Andhara

Andhara
#7 Pindahan


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya, Matahari trlah manampakkan diri namun Dara tak kunjung bangun. Sepertinya gadis itu sedang dalam mimpi indahnya. Varell duduk di pinggir ranjang, Ia menatap wajah dara lekat terukir senyum dalam lamunan Varell. setelah sadar ia sedang menatap tajam dara ia tersadar dari lamunanya ia segera membangun kan Dara.


"Dara! bangun!" teriak Varell


namaun gadis itu tak menyaut sama sekali hanya sesekali menggeliat


"Dara!" teriak varell lagi


"ihhh,,, enak enak mimpi malah dibangunin!" Kata dara sembari meregangkan otot otot nya


"Cepet mandi! saya tunggu kamu disini!"


"iya iya,, dasar tukang maksa" ejek dara


Dara berjalan menuju kamar mandi untuk menjalankan ritual mandinya. 15 menit dara dikamar mandi lalu ia keluar dengan seragam sekolahnya sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk, ia tak suka menggunakan hair driyer karena ia tak ingin merusak rambutnya. Dara segera menuju meja rias untuk menyisir rambut dan memakai bedak bayinya.


"Kamu gak dandan kalo sekolah?? padahal semua temen temen cewe kamu dandan loh!" lontar Varell


"Mereka itu suka yang ribet,, lagian malah bukan kaya sekolah kalau dandan kaya mau kondangan aja!" celetuk dara


"Pemikiran kamu terlalu simple!"


"Cepet nanti terlambat! lagian kita harus mengatar barang barang itu ke rumah baru kita!" sambil menunjuk tumpukan kardus di samping lemari


"Ihhhhhh,,, tukang nyuruh nyuruh!!" kata Dara cemberut.


Lalu mereka meninggalkan kamar untuk berangkat ke rumah baru mereka. Dara dan Varell berpamitan dengan orang tua Dara.

__ADS_1


Mobil Varell melenggang pergi meninggalkan rumah orang tua Dara menuju salah satu komplek perumahan elit belakang sekolah.


Sun Garden


Mobil itu berhenti di halaman rumah tingkat 2 yang lebih besar dari rumah nya. rumah ber cat putih, halamannya yang luas bisa menampung sekitar 8 mobil sekaligus dengan pohon pohon cemara di pinggir halaman nya dan kolam ikan disamping teras rumah itu.


Varell keluar dari mobil diikuti oleh Dara di belakangnya, mereka memasuki rumah tersebut dengan santai. Tak ada yang memulai pembicaraan yang ada hanya diam. mereka berjalan menuju sebuah kamar dilantai 2


"Ini kamar kamu! sudah saya desain mirip kamar kamu dirumah bunda!" ucap Varell membuka pintu kamar itu, terlihat kamar dengan nuansa abu abu putih dengan kasur king size di pojok kamar.


"Iya pak!" sahut Dara


"Kamar saya samping situ!" kata Varell menunjuk kamar samping


"ohh,, ayo pak berangkat sekolah!" menari tangan Varell


"Pertama jangan panggil saya pak tau bapak apalah itu,,, panggil mas atau kak atau yang unyuk unyuk gituh" kata varell sembari senyum


"Iya iya massssszz" jawab dara sambil menarik tubuh varell


"Kedua! Jangan tarik tarik saya,, saya bukan mainan kamu! kalo kamu mau gandeng saya gini" sambil memegang tangan Dara


"Yaudah cepet bentar lagi terlambat! hari ini Ib nya Sastra Indonesia gurunya galak tau" kata dara kesal


"Nanti kalau telat saya ijinkan kamu ke bu Nova! tenang aja!!" ucap Varell menenangkan Dara


"Yaudah ayok cepet!" sambil menggandeng tangan Varell

__ADS_1


Sesampainya disekolah Dara lari menuju kelasnya. Sedangkan Varell menuju ke kantor guru.


Dikelas


"Huh untung bu Nova belum sampek!" kata dara ngos ngosan


"Kata siapa belum dateng,, dia lagi ngambil buku absen!" kata Resya teman sekelas Dara


"Kenapa lu terlambat?" tanya hanin


"Habis pindahan" bisik Dara pada telinga Hanin


"Serius lu?? ga bisa dong gua main kerumah lo? huh" kata Hanin kaget


"Bisa kok rumahnya cuma di Sun Garden!"kata Dara


"Hahhh?? Sun Garden??" tanya hanin sontak kaget


"Iya,,emang kenapa?" jawab dara


"Sun garden itu perumahan elit banget,,, cuma orang orang ber uang yang bisa beli dan bangun rumah disana!" jelas Hanin


"Seriusan lo??" tanya Dara


"Coba lo liat di google pasti ada"


"Yaudah,,, tuh bu Nova udah dateng" ucap Dara

__ADS_1


bersambung


__ADS_2