itu ayah, tapi pas ku tengok dari jendela ternyata Pak Slamet. Pak Slamet yang turun dari mobil, berlari ke arah ibu yang sedang duduk diluar. aku yang mendengar pembicaraan Pak Slamet dengan ibu, wajar si kalo aku mendengarnya karna posisi ku berada tepat di belakang ibu cuman hanya berbatasan dinding.


"Bu Ratna! gawat ini Bu" ucap pak Slamet Terengah-engah


"Kenapa pak Slamet, apanya yang gawat" ucap ibu


"Non Amrina Bu,tadi pak Slamet ke sekolahan kok udah sepi"


Aku yang menutup mulut ku karna menahan tawa melihat ekspresi Pak Slamet yang lucu, dari balik jendela, yang juga belum mengetahui aku yang sudah berada di dalam rumah. Pak Slamet pun menjelaskan kepada ibu kenapa dia bisa telat menjemput ku. yang ku dengar si katanya pas di jalan tadi mobilnya bocor jadi Pak Slamet ke bengkel dulu. aku melihat ibu yang hanya tersenyum lalu memberi tau bahwa aku sudah pulang diantar temanku, Pak Slamet pun terlihat lega.


Waktu yang terus berjalan. aku yang terbangun dari tidurku membuka jendela di kamar dan menatap langit yang begitu cerah, aku keluar dari kamarku, berjalan menuju teras rumah. aku melihat ayah yang sedang membaca koran dan begitu juga dengan ibu yang menemani dengan menyulam kain. ya begitulah rutinitas keluargaku setiap pagi di hari Minggu.


"ehh putri ayah udah bangun" ucap ayahku


Akupun duduk, bergabung dengan ayah dan ibu. Karna kemarin aku ada janji sama Lisa dan meli, pergi ke THR Pekalongan untuk menonton bioskop, akupun meminta izin kepada ayah dan ibu. aku yang senang karena di izinkan untuk pergi dengan Lisa dan meli, langsung pergi mandi dan sarapan.


Tak berselang lama, ibu yang masuk kedalam kamarku memberi tahu bahwa Lisa dan Meli sudah sampai di rumah ku, aku yang terbangun dari ranjang ku menemui meli dan Lisa.


"Udah siap siap belum kamu am" ucap Lisa


"udah dong" ucapku


"iya udah ayok" saut meli


Aku yang akan pergi bersama Lisa dan meli, segera pamit ke ayah dan ibu. kami menaiki angkutan umum untuk menuju ke THR Pekalongan. sesampainya di sana kami menuju ke loket untuk membeli tiket. tempat ini begitu rame karna tempat ini salahsatunya tempat favorit untuk orang orang yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan.

__ADS_1


film yang kami tonton itu film horor, setalah film telah usai, kami pergi keluar meninggalkan ruangan yang terdapat layar besar itu. aku dan Lisa tertawa mengingat meli yang tadi ketakutan saat menonton film itu.


"Hahaha gimana si mel kok tadi kamu ketakutan banget, padahal yang ngajak nonton film horor itukan kamu" ucapku ke meli


"Siapa yang ketakutan, gak takut aku" jawab meli


"Alah tadi jelas jelas aku liat kamu tutup mata dengan tanganmu hahaha" saut Lisa


Aku yang melihat penjual es krimpun mengajak Lisa dan meli ituk membeli. aku yang mencari cari dompet ku yang di dalam tas untuk membayar es krim itu, akupun terkejut karna dompet yang di dalam tasku hilang.


"kenapa am" ucap meli yang melihat ku sedang kebingungan mencari dompet.


"Dompet ku kok gak ada ya" jawabku


"Serius kamu am, coba kamu cek lagi" saut Lisa


Aku yang dari tadi kebingungan mencari dompetku, di tenangkan oleh Lisa dan meli. lalu Meli yang membayar es krim itu, aku jadi gak enak ke meli, padahal aku udah janji mau bayarin mereka berdua. Lisa yang menyuruh aku dan meli untuk mengikuti dia. langkah Lisa terhenti di sebuah warung yang dekan parkiran, aku melihat Galang yang bersama tiga laki laki yang sedikit lebih tua dari usianya yang tak salah lagi itu temannya. Galang yang tampak kaget melihat kedatangan aku, Lisa dan meli, berdiri mendekati kami.


"Ada apa kok kalian ada di sini" tannya Galang pada kami


"Ini Amrina barusan kecopetan di sekitaran bioskop" ucap Lisa kepada Galang


Aku yang tak paham apa maksud Lisa mengajak kami ke sini dan memberi tau tentang dompet ku yang hilang ke Galang. Galang menanyai ku untuk memastikan, dan dia juga menanyaiku ciri ciri dompet milikku. seolah olah dia sudah paham dengan penjelasan ku. Galang langsung mendekati tiga temannya itu, aku tak mendengar apa yang di bicarakan Galang pada temannya, setalah berbicara dengan ke tiga temannya, Galang yang kembali dan menyuruh kami untuk pulang.


Kamipun pulang dengan menggunakan angkutan umum, di dalam angkutan umum aku bertanya kepada lisa perihal tadi menemui Galang.

__ADS_1


"Lis tadi kenapa kok kita menemui Galang dan bilang ke dia tentang dompet ku yang hilang" ucapku ke Lisa


"Temen Galang di situ banyak. dulu dompet ibu Galang juga pernah hilang di situ, terus Galang minta tolong ke teman temannya buat cariin dompet itu, untungnya ketemu. ya, semoga aja dompetmu itu bisa ketemu am" jawab lisa


Aku yang mendengar cerita Lisa, mulai mengerti apa alasan Lisa yang mendatangi Galang tadi, aku yang sudah tiba di rumah memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar.


Malam harinya aku sedang berkumpul di ruang tengah dengan ayah dan ibu untuk menonton tv, Bu Iyem pun datang dan memberi tau, bahwa di depan ada teman ku, setelah itu aku berjalan keluar untuk menemuinya dan saat ku liat ternyata itu adalah Galang.


"Hay selamat malam" sapa Galang


"Hay malam juga" jawabku


Aku yang bingung dengan kedatangan Galang ke rumah ku malam malam. begitu kagetnya aku saat Galang memberikan dompet milikku yang hilang tadi siang.


"Ini dompetmu, lain kali kalo bawa barang harus di jaga baik baik, untung dompet kamu ketemu" ucap Galang menasehati ku.


"Iya Galang, makasih ya" jawabku ke Galang


Galangpun diam dan tersenyum menatapku. aku yang biasanya memalingkan wajahku saat Galang memberikan tatapan itu, kini aku hanya ikut terdiam dan tersenyum padanya.


"Ya udah aku pamit dulu ya" ucap Galang


"Gak mampir dulu?" tawaran ku ke Galang


"Gak ahh, yang penting aku udah puas memandangmu. ya udah ya aku pergi dulu" jawab Galang.

__ADS_1


Galangpun pergi, sebelum dia pergi aku melihat Galang yang melambaikan tangannya sehabis menyalakan mesin motornya, aku pun tersenyum dan dia berjalan menghilang dari pandangan ku.


__ADS_2