
..." Ya Allah, saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar dari pada kekecewaanku, dan rencana yang engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik dari pada impianku."...
...- Ali bin Abi Thalib -...
...-----------------------------------------...
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana setiap sorenya Rania wajib berkunjung kerumah pacarnya, Andra. Sebenarnya ini tidak diwajibkan oleh Andra,hanya saja keinginan Rania. Tau kan kalau keinginan perempuan itu mutlak? Harus dituruti,harus dilakukan, harus didengarkan dan tak ada penolakan. Begitu kiranya kata Rania.
Rania adalah perempuan cantik yang pintar, sayangnya karena sifat yang cenderung seenaknya sendiri ini membuat ia sering jadi bahan obrolan tidak menyenangkan di kampus.
Rania yang seenaknya sendiri
Rania yang suka gonta ganti warna rambut
Rania yang sering jadi tontonan
__ADS_1
Rania yang
Rania yang
Terlalu banyak kata Rania yang disini.
Rania masuk kedalam rumah andra dengan santai, tapi betapa kagetnya ia saat kedua netranya menangkap sosok pria yamg dicintainya sedang bertukar saliva dengan perempuan lain.
"Andra!"
"Aku bisa jelasin."
"Alasan klasik, gue ga perlu"
"Please baby"
__ADS_1
"Gue mau kita putus. Urusin aja perempuan lo yang senyum senyum sendiri kaya orang gila."
Rania memandang langit biru diatasnya, menikmati setiap keindahan yang ada disana sambil mencari cari jawaban atas semua yang dilihatnya. Perasaannya campur aduk, ia sangat mencintai andra, sangat mencintai. Tapi disisi lain ia benci laki laki yang berselingkuh seperti itu. Karena bagaimanapun selingkuh itu bukan khilaf,selingkuh itu dilakukan secara sadar dan nyata. Kalau udah tau itu salah,kenapa dilakukan? Laki laki tak tahu malu. Begitu pikir Rania.
Range rover hitam itu melaju membelah jalanan kota, kaca jendela yang sengaja dibuka membuat semilir angin menerpa kulit pengemudinya, membuat apa apa diluar sana nampak jelas dipelupuk matanya. Diambilnya uang lima ribu rupiah itu untuk bocah pengemis di lampu merah, meski bocah itu tersenyum padanya,tetap saja ia tak mau menarik bibirnya,sebenarnya bukan tak mau hanya saja saat ini ia tak mampu,sekali lagi, tak mampu. Luka yang ia rasakan kini terasa sangat menyakitkan. Andra yang baik hati,andra yang setia dan penyayang,andra yang penyabar dan selalu mau menuruti permintaannya kini telah menghianati cintanya. Cinta yang selama 5 tahun itu dipupuk,disemai berharap akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya kini sirna didepan matanya sendiri.
Suara klakson dari belakang membuyarkan lamunan Rania, ia benar benar tak bisa fokus sekarang. Perempuan mana yang baik baik saja setelah melihat pujaan hatinya dengan perempuan lain? Tidak ada.
Benar kata orang orang, berapa lama kamu menjalin hubungan itu tak menjamin kesetiaan ada didalamnya.
Radio mobil yang semula memutar lagu barat kini tiba tiba memutar kajian seorang ustadzah muda kenamaan. Seolah olah tau kondisi hati Rania yang sedang hancur, ustadzah itu mengutarakan pikirannya.
Nangis aja nggapapa nangis, Allah itu maha tau, sakit hati yang kamu alami ini mungkin karena Allah cemburu,karena ada orang lain dihatimu selain Allah. Kamu seharusnya bersyukur kalo sakit hati, Allah menyelamatkanmu dari orang yang salah, Allah memperlihatkan keburukan orang itu didepanmu bukan tanpa alasan. Percayalah, rencana Allah itu pasti lebih indah.
Rania sekarang benar benar menangis,air mata yang sedari tadi ia tahan sekarang membasahi pipi mulusnya. Pikirannya jadi tak tentu arah,ia hanya ingin pulang sekarang.
__ADS_1