
Sebenarnya aku masih sayang dengan Melia. Tapi dia sudah membuatku marah.
Apalagi dia sudah membohongiku dengan alasan sedang pulang dan menginap dirumah Mamanya. Biarlah dulu...aku sedang tidak ingin bertemu dengannya untuk sementara waktu. Mungkin dengan begitu...Melia akan sadar dan tidak mengulangi kesalahannya lagi. Ucap gilang pada batinnya dengan perasaan emosi.
Lalu Gilang mulai memikirkan Tasya......
Davin ada benarnya...
Wanita itu memang lumayan. Tidak ada salahnya kalau aku bermain-main sementara waktu ini.
Apa nanti malam aku temui saja ya wanita itu...?
Sepertinya Gilang memang sedang kehilangan akal sehatnya karena rasa marahnya pada Melia.
Dan berfikir untuk membalas kekesalannya itu pada Melia. Dengan begitu kan impas...
Waktu sudah menunjukan Jam 17.00.
Gilang sudah melajukan mobilnya untuk segera pulang ke apartementnya.
Setelah bergelut dengan jalanan yang begitu macet. Sampailah dia di Apartementnya.
Bekerja seharian memang sangat melelahkan.
Gilang langsung pergi membersihkan dirinya supaya lebih segar.
Karena malam ini dia juga sudah berencana untuk menemui Tasya.
Gilang sudah terlihat tampan dan sudah berpakaian rapih. Dia langsung meraih ponselnya...lalu menghubungi Davin.
" Malam ini temenin gw ke tempat semalam ya. Pinta Gilang...
" Sepertinya ada yang ingin bertemu dengan seseorang nih. Ledek Davin...
" Jangan bawel..!!! Jam 21.00 gw jemput loe kerumah. Gilang memaksa...
__ADS_1
" Yasudahlah....untuk malam ini gw temenin. Tapi gw ga bisa pulang larut malam. Hari ini gw capek banget. Davin memelas....
Gilang tidak menjawab omongan Davin...dia langsung menutup ponselnya.
" Yeeeeee...dia langsung tutup aja. gerutu Davin.
Tidak lama kemudian....Gilang pergi menjemput Davin.
Setelah menjemput Davin...dia langsung melajukan mobilnya ke tempat Karaoke yang kemarin mereka kunjungin.
Bukan untuk sengaja menghibur diri tentunya. Melainkan menjalankan niat Gilang untuk menemui Tasya. Sekaligus untuk langsung berkenalan dengan Tasya.
Sesampainya di tempat Tasya bekerja....Davin dan Gilang masuk dan menemui Tasya. Kebetulan Malam Ini Tasya memang bekerja Shift Malam lagi.
" Selamat malam Mbak Tasya...kita bertemu lagi ya malam ini. sapa Davin.
Gilang hanya menatap tasya dan menyapa dengan senyuman.
" Ahk Iya Selamat malam.....Tasya terlihat bingung dan juga senang tentunya karena bisa bertemu lagi dengan laki-laki yang membuat hatinya berdebar-debar.
" Kenapa bingung Mbak Tasya...? Oh apa sudah lupa pada kami...? Padahal tadi malam kami baru saja kesini loh Mbak.
Davin menggoda Tasya.....!!!
" Aku Davin Mbak yang semalam minta nomor ponselmu...menyuruh Tasya mengingatnya.
Dan...Laki2 yang ingin menemuimu ini namanya Gilang. sambil menepuk pundak Gilang."
Gilang menatap Davin dengan kesal.
" Kenapa juga harus dia kasih tau...kalau gw memang sengaja datang menemui si Tasya malam ini. Gilang menggerutu pada batinnya sendiri....
Davin yang menangkap tatapan kesal dari Gilang langsung berbisik.
" Pake acara pura-pura gak mau. Dasar buaya darat...omel Davin.
__ADS_1
" Aaaaaaaaa....iya maaf. Aku ingat kok...hanya saja lupa nama kalian. Jawab Tasya...
Dan...kalau boleh aku tau. Apa ada yg bisa aku bantu? tanya Tasya.
Gilang mulai memberanikan dirinya....
" Hallo Mbak Tasya...perkenalkan namaku Gilang. Aku kesini memang sengaja ingin menemuimu. Aku ingin meminta maaf kalau semalam Davin mengganggu dan memaksa untuk memberikan nomor ponselmu. Apalagi dia bilang aku yang menyuruh untuk memintanya.
Semalam aku agak mabuk...jadi aku tidak menghiraukan Davin. Gilang mencari alasan...
Davin terlihat kaget mendengar pernyataan Gilang. " Apa-apaan juga ini si Gilang. Nama gw dijual untuk nutupin rasa gengsinya. Masih aja pake acara sok jual mahal. Davin menggerutu dengan kesal pada batinnya sendiri. Baiklah kali ini gw maafin...!!! Davin memaklumi daripada Gilang Galau terus pikirnya.
" Panggil Tasya saja Kak. Tidak apa kok...aku tidak merasa terganggu dengan sikap mas Davin. Kan Mas Davin hanya mengajak berkenalan. Dan aku juga tidak keberatan memberikan nomor ponselku. Tasya menjawab dengan senyuman ramah...
" Ahk...iya Tasya. Kalau begitu panggil aku gilang saja. Biar lebih akrab. Dan...Maaf kalau sudah mengganggu waktumu.
Untuk permintaan maaf kami...Lain kali bisakah kita bertemu diluar? Kami ingin mengajakmu minum Kopi. Gilang mulai menutupi maksud sebenarnya...
" Emmmmzzzz....iya boleh. Tapi aku hanya libur pada hari tertentu saja setiap minggunya.
Kebetulan aku sedang tidak sibuk melayani tamu kok. Tapi Mohon maaf...sepertinya aku tidak bisa menemani kalian mengobrol terlalu lama. Ungkap Tasya...
" Baiklah...nanti aku akan menghubungimu. Kabari aku kalau minggu ini kamu libur. Gilang tersenyum akrab pada Tasya..
Kalau begitu...aku langsung pamit pulang dulu yah. Terima kasih dan sekali lagi aku minta maaf karena sudah mengganggu pekerjaanmu..
Davin langsung menimpali....
" Wah....Wah....Wah....sepertinya kalian langsung sangat akrab. Oke baiklah Mbak Tasya...saya juga pamit pulang yah. Sampai berjumpa lagi di lain waktu. Ucap Davin...
Gilang dan Davin pun melangkahkan kakinya untuk segera pulang.
Setelah Gilang dan Davin berpamitan...Tasya terlihat begitu senang.
Yah...bagaimanapun si Gilang emang Tampan dan keren banget. Belum lagi senyumannya manis.
__ADS_1
Tasya senyum-senyum sendiri.ππππ