
Sebenarnya hati Varell saat ini sedang kacau.
-Flasback on
Varell pulang kerumah karena mamanya menyuruh untuk segera pulang
Sesampainya dirumah
"Assalamualaikum mah pah" sambil berjalan menuju papa dan mamanya
"Waalaikumsalaam rell" ucap papa dan mama varell
"Varell ada yang Papa omongkan" ucap papa pada Varell
"Ngomong aja pa"
"Varell papa dan teman papa duku buat perjanjian kalau kamu dan anak teman papa sudah besar akan kami jodohkan, dan saat ini waktu yang tepat" ucap ayah dengan serius
"Siapa wanita yng papa jodohkan denganku,aku gak mau kalau anak itu manja" kata Varell pada ayahnya
"Dia masih kls 12 Sma, tapi papa jamin dia tidak manja" ujar papa dengan senyum senyum
"Haaaa... Sma pa??"
"Iya SMA ditempat kamu kerja"
"Besok kita ketemu dengan keluarganya, kamu maukan ??" Lamjut Papa Arman
"Kalau aku gamau gimana?" tanya Varell
"Ya harus mau lah" jawab ayah datar
" Sudah kuduga,, terserah papa aj deh, Varell mau ke kamar"
__ADS_1
-Flasback off
Keesokan paginya
Pagi ini memang cerah tapi sebagian orang akan memilih tidur dari pada beraktivitas tak terkecuali Dara karna hari ini memang minggu, dimana hari penentuan tanggal pernikahanya
"Dek banguunnn" Teriakan Angga di telinga Dara
"Biasa aja kali mas, treak treak di kuping Dara, lama lama aku budek gara gara mas angga,," Keluh Dara yang dibangunkan paksa oleh kakak nya
"Kamu tuh mau nikah lo, masa masih kaya kebo aja!" goda Angga
"Kan yg nyuruh nikah auah ma bunda!" ujar dara sedih
"Masa adek mas sedih mau nikah,,?"
"Cepet sana siap siap nanti calon suami kamu liat kamu kaya gini dia kabur lo" lanjut Angga
"Gapapa kali kabur, aku malah seneng banget mas"
jam 09.00
Keluarga Varell tiba dirumah keluarga Dara. Ayah dan Bunda menyambut kedatangan keluarga Varell.
"Assalmualaikum!" ucap Varell, Papa Arman dan Mama Wila
"Waalaikumsalam" jawab Ayah dan Bunda
"eh calon besan udah dateng" Lanjut Bunda Risma dengan senyum yang tak luntur dimakan usia
"Calon menantu kita mana ya??" tanya Mama Wila
"Masuk dulu yuk,, manti kita panggilin Calon besan mu ya"
__ADS_1
Mereka pun msuk ke ruang tamu. Naina memanggil Dara untuk menemui kelurga calon suaminya
Dara keluar menggunakan gaun selutut berwarna abu abu dan high heels hitam 5 centi. Riasan tipis yang memadukan kulit putihnya, Hari ini aura Dara keluar sepenuhnya.
"Eh ini ya yang namanya dara??" tanya mama wila pada dara
"Iya tante" jawab Dara dengan menunduk
Sementara Varell diam menunduk, Ia hanya memandangi kaki meja didepannya, tanpa ia sadar calon istrinya sudah datang
"Rell calon istri dateng kok malah kaki meja yamg dipandangin? emang cantiknya secantik calin mantu mama ya?" tanya mama wila pada Varell
" eh iya ma" varell dan dara sama sama saling manatap
"Kamuu!!" ucap mereka bersamaan
"Bun, ini loh yang hukum Dara hormat ke tiang bemdera sampek dara pingsan" ucap Dara mengeluh pada bundanya
"Benar Varell kamu menghukum calon mantu mamah?" Tanya mama wila pada varell
"Iya mah, lagian hari pertama Varell kerja malah ada yang telat" jawab Varell sedikit ragu
"Iya iya aku yang salah kok bun, waktu itu aja dara yang bangun kesiangan" kata dara sedikit menenangkan
"Kalian kenalan dong mama pengen liat walaupun kalian udah kenal" permintaan mama dengan memelas
"iya iya mah"
"Kenalin nama gue Varell Adista Pratama"
"Aku Andhara Nadia Sriwijaya"
"Varell" menjabat tangan Dara
__ADS_1
"Dara"
"Cieee pegangan tangan" goda papa Arman