
Tak terasa Tasya sudah bekerja hampir 1 Tahun disana. Tasya memang anak yang rajin. atasannya juga sangat senang dengan kinerja anak buahnya itu. Selain melayani tamu dengan ramah, Tasya juga sangat teliti.
Malam ini Tasya masuk bekerja shift malam.
Walau sebelumnya Ibu dan Kakaknya merasa khawatir pada Tasya karna harus pulang tengah malam. Tapi sekarang ibu dan kakaknya sudah percaya pada Tasya. Setiap Tasya masuk Shift malam,Tasya yang biasanya membawa motor sendiri. Lain halnya kalau dia masuk shift malam. Dia menyewa tukang ojek langganan, yg dikenal kakak dan ibunya untuk mengantar jemput Tasya bekerja. Untuk memastikan Tasya aman sekaligus setiap pulang bekerja Tasya akan langsung pulang kerumah.
Malam itu Davin mengajak Gilang pergi ke tempat karaoke. Setelah sampai parkiran,Gilang menatap heran dan penasaran pada Davin.
" Jadi maksudnya karaoke gitu...? protes Gilang pada Davin.
" Sekali-kali kita hiburan. Gw kan tau loe gak suka pergi ke Club. Jadi gw ajak loe kesini. Udah lama juga kita gak pernah Karaoke. Tenang...gw yg tlaktir kok. jawab Davin dengan senyumnya.
Gilang akhirnya mengiyakan untuk segera masuk ke tempat Karaoke yg ternyata adalah tempat Tasya bekerja.
Sesampainya di dalam,saat Davin dan Gilang memesan Room Karaoke. Davin melihat Tasya yang sedang melayani para tamu dengan ramah. Davin tersenyum dan memasang mata genit seperti ingin menggoda Tasya. Gilang yang menyadari aksi Davin langsung menegurnya.
" Perlu gw kasih tau Nadia gak nih? Nadia adalah pacar Davin. sekaligus adik sepupu Gilang.
Dengan segera Davin menjawab.
" Wah...jangan dong. habislah nanti gw. Davin memelas pada Gilang.
" Yasudah...loe gak usah macam-macam makanya. ancam Gilang lagi.
__ADS_1
Gilang mulai memperhatikan Tasya. Dalam batinnya, lumayan juga sih. walau ga secantik Melia tapi manis. tanpa sadar Gilang tersenyum sendiri.
Davin yang melihat Gilang tersenyum langsung meledek.
" Lumayan kan! siapa tau bisa buat menghibur hati loe yang sedang galau itu. Apa perlu gw mintain nomor ponselnya?
Gilang mulai kesal pada Davin. Lalu mengajak Davin langsung masuk ke dalam ruangan yang sudah mereka pesan.
Malam itu mereka memang hanya datang berduaan. mungkin kalau orang melihat,akan menyangka mereka adalah pasangan gay. Apalagi paras mereka berdua sama tampannya.
Beberapa karyawan wanita yang melihat Gilang dan Davin pun sampai terkesima dengan auranya. Termasuk Tasya yg dari tadi sibuk melayani ternyata sesekali mencuri pandang pada ketampanan Gilang.
Sudah tiga jam Gilang dan Davin disana. Gilang yang sedang Galau makin asik dengan nyanyiannya. Ditambah mereka memesan beberapa gelas minuman Alkohol. Yang membuat mereka setengah mabuk. Sesekali Davin tertawa kencang setiap melihat Gilang yang sedang menyanyi setengah berteriak.
Setelah capek karna saking asik menyanyi,mereka pun mengutarakan niatnya untuk segera pulang.
Sebelum mereka keluar ruangan, Davin meledek Gilang lagi.
" Jadi gimana wanita yang dibawah tadi? Mau gw pinta nomornya gak?
Gilang yang mulai pusing dengan kepalanya karena minum alkohol langsung menimpali perkataan Davin.
" Wanita tadi memang lumayan. Cuma gw gak tertarik sama wanita yang bekerja di tempat seperti ini. Tapi kalo hanya untuk hiburan bolehlah...loe atur aja Dav.
__ADS_1
Mereka pun segera turun untuk pulang...dan membayar Bill tagihan mereka di Kasir.
Saat sedang melakukan transaksi pembayaran. Davin mulai menggoda Tasya...
" Mbak...teman saya yg disana itu sambil menunjuk pada Gilang yang tengah duduk di sofa. Meminta saya untuk menanyakan nomor ponsel mbak,itupun kalo tidak keberatan.
Dengan tersipu malu,Tasya tersenyum dan langsung memberikan nomornya. Dengan sigap Davin langsung mengetik nomor di ponselnya yang sedang disebutkan Tasya.
" Tasya Mas..! Tasya menyebutkan namanya saat Davin menanyakan harus dinamai apa kontaknya.
Gilang yang dari tadi memperhatikan Davin pun mulai gemes sama temannya itu.
Setelah Davin meminta nomor Tasya,akhirnya Davin dan Gilang pamit untuk pulang.
Gilang melempar senyum manisnya pada Tasya.
" Deg....!!! Jantung Tasya terasa mau copot. Manis banget sih. Batin tasya....
Teman Tasya yang sedari tadi hanya memperhatikan Tasya akhirnya meledek.
" Cieeeeeeeeeeeee...seneng banget sih.
Tasya pun menjadi malu karna terlalu terbawa perasaan mungkin.🤭🤭🤭
__ADS_1