
"Ngga, Dar Ayah mau ngomong" kata ayah serius
"Apa yah?" tanya Dara
"emm gimana ya ngomongnya??" kata ayah bingung
"Ngomong aja yah" kata Angga
"Andhara Nadia Sriwijaya. ayah akan menjodohkan kamu dengan anak temen ayah" kata yah. tak terasa bulir putih bening jatuh ke pipi mulus Dara.
"Emang sama anak siapa yah?" tanya Angga penasaran
"Sama om Arman ngga, ayah sudah menjodohkan Dara dan anak om Arman sejak dara masih bayi" ucap ayah
"sama Varell dong yah?"
"Iya ngga"
"Dara, kamu mau kan?" tanya ayah
"apa itu buat ayah seneng?" tanya Dara balik
"Ayah sama bunda akan seneng kalau kamu menerimanya" kata ayah
"Yaudah Dara mau" jawab dara lesu
"Tapi Dara harus tau umur calon suami Dara dulu" ucap dara
"Umurnya baru 25 baru lulus S2 di itally" jelas bunda
"Setahun lebih muda dari Mas mu de" kata bunda lagi
"Yaudah Dara mau, kalo ternyata udah om om dara gamau" ucap dara
Lalu saat malam hari Dara kembali kekamarnya untuk menaruh laptop dan buku buknya. Dari tadi pulang sekolah Dara belum membuka hp nya. ia kepikiran kata kta ayahnya tadi.
'Telfon Hanin ah' kata dara lirih
Hanin on 0.01
"Halo, Assalamualaikum" suara dari seberang
"Walaikum salam"
"Suara lo ko serak, trus ngapain telpon malem malem?" tanya Hanin
tak disangka air mata dara menyelos keluar tak terbendung
"heeeeeee haninn"
Dara menangis, membuat Hanin disebrang sana jadi bingung
"Ngapain nangis lu?" tanya hanin bingung
__ADS_1
"Gue dijodohinnnnn. heeeeee" bak petir menggelegar di malam yang cerah
"apa beneran lo?? ma siapa??"
"Gatau yang penting umurnya udah 25. heeeee"
Dara tak henti hentinya menangisi tentang oerjodohannya
"cup cup cup. yaudah lu besok cerita ma gua ya!" ucap Hanin menenangkan Dara
"Yaudah dahhh" ucap dara lalu memaatikan telfon nya
Bagi dara malam itu termasuk 10 malam yang tidak ia terima kehadirannya. sepanjang malam Dara tidak bisa tidur hingga pagi.
04.35
"Apaansih gue kok malah ga tidur??" gumam Dara
"sholat subuh aja deh"
setelah solat dara mandi lalu menuju meja makan
"Anak bunda kok udah siap?" tanya bunda pada Dara
"Dek lu gak tidur ya? mata lo kaya panda" kata Angga yang menyadari bahwa adiknya nampak lesu dan lemas
"Dar ayok ikut mba kekamar" ucap Naina sambil menggandeng tangan Dara pergi kekamar. Dara didudukkan di meja rias Naina lalu naina memakaikan fondation dan bedak pada Dara.
"Mba kenapa aku dipakein bedak sama gituan?" tanya Dara
"Hehehe.. iya mba" jawab dara cengengesan
"Ngapain kamu ga tidur dar?" tanyanya cemas
"Kamu mikirin perjodohan ya dar?"
"iya mbag. Dara sedih"
"Yaudah bawa happy aja ngejalaninnya"
"Udah selesai nih" menunjukkan wajah dara ke cermin
"Makasih ya mbag" memeluk Naina dengan erat
"yuk makan dulu!"
Mereka pun berjalan keluar kamar menuju ruang makan
"Kalian tadi habis ngapain" tanya Angga
"Nih,, dara cantikkan!" Naina membanggakan Dara
"Ih mba Naina aku kn malu"
__ADS_1
"cepet makan gih kalian, nanti telat lo trus dihukumlagi nanti pingsan lagi" ucap bunda
"ko bunda tau sih kemarin aku dihukum tus pingsan?" kn belum aku ceritain?" tanya Dara instens
"Iyalah, mata bunda banyak" dengan bangga nya
Disekolah
Saat Dara dan Varell sama sama berlari keluar mobil karena Dara ada jadwal Ib Fisika dan gurunya adalah Varell mereka berlari dan tiba tiba
Brukk..
"Jalan pake mata dong! kotor deh bajuku" kata Dara memaki Varell
"Kamu!!"
"Kamu!!" ucap mereka barengan
"Punya mata gak sih?" tanya Varell setengah teriak
"Kan bapak yang salah kok nyalahin saya!" kata dara tak mau kalah
"Ngladenin bapak ga ada gunanya, mending Ib Fisika" berjalan meninggalkan varell yang masih mematung
Dikelas
Dara berjalan menuju bangku nya dengan Hanina
"Dar pagi pagi muka udh ditekuk aja??" tanya Hanin pada Dara
"Pertama karena Perjodohan gue
Kedua karena guru baru songong si kadal tuh" kat Dara menjelaskan pada Hanin
tiba tiba ada suara laki laki
"Apa kamu bilang?? saya guru baru songong trus kadal??" tanya varell yang mendengar percakapan dara dan hanin
"Kalo iya kenapa??" tanya Dara tak kalah menantang
"Nilai Fisika kamu saya kurangi 10" ucap tegas Varell
"Perasaan bapak guru bk bukan guru Fisika!" ucap Dara
"Saya guru fisika bafu kamu menggantikan pak Gani yang ganti mengajar kelas 11 karena menggantikan guru yang sudah pindah" ucap varell tegas
"Silahkan bapak kurangi kalau mau, dikurangi 10 gak ngaruh buat saya"
"Kamu hanin kan?? nilai anak fisika ini berapa?" tanya varell pada hanin
" iya pk saya hanina. nilai fisika dari Pak gani 100 buat Dara pak, kalau bapak tidak percaya bapak boleh tanya pak gani sendiri, atas nama Andhara Nadia Sriwijaya dan bahkan Dara dijadikan asisten pribadi pak gani" jelas hanin pada Varell
'Ternyata anak ini pjntar juga tapi kenapa dia nakal bahkan mendekati liar?' batin varell
__ADS_1
Ib selesai dan ternyata benar saat Varell mengajukan soal, semua soal yang menjawab Dara dan itu betul semua.
Varell semakin kagum pada Dara