Arranged Marriage With Arsenio

Arranged Marriage With Arsenio
01


__ADS_3

Agatha Prov


"Halo." Ujarku


"Akhirnya setelah 1 tahun kamu mau angkat telponnya sayang." Ujarnya dengan suara bergetar


Deg


Suara orang yang selalu gue hindari, orang yang gue sakiti hatinya, dan orang yang paling gue rindu. Tak terasa air mata gue jatuh.


"Bunda." Ujarku


"Iya sayang. Ini bunda, kamu apa kabar? Baik baik aja kan disitu?" Tanya bunda


"Thatha baik bun. Bun thatha mi-minta maaf, thatha udah ja-jadi anak yang durhaka hiks hiks." Ujarku terbata-bata


"Seharusnya ayah sama bunda yang minta maaf sama kamu, tha bunda mohon kamu pulang ya nak. Ayah sakit dan kondisinya semakin memburuk." Ujar bunda dengan suara terisak dan tak melanjutkan ucapannya.


"Apa bun? Bunda nggak bohong kan?." Tanyaku tak percaya.


Dan terdengar suara  kakAgastian di sebrang sana mengambil alih telephone.


"Tha lo pulang ya, ayah sakit. Ayah kritis sekarang dan di rawat di Alexi Hospital. Gue--" gue motong ucapan kak aga.


"Iya kak thatha pulang sekarang" ucapku memutus panggilan tersebut.


Tanpa pikir panjang gue langsung rapiin barang gue ke koper dan booking tiket pesawat. Gue langsung nemuin oma buat pamit balik ke Indonesia.


Arsenio Prov


Laz International School


Sepanjang perjalanan dari rumah ke sekolah, gue inget ucapan papa tadi.


"Kamu mau kan di jodohin sama anak sahabat papa. Papa mohon sama kamu sen, teman papa sekarang koma karena penyakit gagal ginjal kronis, dia harus oprasin transplantasi ginjal tapi sampai sekarang belum ada yang cocok. Kamu sekarang tau kan alasan papa ngejodohin kamu 1 tahun lalu? Karena teman papa sudah difonis sakit. Dia hanya ingin melihat anak perempuan satu-satunya menikah, dia takut kalo nggak dapet ginjal yang cocok sama dia, dia takut kalo belum sempat mendapat ginjal dia sudah pergi meninggalkan dunia ini. Coba kamu bayangkan jika papa yang diposisi itu sen, ayah pasti juga akan melakukan itu"


"Iya arsen akan berusaha untuk menerimanya pa" jawab gue dan papa dengan senyum lebarnya.


"Nanti habis pulang sekolah kamu langsung ke rumah, jangan mampir-mampir kita jenguk sahabat papa."


"Apa ini takdir gue? Dan haruskah gue nerima ini?" Gumamku.


" Pagi-pagi udah ngelamun aja bos kenapa lo?" Ujar seseorang duduk di samping gue yaitu Yohan Arden Ivander


"Tau lo kesambet setan sekolah tau rasa lo." Timpal seseorang yaitu Narendra Megantara.


"Lo lagi punya masalah apa bro?" Tanyanya siapa lagi kalo bukan Hanindito Harimawan.


Gue emang punya 3 sahabat yang rada nggak penuh ini dari SMP.

__ADS_1


"Hmm." Jawab gue malas


"Elah cuma hamhem aja lo kira nisa sabyan hahaha." Ujar yohan tertawa renyah, gue langsung lirik dia tajam.


"Bercanda kali sen hehe." Jawab yohan cengengesan. Tiba tiba terdengar teriakan di depan pintu.


"Woi pelajaran kosong bu Rita sakit suruh ngerjain halaman 58 dibahas minggu depan." Teriak si ketua kelas yaitu Rudi


"Rooftop kuy." Ajak rendra diangguki gue dan yang lain. Melenggang meninggalkan kelas.


Author Prov


"Lo ada masalah apa sen?" Tanya rendra sembari menudukan badannya di atas sofa rooftop.


"Hmm, lo masih pada inget kan 1 tahun lalu gue mau dijodohin?" Tanya arsen dan di angguki mereka bertiga


"Bokap gue mau nerusin hal konyol itu lagi."


"WHAT!" Pekik rendra dan yohan, dan dito hanya memasang wajah datarnya.


"Nggak usah lebay *****, tapi gue nggak tau asal usul tu cewek, apa gue harus terima ini?" Tanya arsen meminta pendapat sahabatnya.


"Lo bener sen gimana kalo ceweknya buluk dekil." Ujar yohan disetujui rendra.


"Wah bener kata lo han gila gila gimana ternyata yang dijodohin sama lo tante tante, serorang Arsenio Caessar Alexi menikah dengan seorang tante tante hahahaha." Ujar rendra tertawa terbahak bahak dan mendapat tamparan di kepalanya.


"Gue jait mulut lo ndra ngomong seenak jidat lo." Ujar arsen kemudian terdengar dito membuka suara


"Hm, kalo menurut gue lo harus menerima apapun yang terjadi, bokap lo pasti punya alesan tersendiri. Dan mungkin emang udah takdir dari yang kuasa, jadi lo harus mencoba menerima semuannya dengan lapang dada, gue yakin pilihan orang tua lo pasti yang terbaik. Nggak ada orang tua yang bakal menjerumuskan anaknya." Ujar dito, kemudian disetujui dua curut yaitu yohan dan rendra. Dito memang temam arsen yang paling bijak dan dewasa.


"Salut gue sama mario dito." Ujar rendra dan mendapat jitakan dari yohan.


Pletak


"Aww sakit han, lo mah pada gitu sama gue. Gue salah apa sama lo pada." Ucap rendra sedramatis mungkin


"Najis lo ndra." Ujar yohan


"Udah lo berdua apaan si, btw thanks to buat saran lo." Ucap arsen sembari menepuk bahu dito.


Arsenio Prov


16.30


Gue ada di lobi rumah sakit sekarang sesuai janji gue ke papa, gue bakalan jengukin sahabatnya yang sakit. Disana gue liat ada mama sama dion. Gue berjalan menghampiri mereka.


"Assalamualaikum ma." Ucap gue sambil mencium punggung tangan mama.


"Waalaikumsalam sayang, udah sampe? Kita langsung ke ICU aja, papa masih ada jadwal oprasi. Nanti kalo udah selesai langsung nyusul kita kok." Ucap mama gue hanya mengangguk.

__ADS_1


Sepampinya di ICU


"Assalamualaikum." Ucap mama terlihat ada seorang wanita yang seumuran sama mama dan seorang laki-laki yang menurut gue nggak asing. Dan gue liat di balik kaca besar seorang pria seumuran sama papa yang badannya penuh dengan alat bantu.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka bersamaan kemudian menoleh, gue kaget pas liat.


"Loh, bang Aga." Kagetku


"Eh hay sen." Ujarnya sembari tersenyum.


"Loh kalian saling kenal?" Tanya mama gue.


"Kenal ma, bang aga ini ketua ekskul tim basket SMA, arsen juga ikut ekskul basket." Jawab gue dan di angguki mama.


"Oh berhubung kalian sudah kenal jadi ga perlu kenalan lagi ya, Arsen dion ini tante Ayumi istri Om katon sahabat papa dan mama." Ujar mama kemudian gue sama dion nyalimin tante ayumi dan memperkenalkan nama kita.


"Arsenio tante." Ujarku


"Ardion tante." Ujar dion


"Ayumi, wah anak kamu ganteng-ganteng ya ros." Ujar tante ayumi sembari tersenyum.


"Duplikat papanya semua yum, anak kamu yang perempuan mana?" Gue langsung kaget pas mama nanya gitu ke tante ayumi.


"Aga tadi kamu udah tanya adik kamu sampai mana?" Tanyanya tante ayumi


"Belum di bales bun, tapi tadi sebelum take off dia bilang landing jam 4. Mungkin masih dijalan mau kesini bun dan lupa nyalain hp." Ujar bang aga


"Emang dimana tante kok pake pesawat segala." Tanya dion yang ikut campur urusan orang tua gue cuma mutar bolamata malas. Sedangkan tante ayumi tersenyum.


"Anak tante ada di Jepang, tadi dikabarin langsung pulang kesini." Ujar tante ayumi


Tok tok tok Ceklek


Terdengar suara orang ngebuka pintu. Kita semua nengok ke arah pintu, tapi orang itu kaga masuk masuk.


"Coba liat kak siapa tau adik kamu." Ucap tante ayumi, dan gue liat bang aga mulai berdiri dari tempat duduknya.


Deg


Gue kaget untuk kedua kalinya.


TBC


**Jangan lupa vote


Maaf kalo acak acakan


26.12.2019**

__ADS_1


__ADS_2