
Malam itu seperti biasanya. Melia pergi ke Club Malam bersama teman-temannya.
Melia yang asik setengah mabuk dan menikmati alunan musik DJ tidak menyadari bahwa Davin sedang memperhatikan dari kejauhan.
Davin adalah sahabat Gilang dari semenjak SMA. Walau mereka jarang bertemu karna kesibukan masing-masing. Tapi Keduanya selalu bertanya kabar lewat Handpone.
Malam itu Davin memang diajak ke Club itu karna temannya sedang ingin merayakan ulang tahun.
Dari kejauhan Davin menatap jelas dan bergumam dalam hatinya.
" Bukannya itu si Melia yah...pacarnya si Gilang. Mesti kasih tau Gilang gak yah sambil memegang ponsel miliknya.
Setelah sedikit berfikir akhirnya Davin memutuskan untuk mengabari Gilang.
**************************************
Gilang yang sedang ingin memejamkan mata tiba-tiba mendengar ponselnya berbunyi.
Tumben si Davin chat tengah malam begini.
__ADS_1
" Lang...dimana loe? isi chat Davin.
" Gw di apartement. baru mau tidur,eh loe malah chat gw jam segini. "balas Gilang tanpa curiga.
" Gw fikir loe ada di Club. soalnya gw lihat si Melia lagi asik disini." pura-pura polos.
Setelah membaca chat dari Davin. Gilang kaget dan tidak percaya karna tadi pas Gilang ingin mengajak Melia Dinner. Melia menolak dengan beralasan malam ini dia mau menginap dirumah mamanya.
Setelah sedikit berfikir...Gilang langsung menanyakan Club Malam tempat Davin dan Melia yg sedang dikunjungi malam ini.
Davin mengirimkan lokasinya.
Sepanjang jalan Gilang sengaja mengebut supaya bisa cepat sampai dan melihat sendiri kelakuan pacarnya itu.
Sekitar 40 menit akhirnya Gilang sampai ke Club. Gilang langsung meraih ponselnya lalu menghubungi Davin. Davin segera menemui Gilang dan menunjukan dimana Melia.
Setelah mendapati Melia yg sedang asik...Gilang mendekati Melia. Melia akhirnya tersadar melihat Gilang dan hanya diam tidak tau harus bagaiamana menjelaskannya.
" Shiiiiiit.....Koq bisa sih dia disini. batin Melia sambil menatap Gilang yg sudah emosi.
__ADS_1
" Aku benar-benar tidak menyangka kamu seperti ini. Aku Kecewa padamu!!! Yang langsung meninggalkan Melia tanpa ingin mendengarkan satupun penjelasan dari Melia.
" Tunggu...kata Melia. Aku bisa jelasin!
Tapi Gilang berlalu dan meninggalkan Melia. Diikuti dengan Davin yg berusaha menenangkan.
Sementara di dalam Club Melia dan teman-temannya saling menatap dan Melia memulai pembicaraan serius.
" Koq bisa yah si Gilang tau gw ada disini. Siapa yg ngasih tau yah? arrrrrrrgh....sedikit kacau.
" Udah santai...ga usah pusing. Nanti tinggal kasih alasan aja kalo loe lagi pusing banyak masalah makanya pergi ke Club. Lagipula kan loe cuma kepergok asik sama kita. Bukan lagi pelukan sama si Ardi ( Selingkuhan Melia )Beres kan!!! Sahut temannya memberi pencerahan.
" Wah...ide loe boleh juga. sebenernya sih gw juga males dikekang gini sama si Gilang. Tapi si Gilang kan ganteng dan berduit. Gak akan rela gw serahin dia sama perempuan lain.
Hahhhh...untung aja tadi si Ardi ga kesini. Melia tersenyum licik dan kembali ceria karna sudah mendapat pencerahan.
" Iyeeee...kita juga tau lah. Gimana mau ngelepasin. minta apa aja dibeliin ya gak? timpal temannya.
Dan setelah mereka selesai berbincang serius. Mereka pun memutuskan untuk pulang...karna memang sejam lagi pun Club akan tutup.
__ADS_1