AMRINA

AMRINA
Bab. 6 kekhawatiran Riko


__ADS_3

Di hari Senin yang cerah ini, aku pergi ke lapangan sekolah untuk menyusul Lisa dan meli yang sudah baris di lapangan untuk mengikuti upacara bendera, setibanya di lapangan aku menempatkan posisiku yang berada tepat di belakang Lisa. Upacara yang hampir dimulai, aku melihat Galang yang berlari dan segera berbaris di sampingku.


"Hay,,, selamat pagi Amrina" ucap Galang sambil terengah-engah


"Hay, pagi juga" jawabku


Pandangan ku yang tadinya ke arah Galang langsung beralih ke arah lapangan karena mendengar suara yang memberi tau upacara akan segera dimulai.


Upacarapun telah di mulai dan di tengah tengah upacara, entah kenapa kepalaku terasa pusing, pandanganku menjadi kabur dan tubuhku terasa limbung akhirnya aku terjatuh tak sadarkan diri. tanpa aku sadari, aku tersadar sudah berada di dalam ruang UKS. aku yang masih terbaring lemas dan terasa sedikit pusing memilih tiduran. Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka yang ternya itu adalah Lisa dan meli yang datang menjengukku.


ceklek!!


"Amrina, kamu tadi kenapa kok bisa pingsan gitu" ucap Meli dengan wajah yang menunjukkan kecemasannya


"iya,,lu tadi sebelum berangkat ke sekolah sarapan gak am" saut Lisa


"Aku emang gak sempet sarapan soalnya tadi bangun agak siang jadi buru buru. maaf ya udah buat kalian berdua cemas, tapi ini udah mendingan kok" jawabku untuk menenangkan mereka berdua.


meli yang mendengar pernyataan ku menghembuskan nafasnya seolah olah lega saat mengetahui keadaan ku.


"Ehh kamu tau gak am, yang bawa kamu kesini itu Galang. saat dia liat kamu terjatuh pingsan, dia langsung mengangkat mu dan berlari ke ruang UKS" ucap Meli


aku yang tak begitu mengerti perasaan ku saat meli berkata seperti itu padaku, entah kenapa aku hanya tersenyum dan membayangkan saat Galang menggendongku.


"Hay,,am kok malah bengong si, lu suka ya sama Galang" ucap meli sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan mukaku.


"Ehh,,, enggak kok. tapi mana Galang sekarang" jawabku


"Wahh iya kan kamu pasti suka sama Galang, buktinya kamu cari cari dia hahaha" ucap meli menggoda ku.


Aku yang merasa salah tingkah saat mendengar meli kembali mengatakan itu pun membalas perkataannya dengan sewot "apaan si Mel, aku cari dia cuman mau berterimakasih aja kok ke Galang "


Setalah beberapa lama berbincang bincang dengan meli dan Lisa, merekapun pergi meninggalkanku karna, mendengar bel masuk berbunyi, aku yang masih merasa pusing terpaksa masih tetap di ruang UKS tak mengikuti pelajaran kali ini. beberapa lama kemudian. aku memalingkan pandanganku ke arah pintu saat mendengar lagi suara pintu terbuka, saat aku lihat ternyata itu adalah Riko yang datang dengan membawa sebungkus makanan untukku, aku yang merasa sedikit lemas berusaha bangun untuk duduk menyambut Riko.

__ADS_1


"Ini makanan buat kamu, kata Lisa kamu tadi pagi belum sarapan kan?" ucap Riko sambil mengulurkan tangan yang sedang memegang sebungkus makanan.


Akupun menerima makanan dari Riko "Terimakasih ya Riko,,, aku jadi gak enak sama kamu sudah repot repot bawa makanan kesini"


"Udah,,, gapapa santai aja am" jawab Riko


Aku melihat gelagat Riko yang sedang ingin mengucapkan sesuatu pada ku, aku yang melihat itu pun langsung menanyakan itu.


"Riko,,Kamu kenapa?"


Riko yang terdiam sebentar lalu menjawab pertanyaan dariku.


"Aku gak suka kalo kamu Deket Deket sama Galang am"


Aku yang kaget dan bingung dengan perkataan Riko itu pun bertanya kepadanya.


"Emang kenapa,,,jika aku dekat dekat dengan Galang rik"


"Ya,,, intinya aku gak suka, Galang itu orangnya nakal, sok jagoan dan kadang suka bikin ulah di sekolah maupun diluar sekolah, aku cuman takut kamu kenapa napa am" ucap Riko


Riko yang sepertinya menyadari, aku tak menyukai perkataannya itu, mulai berdiri dari duduknya sambil mengucapkan kata padaku.


"iya udah lah,, kalo gitu aku pergi dulu. lagian aku bukan siapa-siapa kamu. tapi ingat aku gak suka kamu deket Deket sama Galang"


Aku pun masih terdiam tak menjawab perkataan darinya dan lalu Riko pergi. aku yang sempat melihat wajah Riko yang sedikit kesal terhadap ku sebelum dia pergi meninggalkan ku, tapi akupun tak terlalu memikirkan itu.


tak terasa bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa jam sekolah telah berakhir, kondisi ku yang sudah membaik pun, segerah pergi menuju pintu gerbang, melihat Galang yang sedang berada di parkiran, langkah ku berjalan menghampirnya.


setelah jarak ku yang hampir dekat dengan dia, aku memanggilnya.


"Galang!,,,,tunggu" ucapku mempercepat langkah kaki


Galang yang sudah berada di dekat motornya mendengar panggilan ku, dia menghentikan langkahnya dan membalikkan pandangan ke arahku yang kini semakin dekat.

__ADS_1


Galang yang sudah melihat ku berada di depannya, menanyakan perihal aku memanggilnya "iya,,, ada apa am"


tujuan ku yang menghampiri Galang itu ingin mengucapkan terimakasih padanya, karena sudah menolong ku saat aku jatuh pingsan di upacara tadi


"Makasih ya Galang,, udah mau nolongin aku tadi pas pingsan"


Galang tersenyum dan menjawab perkataan ku.


"lah,,,itu kan kewajiban ku sebagai makhluk sosial"


"hem,,biasa kamu itu, aku itu ngomong serius, tapi kamu malah jawabnya nyleneh" jawabku


Entah kenapa Galang malah tertawa saat melihat mimik wajahku yang menunjukkan kekesalan.


"Udah,,jangan di tekuk gitu mukanya" ucap Galang sambil menahan tawanya


"Eeh,,tapi kamu tau gak, tadi itu aku seperti kiper profesional yang sigap menangkap bola" ucap Galang sekali lagi


aku yang menurunkan alisku kedalam menjawab perkataan Galang.


"oh,,,jadi aku disamain nih sama bola"


"Siapa yang nyamain kamu sama bola am. kamu tau sendiri kan?,,bola itu ringan kamu itu berat. nih liat sampai encok gini hahaha" ucap Galang sambil memegang pinggang seolah-olah masih merasa sakit.


Aku yang melihat Galang sedang memperagakan orang yang sedang sakit pinggang pun tertawa. Di parkiran yang tak jauh dari pintu gerbang aku melihat mobil yang di Kendari pak Slamet sudah tiba di depan gerbang.


"Udah lah aku pulang dulu,,Pak Slamet udah sampai" ucapku


Galang memalingkan pandangannya ke arah mobil pak Slamet.


"iya udah kalo gitu hati hati" ucap Galang


.

__ADS_1


Aku yang sebenarnya masih ingin ngobrol dengan Galang, segera pergi meninggalkan Galang karna pak Slamet yang selalu menjemput ku telah tiba di sekolah. Aku melangkahkan kakiku menuju mobil dan segera masuk kedalam mobil.dengan perlahan pak Slamet menjalankan mobilnya dan akupun tak melepaskan pandangan ke Galang di balik kaca mobil yang tertutup.


__ADS_2