Apa Salahku Sebenarnya?

Apa Salahku Sebenarnya?
Natasya dan Gilang


__ADS_3

Selama perjalanan pulang,Gilang tertidur. Membuat Davin enggan untuk mengganggunya. Sampailah beberapa menit ke Apartement....Davin baru membangunkan Gilang. Gilang yang sedikit pusing akhirnya memaksakan bangun dari tidurnya.


Setelah mengantarkan Gilang ke Apartement. Davin berpamitan untuk pulang. Karna besok Davin harus pergi ke bekerja. Sebenarnya Bengkel mobil tempatnya bekerja adalah miliknya sendiri. Tapi kalau untuk urusan pekerjaan,Davin selalu memprioritaskan. Dia merasa harus memastikan karyawannya bekerja dengan baik. Sebelum pulang,Davin langsung mengotak atik Ponselnya. Dan langsung mengirimkan nomor Ponsel Tasya ke Gilang.


" Gw udah kirimin nomor si Tasya tuh. Loe pepet aja. Body nya bohay jangan dianggurin.


Davin meledeki Gilang...


Gilang yang sedang Malas menimpali ledekan Davin hanya menjawab malas.


" Emmmmmmmz....sana pulang. Gw mau tidur.


" Siap bos...yasudah istirahat loe. Timpalnya.


Davin pun segera pulang. Karna dia tidak membawa mobil...akhirnya dia memesan Taxi online untuk bisa segera sampai kerumahnya.


Setelah kepulangan Davin, Gilang langsung menuju ke kamarnya. Dia sudah sangat mengantuk dan pusing kepalanya.


Sementara di Tempat lain....!!!

__ADS_1


Tasya sedang bersiap-siap untuk pulang kerumahnya. Ojek langganan sudah setia menunggunya di parkiran.


Malam ini setelah kepulangannya bekerja. Dia jadi susah tidur. teringat senyuman Gilang.


" Apa ini yg dinamakan Cinta pada pandangan pertama? Tasya mulai berdialog dengan dirinya sendiri.


Ish...Manis banget sih senyumannya.


Waktu sudah menunjukan jam 03.00. Akhirnya Tasya tidur setelah melamun dan mengharap Gilang akan segera menghubungi nomornya........


*******************************


Gilang mulai bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Seperti biasa, Gilang hanya memakan Roti dan meminum susu untuk sarapan.


Karna Gilang memang hanya tinggal sendiri di Apartement. Tidak ada yang menyiapkan sarapan untuknya.


Sebenarnya mamanya menyuruh Gilang untuk menyewa jasa pembantu yang bisa menginap di apartementnya. Tapi Gilang hanya meminta pembantunya datang saat siang hari saja. Tugasnya hanya membersihkan ruangan apartement dan mengurus pakaiannya.


Untuk makan, Gilang lebih suka memesan Delivery order, lebih praktis menurut Gilang. Kebetulan pembantu yang dia sewa adalah orang yang bisa dipercaya. Jadi dia tidak khawatir saat dia bekerja,dan pembantunya datang untuk mengurus Apartementnya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sarapan roti dan meminum susu. Gilang pun bersiap berangkat ke kantor dengan melajukan mobilnya sendiri.


Sampailah Gilang di Kantor. Baru 15 menit sampai. Papa gilang menyuruh anak buahnya memanggilkan Gilang ke ruangannya.


" Ada apa papah memanggil Gilang? Tanya gilang pada papanya.


" Papah cuma mau tanya, kenapa Ponsel kamu tidak bisa dihubungin? Mama kamu sangat cemas. Karna kemarin Mama menelpon berkali-kali tapi tidak aktif.


Gilang langsung mengechek ponselnya dan menyadari ternyata seharian kemarin dia sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karena masih kesal pada Melia.


" Astaga pah...Aku minta maaf. Kemarin aku tidur seharian,dan lupa mengisi baterai ponselku. Gilang beralasan.........."


Setelah mendapat penjelasan dari anaknya. Lalu Papanya Gilang meminta Gilang kembali mengurus pekerjaannya. Karna Hari ini lumayan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Ditambah lagi Gilang harus pergi untuk mengechek proyek yang sedang bermasalah.


Saat jam makan siang, Gilang mengotak atik Ponselnya. Dia melihat pesan dari Melia yang begitu banyak. Tapi langsung diacuhkan oleh Gilang. Begitulah Gilang...dia memang sedikit posesif dan keras kepala kalau sudah marah. Sampai akhirnya Gilang membaca pesan dari Davin. Yg isinya adalah nomor ponsel Tasya.


Gilang terlihat sedang berfikir.


Apakah kira-kira yang sedang Gilang fikirkan setelah melihat nomor ponsel Tasya?

__ADS_1


Hayuuuuk...lanjutttt...😘😘😘


__ADS_2