
bulan ke 6 anak anak SMP tunas bangsa menjalankan kegiatan sekolah nya, mereka sekarang adalah anak anak yang memiliki potensi bakat di bidang nya masing masing anak yang ikut tarian, Teknologi, menjahit, memasak, tata rias, olahraga dan lainnya,. mereka bersatu bertanding dari sekolah satu kesekolah lainnya dan ada juga yang tanding antar sekolah diluar kota.
kebetulan SMP tunas bangsa mendapatkan giliran untuk lomba menari di luar kota, rombongan andalan dari penari SMP tunas bangsa adalah polan, memei, zola, zizi, ramon dan riko dan tak lupa pula guru cantik nya ibu reme.
saat undangan sudah sampai disekolah rombongan tari dipanggil keruang tari dan mereka semua di beri surat izin untuk keluar kota agar meminta izin dengan orang tua masing masing dan ditanda tangani , karena apapun yang terjadi haruslah atas izin orang tua jika tidak diizinkan mereka tidak boleh berangkat dan pihak sekolah juga tidak memaksakan untuk itu.
sesampainya di rumah saat pulang sekolah polan dengan semangat memberikan surat izin untuk keluar kota dengan ibunya karena pada saat itu hanyalah ibunya yang ada dirumah dan ayah polan sedang bekerja
"ibu boleh kan polan keluar kota karena dari pihak sekolah polan dibawa bersama teman lainnya untuk ikut lomba nari, ya ya boleh bu' (meminta izin tapi sedikit memaksa)
" hmm iya ibu boleh saja tapi nanti minta izin dulu sama ayah ibu tak mau terjadi apa apa nanti ibu disalahkan sayang '
'hm hm ( sedikit murung, tapi tak dapat membantah) iya deh bu kalau begitu tunggu ayah pulang kerja saja"
polan kembali kekamarnya dan lanjut menulis diari, karen polan sangat hobi menulis diari apapun kejadian yang dia alami selalu ia tulis didalam buku diari kesayangannya.
"polannnn, sini makan dulu' (ibu polan berteriak dari bawah menunggu polan untuk turun ke bawah '
" iya bu sebentar ' polan heran kenapa ibunya cepat sekali masak biasanya kan lama.
waktu lolan turun kebawah ia melihat sepertinya ada bibi baru dirumah nya yang baru saja bekerja
"siapa ibu ini ma'? tanya polan pada ibunya
'sini sayang kenalkan ini bibi baru ya, beliau yang akan bantu bantu kita dirumah ini ' .
" kalau polan butuh apa apa bisa minta tolong bibi ya'
'oke ibu'
polan berbincang dengan bibi barunya sambil makan siang, baru sehari kenal polan tertawa dan bercanda sama bibi barunya, polan memang menghormati orang yang lebih tua darinya bagi polan walaupun status nya seorang bibi tapi polan tidak pernah menganggap dia sebagai bibi , polan membuat bibi seperti orang tua nya sendiri
polan memang anak yang ramah dan baik hati semua atas ajaran orang tua nya..
bibi polan yang baru selalu cerita horor dengan polan dan itu membuat polan senang karena ia juga merupakan anak anak indigo yang terkadang bisa membaca kondisi dan siatuasi makhluk ghaib atapun makhluk tak kasat mata.
tapi semua itu polan anggap anugerah dari Tuhan namun terkadang polan ingin lepas dari itu semua ia merasa lelah, bahkan untuk melihat nya saja terkadang polan tak sanggup, karena bermacam macam saja yang ia lihat jika mata bathin nya sudah terbuka tidak memiliki tempat berlindung hanya kepada Tuhan polan berlindung atas semua yang ia rasakan dan alami langsung muncul didepan matanya.
sekitar pukul 08.00 malam ayah polan pulang dari kerja nya, polan sangat senang tapi polan tak langsung mengganggu ayah nya polan akan melihat saat ayah nya bersantai baru ia menemui ayahnya,.
makan malam sudah dilaksanakan bersama, polan mulai duduk didepan televisi bersama ayahd dan ibunya, sambil nyemil makanan ringan mereka sekeluarga bercanda dan tertawa bareng, dan perlahan polan berbincang dengan ayahnya untuk bisa meminta izin denga ayah nya.
"yah polan boleh dak ikutan kegiatan sekolah karena polan terpilih untuk wakilkan kota lomba menari yah"?
" iya boleh sayang, asal kegiatan sekolah ayah boleh boleh saja"
dengan hati yang gembira polan teriakk kesenangan
"yeyeye Terima kasih ayah"
ibu tertawa
"hahaha' seneng deh hati nya ya yah'?
sebenarnya ibu sudah memberi tahu dahulu kepad ayah sebelum polan meminta izin.
'jadi kapan berangkat nya sayang? tanya ayah ibu polan kepadanya
" minggu depan yah bu, "!
'oke nanti ayah dan ibu antar sampai kamu naik bisnya yah'?
'siap ayah bu'
'I love you polan sayang sama kalian'
polan mempersiapkan pakaian yang akan ia bawa keluar kota dan semua peralatan lainnya, polan minta dengan ibu nya untuk membelikan ia jaket baru yang lebih tebal dari yang ia miliki sebelumnya.Karena jaket yang ia miliki sudah cukup lama dan bahannya sudah tipis
setelah pagi hari ibunya berangkat bekerja dan jam istirahat langsung kepasar dan mencari jaket yang diminta anak bungsunya.Ibunya sudah bisa beli dan mendapatkan warna kesukaan anaknya ya warna pink ukuran L penuh bulu dan warna yang cerah.
Sore hari ibu sampai dirumah sambil membawa jaket pesanan anaknya," polan polan " dimana kamu ibu pulang nak?!
duk srudukkk dukkk suara lari dari lantai dua terdengar "ya bu aku turun" sangking semangatnya polan untuk menemui ibunya
"ini sayang pesanan kamu"
dengan semangat polan membuka bungkusan plastik yg dibawa ibunya.
"wahh"
__ADS_1
mata polan melotot dengan kegirangannya
polan sangat suka dengan warna jaket yang dipilih ibunya, polan memang menyukai warna pink karena setiap melihat warna pink polan merasa indah dan cerah.
sebelum mau tidur malam polan sudah mulai mengguyur persiapannya didalam tas koper agar tidak ada yang ketinggalan karena 3 hari lagi akan berangkat keluar kota, ini kali pertama polan berangkat keluar kota tanpa ayah dan ibunya.
dengan waktu yang singkat polan dan teman2 lainnya masih latihan menari agar persiapan tampil menari lebih maksimal.
Hari yang ditunggu telah tiba dimana polan dan teman teman nya akan melaksanakan pentas seni bersama semua persiapan sudah disiapkan semaksimal mungkin polan diantar oleh ayah dan ibunya kesekolah dan menuju bis besar .
anak anak SMP tunas bangsa yang telah di pilih untuk lomba menari sedang berbaris mendengar pidato kepala sekolah dan tak lupa untuk berdoa bersama
setelah pidato usai polan dan teman teman segera menaiki mobil bis dan tak lupa salaman dan memohon doa restu kepada orang tua merek semua agar selamat sampai ditujuannya.
polan masuk mobil bis dan juga teman nari lainnya
melambaikan tangan sambil menghilang ibu polan berdoa untuk keselamatan dan kemenangan anaknya dan para orang tua kembali ke rumah masing masing
dalam perjalanan ibu polan mengatakan kepada suaminya
'yah polan ini hobinya memang didunia seni kalo ibu lihat'
"iya bu terserah polan mau hobi yg mana"
"kalo ayah rasanya pengen polan jadi guru saja biar ngikutin jejak ibu'
'ya ayah terserah polan saja kita akan mendukung apa pun yang ia lakukan asal positif"
dalam ahli lain
polan dan teman temannya di dalam bis sudah memAsuki 3 jam perjalanan sekitar 1 jam lagi mereka akan sampai ke lokasi tujuan.
memasuki lokasi tujuan ternyata mereka melewati hutan hutan yang gelap banyak tanaman tanaman kebun karet dan kebun sawit jauh dari rumah warga , saat ditanjakan ditambah lagi jalannya masih tanah tiba tiba bis mereka berhenti sendiri, pak supir pun heran entah apa sebab nya padahal isi minyak mobil penuh karena semua penasaran akhirnya mereka turun dari mobil jumlah mereka semua 20 orang termasuk guru sopir kernet tukang hias dan teman teman polan lainnya.
ramon sempat berucap
"bang sopir mungkin ini berhenti karena ada yang mau menumpang hahaha'
disambut oleh zizi
" huss jaga bicaramu ramon jangan sembarang ini kita dihutan tak tahu daerah nya seperti apa"! ?
'ups salah ya aku maaf ya hehehe"
akhirnya mereka semua turun dan mulai mendorong mobil
brummmm brummmm brummmm suara mobil bis dan tanah2 nya meloncat loncat dari ban belakang, setelah mereka semua kelelahan saat keringat semuanya sudah bercucuran,
tiba tiba dari arah kiri ada seorang nenek tua yang memiliki rambut uban penuh postur tubuh yang tinggi dan kulit yang keriput menyapa orang orang yang ada dimobil itu
"hei kalian semua baca lah doa sebelum memasuki kampung ini karena ini bukan kampung sembarang kampung "
semua nya tentu kaget dan syok dan juga heran dan penasaran mengapa tiba tiba ada nenek tua dekat mereka sedangkan rumah penduduk tidak ada satupun yang ada hanyalah semak belukar.
" maaf nek nenek siapa ya? warga sini ya nek tanya bu reme???
nenek tua itu cuma tersenyum dan menjawab "saya warga sini saya cuma ingin memberi tahu saja, percikkan saja 7 percikan ke air mesin mobil kalian nanti juga hidup
sekejab lalu nenek itu hilang tanpa jejak pak sopir dan semua kru yang ada heran tapi mereka tidak terlalu peduli lagi seolah olah lupa dengan kekagetan mereka,pak sopir yang begitu mendengar langsung melakukan apa yang dikatakan oleh nenek itu, eh eh ternyata benar mobil mereka menyala dan langsung jalan tanpa macet, semuany bersyukur mobil menyala dan melanjutkan perjalanan
zizi dan zola berbincang dengan polan mereka merasa ada yang aneh setelah mereka memasuki kampung yang akan mereka ikuti lomba
"sepertinya bakal terjadi sesuatu'? ucap zola
" sama aku juga meras begitu"!
mendengar itu polan menyambung pembicaraan mereka, "huss sudahlah berpikir positif saja lakukan yang terbaik dan meminta izin lah dengan apapun yang akan kita lakukan nanti"!
" benerrrrrr tuh " seru zolan dan zizi ditelinga polan
beberap menit setelah memasuki kampung mereka telah sampai di bascamp tempat mereka akan menginap dan sudah ditunggu oleh warga setempat dan juga kepala rukun tetangga dikampung itu yang disebut pak RT.
selesai rapat malam dan makan malam mereka semua mulai memasuki kamar masing masing, kamar mereka terpisah yang perempuan dengan perempuan yang laki laki dengan laki laki.
ramon dan riko belum mau masuk kamar mereka masih bermain game online diluar, bu reme mengur mereka pada malam itu
"riko ramon kenapa kalian belum istirahat"? besok kita mau tampil lho nak!!
" iya bu sebentar saja kami menghilangkan penat'
__ADS_1
" benar ya jangan larut malam besok kita mau tampil"!
"siap bu reme kami"! (seru bersamaan riko dan reme)
setelah beberapa menit mereka masuk kedalam ruangan istirahat, sekitar pukul 02.00 malam semua pada tidur nyenyak. Ada suara dibelakang khusus nya didapur seperti orang sedang memasak, mata polan dan zizi terbangun
" hei zizi apa itu?
"nggak tahu juga ya yok kita lihat"
dan mereka berdua bangun lalu menuju ke arah dapur tempat penginapan mereka dan merdeka berdua melihat bu reme sedang memasak
'nah bu reme ternyata masak apa bu malam malam begini?
bu reme hanya terdiam dan tersenyum
"ah sudahlah mungkin bu reme lelah" gerutu polan
zizi dan polan akhirnya masuk ke kamar lagi dan malanjutkan tidur mereka.
waktu pagi telah tiba semua kru penari diminta siap siap agar segera melaksanakan gladi resik dipanggung aula, setelah selesai mandi semua penari dan kru melaksanakan sarapan bersama, sambil sarapan polan dan zizi berbisik dengan bu reme
"bu semalam ibu masak apa didapur penginapan kita,?
'iya bu kok ibu ditanya diam saja?
bu reme heran sambil terdiam sejenak dan langsung tertawa
" hahaha, kalian mimpi ya, ibu saja baru bangun tidur jam 6 pagi ini "!
polan dan zizi saling tatapan dan heran
zizi menepuk pipinya seraya berkata 'apakah aku bermimpi? " semalam kita hanya bermimpi zizi' cara polan menyenangi hati zizi
"hayo hayo semua nya segera sarapan dengan cepat kita akan kumpul di aula untuk gladi resik nanti ditunggu sama sekolah lain ' perhatian dari ibu reme.
dan mereka semua bergegas menuju aula dan mencari tempat duduk masing masing, ada beberapa pengarahan dari MC acara karena besok mereka akan tampil dan dinilai dengan dewan juri.
ada 10 sekolah yang akan tampil termasuk sekolah tunas bangsa giliran mereka nomor tujuh, saat asik duduk dan menjadi penonton untuk sekolah lain polan melihat di sudut aula ada perempuan manis duduk sendirian dan temenung juga menonton para penari, polan turun dari tempat duduk nya dan menuju perempuan itu, perempuan itu sebaya dengan dia,
polan menyapa nya perempuan itu sangat senang dan bahagia "Hai nama mu siapa dari sekolah mana"? pertanyaan dari polan membuat perempuan itu tersenyum ia tak menjawab tapi hanya tersenyum.
polan mencium bau melati yang sangat harum keluar dari aroma tubuhnya, polan ingin bertanya sekali kepada perempuan itu ' kamu dari sekolah mana? kenapa kamu sendirian?
akhirnya perempuan manis itu menjawab, "aku sudah lulus sekolah aku hanya bermain disini aku sudah lulus 50 tahun yang lalu. " mendengar jawaban perempuan itu polan langsung tahu kalau dia bukan dari kalangan manusia makanya ia mencium bau melati dari aroma tubuh nya.
perempuan itu bahagia karena polan bisa melihatnya "kamu bisa melihat aku ya? baiklah akan kukenal kan namaku " siapa nama kamu?
' namaku sifa ' sambil tersenyum
"oh iya kamu dari kalangan mana sifa?
'aku dari arwah yang telah mati 50 tahun lalu,aku suka menari sama seperti kamu'!
teman teman polan melihat polan aneh
perasaan mereka berkata siapa teman polan berbicara kenapa dia berbicara sendiri?
memei dan zola menghampiri nya, "hei polan kamu kenapa bicara sendiri tanpa teman disini? tanya mereka kepada polan , dan polan hanya menjawab dengan senyuman manis karena ia tak mau temannya tahu kalau polaan sedang bicara dengan sifa makhluk tak kasat mata yang hanya polan yang bisa melihat nya dari alam yang berbeda entah mengapa tuhan memberinya kelebihan yang tak pernah ia mau.
Hari perlombaan sudah tiba polan dan teman temannya sudah bersiap dan berdoa agar mereka memenangkan lomba nari ini, sifa datangg dan menghampiri polan, ia menemui polan masuk ke ruang tata rias dan meminta agar polan mengajaknya menari bersama ia.
"polan aku ingin ikut menari dengan mu'
dengan senang hati polan menjawab
" iya hayo aku mau kamu juga ikut berhias dengan ku" akhirnya sifa pun di rias dengan make yang sama dipakai kan baju yang sama dengan polan tetapi hanya polan yang bisa melihatnya.
saat tampil menari sifa sangat senang dan bahagia sekali meskipun hanya polan lagi lah yang bisa melihatnya, polan pun ikut senang dan gembira karena bisa memenuhi keinginan sifa untuk ikut tampil menari setelah 50 tahun lalu, ternyata sifa adalah seorang gadis yang mana 50 tahun lalu ia akan pergi ikut lomba nari akan tetapi belum sampai di tempat tujuan menari ia bersama ibunya kecelakaan dan langsung meninggal dunia dan hari ini polan telah memenuhi cita cita sifa
setelah selesai lomba menari semua penari menuju belakang panggung untuk istirahat dan menghela nafas sambil meminum segelas air dan snack makanan yang sudah disiapkan sekolah untuk mereka. sifa pun ikut bersama polan saat polan menawarkan minuman sifa menolak dan tertawa kecil 'heh polan kamu lupa ya kalau aku berbeda sama kamu, aku tak bisa makan dan minum "hihihi polan pun ikut tertawa,
" idih kenapa sih polan tertawa sendiri? seruu teman temannya
'nggk kok aku cuma tertawa melihat kita tampil tadi keren abis '
ada 2 sekolah lagi yang akan tampil menari dan mereka semua sudah siap untuk melihat dan pengumuman dari sang dewan juri untuk tahu sekolah mana yang akan menang.
3 jam setelahnya pengumuman pun berlanjut pantas saja cerah group dan kru penari tunas bangsa memenang kan juara satu, karena salah satu alasann dewan juri melihat aura para group sekolah tunas bangsa sangat indah dan begitu kompak makanya mereka terpilih menjadi juara satu, betapa senangnya hati merek polan dan kawan kawannya bersorak riang karena membawa medali kemenangan provinsi kota mereka,
__ADS_1
setelah esok paginya bu reme menyorakkan suara agar semua kru bersiap siap untuk berkemas karena akan segera pulang kekota mereka sebelum pulang mereka semua berfoto untuk mengambil kenang kenangan dan Sambil berfoto sifa juga ikutan berfoto ia duduk disamping polan sambil tersenyum , hanya polan yang bisa melihatnya, setelah siap mereka semua satu persatu masuk kedalam mobil bis kota tujuan, polan melambaikan tangan ke ujung jalan, ibu reme bertanya polan kamu see you sama siapa? " sama teman polan bu'! bu Reme menggeleng kepala dan bergegas menyuruh polan untuk segera masuk bis, akhirnya mereka berangkat menuju kota tujuan, dan sifa tetaplah tinggal di gedung perlombaan itu tetapi karena ia sudah mencapai cita citanya untuk tampil menari, sifa merasa senang dan ia berjanji ini adalah penampilan pertama dan terakhirnya bersama polan dan teman teman nya karena ia merasa tenang dan akan kembali ke alam nya sebenarnya.
itulah perjanjian nya dengan polan selama satu minggu mereka bersama.